Suasana Tegang di Ruang Ganti Real Madrid: Gelar Liga Spanyol Menjauh, Alihkan Fokus ke Liga Champion?

Ruang ganti Real Madrid dikabarkan mulai galau dalam perburuan gelar Liga Spanyol 2025/2026 setelah tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen La Liga, Barcelona.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 05 Maret 2026, 11:15 WIB
Real Madrid harus menelan pil pahit dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 saat menjamu Getafe pada Senin (02/03/2026) waktu setempat. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Ruang ganti Real Madrid dikabarkan mulai galau dalam perburuan gelar Liga Spanyol 2025/2026 setelah tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen La Liga, Barcelona. Los Blancos makin tertinggal gara-gara kalah 0-1 dari Getafe, Selasa (3/3/2026) dini hari WIB. 

Bahkan, ada kabar dari ruang ganti Madrid bahwa keyakinan para pemain untuk mengejar gelar domestik mulai menipis.

Advertisement

Dua kekalahan beruntun dari Getafe dan sebelumnya Osasuna membuat atmosfer di Santiago Bernabeu dipenuhi rasa pesimistis. Banyak pihak menilai peluang Los Blancos mempertahankan konsistensi di liga kini makin berat.

Meski demikian, pelatih Alvaro Arbeloa belum menyerah. Arsitek berusia 43 tahun itu menegaskan perburuan gelar belum selesai. “Masih ada 12 pertandingan tersisa,” tegas Alvaro Arbeloa.

Secara matematis, Madrid memang masih punya peluang. Apalagi mereka dijadwalkan bertemu Barcelona pada Mei mendatang. Artinya, situasi masih bisa berubah jika mampu meraih hasil maksimal dan berharap rival terpeleset.

Namun, di tengah situasi sulit di liga, fokus internal tim disebut mulai mengarah ke kompetisi Eropa.

 


Liga Champions Jadi Tumpuan

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior (kiri), merayakan gol kedua bersama rekan setimnya dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Menurut laporan Cadena SER, salah satu pemain senior Madrid menyampaikan pesan tegas di ruang ganti. “Yang tersisa bagi kita hanya Liga Champions," kata pemain tersebut, seperti dikutip dari Football Espana, Rabu (4/3/2026). 

Ucapan itu mencerminkan suasana hati skuad yang dilaporkan diliputi keputusasaan dan rasa tak berdaya usai kekalahan terakhir. Bagi klub sebesar Real Madrid, trofi Liga Champions memang selalu menjadi obsesi utama.

Di kompetisi tersebut, Los Blancos tinggal membutuhkan tujuh laga lagi untuk meraih trofi. Namun, tantangan jelas tidak ringan karena lawan yang dihadapi akan jauh lebih tangguh dibanding persaingan domestik.

 

 


Ruang Ganti Disebut Terlalu Sensitif

Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Prancis, Aurelien Tchouameni (kedua kanan), merayakan gol penyama kedudukan selama pertandingan leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan SL Benfica di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Masalah Madrid tampaknya bukan hanya soal taktik. Karakter dan mentalitas skuad ikut disorot.

Jurnalis Edu Aguirre dalam program El Chiringuito menyebut ruang ganti Madrid saat ini diisi banyak pemain yang "berkulit tipis”.

Ia mengklaim, ketika pemain senior mencoba meninggikan suara dan menuntut lebih dari rekan setim, perdebatan kerap terjadi. Situasi tersebut membuat atmosfer tim terasa tegang dan rawan saling menyalahkan.

Isu kepemimpinan sebenarnya bukan hal baru di Madrid. Dalam beberapa musim terakhir, sejumlah figur penting hengkang tanpa benar-benar memiliki penerus sepadan.

Nama-nama seperti Nacho Fernandez, Joselu Mato, Lucas Vazquez, Toni Kroos, hingga Luka Modric disebut meninggalkan kekosongan dalam hal kepemimpinan di ruang ganti.

Sumber: Football Espana

Berita Terkait