5 Penembak Jitu dengan Gol Tendangan Bebas Terbanyak Sepanjang Masa: Siapa Juninho Pernambucano yang Mengalahkan Lionel Messi dan Pele?

Siapa Juninho Pernambucano yang Mengalahkan Lionel Messi dan Pele dalam aksi tendangan bebas?

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 04 Maret 2026, 16:00 WIB
7. Nabil Fekir. Gelandang Real Betis asal Prancis ini belum mencetak 1 gol pun dari situasi bola mati untuk Betis. Namun di tim sebelumnya, Lyon ia telah mencetak 6 gol dan kemampuannya disejajarkan dengan pendahulunya, Juninho Pernambucano. (AFP/Gabriel Bouys)

Bola.com, Jakarta - Antusiasme publik Tanah Air memuncak jelang FIFA Series 2026 yang digelar 27–30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Turnamen ini menjadi ajang perdana Timnas Indonesia di bawah pelatih anyar John Herdman setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Berstatus tuan rumah, Skuad Garuda akan menghadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis dengan format semifinal dan final. Indonesia dijadwalkan bertemu Saint Kitts and Nevis di semifinal, sementara Bulgaria melawan Kepulauan Solomon. Jika tak ada kejutan, partai puncak berpotensi mempertemukan Indonesia kontra Bulgaria.

Advertisement

Berbicara tentang Bulgaria, publik sepak bola tentu teringat pada legenda mereka, Hristo Stoichkov. Ia bersinar di 1994 FIFA World Cup dengan membawa negaranya ke semifinal dan mencetak enam gol, sekaligus menjadi top skor turnamen. Stoichkov dikenal lewat kaki kiri mematikan dan kepiawaiannya mengeksekusi tendangan bebas, baik saat membela Barcelona maupun Parma.

Namun, dalam daftar versi GiveMeSport, Stoichkov tak masuk lima besar eksekutor tendangan bebas terbaik sepanjang masa. Nama-nama besar seperti Diego Maradona, David Beckham, dan Cristiano Ronaldo juga tak termasuk.

Menariknya, dua sosok yang justru menempati posisi teratas adalah Juninho Pernambucano dan Victor Legrottaglie, bahkan disebut melampaui catatan Lionel Messi dan Pele dalam urusan gol dari tendangan bebas.

Penasaran bagaimana kisah mereka dan berapa banyak gol yang diceploskan via tendangan bebas, mari kita urai satu per satu:


Ronaldinho (66)

Peraih FIFA Ballon d'Or 2004 dan 2005, Ronaldinho, dikabarkan sang kakak, Roberto Assis sedang memikirkan tawaran bermain di Malaysia. Media Malaysia sendiri memberitakan pesepak bola Brasil itu akan bermain untuk Pahang FA. (AFP/Joao Paulo)

Salah satu tendangan bebas paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia tercipta lewat kaki Ronaldinho saat Brasil menghadapi Inggris pada edisi 2002. Dari sudut sempit, Ronaldinho melepaskan tembakan melambung yang mengecoh kiper Inggris, David Seaman, sebelum bersarang di sudut atas gawang.

Gol tersebut sempat memicu perdebatan: apakah itu memang disengaja atau sekadar keberuntungan?

Dalam wawancaranya kepada FIFA yang dikutip Mirror, Ronaldinho menegaskan bahwa ia memang berniat menembak ke arah gawang, meski bukan persis seperti yang akhirnya terjadi. Ia mengaku sebenarnya mengincar sisi lain, namun bola melaju terlalu keras dan berbelok lebih jauh saat di udara hingga melewati Seaman.

Ronaldinho juga mengakui ada sedikit unsur keberuntungan dalam gol tersebut. Meski begitu, ia menekankan bahwa yang terpenting adalah niatnya untuk langsung menembak setelah melihat posisi kiper. “Gol tetaplah gol,” ujarnya santai.

Momen itu pun menjadi salah satu kenangan paling melekat dari Piala Dunia 2002 dan mempertegas reputasi Ronaldinho sebagai maestro bola mati.


Victor Legrottaglie (66)

Victor Legrottaglie, seorang gelandang, menghabiskan seluruh karier profesionalnya selama 21 tahun di Argentina, sebagian besar bermain untuk Gimnasia y Esgrima.

Menurut Sportskeeda, Legrottaglie dilaporkan menarik minat dari Real Madrid, Inter Milan, dan New York Cosmos selama kariernya, tetapi pemain asal Amerika Selatan itu menolak untuk pindah dari tanah airnya.

Meskipun ia tidak pernah mewakili negaranya, mencetak lebih banyak gol dari tendangan bebas daripada Maradona dan Beckham, serta jumlah yang sama dengan Ronaldinho, adalah sebuah prestasi yang luar biasa.

 


Pele (70)

Pele dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Dia menjadi satu-satunya sosok yang bisa memenangkan tiga gelar juara Piala Dunia. Pele punya catatan 97 caps untuk Timnas Brasil. Sebanyak 77 gol berhasil ia lesakkan selama bermain untuk Selecao. (AFP/Gerard Malie)

Rekor gol Pele dari tendangan bebas adalah pengingat lain betapa hebatnya dia. Legenda Brasil ini, yang menghabiskan 18 tahun yang sangat sukses di Santos sebelum mengakhiri kariernya di Amerika Serikat dengan masa singkat di New York Cosmos, memiliki kemampuan untuk menendang bola ke gawang dengan keras dan juga dapat melengkungkan bola ke kedua arah.

Pele bisa dibilang sebagai pesepakbola terhebat sepanjang masa, tetapi dia bukanlah pengambil tendangan bebas terhebat, dengan rekornya tujuh gol lebih sedikit daripada seorang pemain Brasil tertentu.


Lionel Messi (70)

Lionel Messi mencetak gol via tendangan bebas ke gawang FC Porto. Inter Miami menang 2-1 pada laga kedua fase grup Piala Dunia Antarklub 2025, Jumat (20/6/2025) dini hari WIB di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat. (Paul ELLIS / AFP)

Messi telah membuat tendangan bebas terlihat seperti penalti sejak debutnya untuk Barcelona pada tahun 2003.

Pemain Argentina itu mencetak 50 gol dari tendangan bebas untuk raksasa Catalan tersebut, yang sungguh menakjubkan.

Kini berusia 38 tahun, ia terus membuat tendangan bebas terlihat mudah meskipun mendekati akhir karier legendarisnya.

Messi hanya memiliki beberapa tahun lagi di level tertinggi dan meskipun finis di puncak daftar ini sekarang merupakan tantangan serius, dibutuhkan keberanian untuk sepenuhnya mengesampingkan sang GOAT (Greatest Of All Time).

Saat tulisan ini dibuat, ia telah mencetak tujuh gol tendangan bebas untuk Inter Miami.

 


Juninho Pernambucano (77)

Duo eks bintang Timnas Brasil, Ronaldino dan Juninho Pernambucano dalam sebuah sesi latihan pada tahun 2005. (ANTONIO SCORZA / AFP)

Juninho Pernambucano kerap disebut sebagai GOAT dalam urusan tendangan bebas. Reputasi itu dibangun lewat ratusan eksekusi bola mati mematikan sepanjang kariernya, terutama saat bersinar di Ligue 1.

Dalam wawancara dengan FourFourTwo pada 2018, Juninho mengungkap bahwa kemampuannya tak datang secara instan. Saat kecil ia lebih banyak bermain futsal hingga usia 13 tahun dan belum cukup kuat untuk mencetak gol dari tendangan bebas. Ia mulai rutin mengambil eksekusi bola mati di usia remaja, namun baru benar-benar menyempurnakan tekniknya setelah pindah ke Prancis.

Meski sering disebut yang terbaik sepanjang masa, Juninho merendah. Ia merasa sulit mengukur siapa yang paling hebat dalam sejarah. Menurutnya, yang ada hanyalah pengambil tendangan bebas terbaik pada masanya. Ia bahkan mempertanyakan bagaimana dirinya bisa dibandingkan dengan nama-nama besar seperti David Beckham atau Sinisa Mihajlovic.

Bagi Juninho, yang terpenting adalah kerja kerasnya terbayar dan mungkin, pada satu periode tertentu, ia memang yang terbaik dalam hal itu.

Sumber: Givemesport