Bola.com, Jakarta - Manajer Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, melontarkan kritik terhadap praktik buang-buang waktu saat situasi sepak pojok.
Ia mendesak adanya aturan yang jelas untuk mengatasi hal tersebut, seraya menyinggung Arsenal sebagai tim yang dinilai diuntungkan oleh regulasi yang ada saat ini.
Musim ini, The Gunners sudah mencetak 16 gol Premier League dari situasi sepak pojok, menyamai rekor terbanyak dalam satu musim kompetisi. Dua gol mereka dalam kemenangan 2-1 atas Chelsea juga lahir lewat skema tersebut.
Namun, Hurzeler mempermasalahkan proses sebelum sepak pojok dieksekusi.
Butuh Aturan Jelas
Menjelang pertemuan melawan Arsenal pada Kamis (5-3-2026) dini hari WIB, Hurzeler ditanya mengapa situasi bola mati kerap mendapat reputasi negatif.
"Saya pikir karena itu mengganggu ritme permainan, dan sekarang tidak ada lagi aturan yang jelas berapa lama Anda bisa menghabiskan waktu untuk sebuah corner, berapa lama untuk sebuah throw-in," ujarnya.
"Beberapa blocking atau cara tim melakukan blocking, menurut saya tidak ada aturan yang jelas, kadang wasit meniup peluit dan itu pelanggaran, kadang tidak."
"Itu sebabnya topik ini muncul sekarang, tapi bagi saya hal utamanya adalah membuat aturan yang jelas, berapa lama Anda boleh membuang waktu untuk corner, throw-in, atau free-kick," lanjutnya.
Kasus Arsenal
Ia mencontohkan situasi ketika Arsenal unggul dan mendapatkan sepak pojok.
"Ketika Arsenal mendapat corner dan mereka sedang memimpin, kadang mereka menghabiskan lebih dari satu menit hanya untuk mengambil sepak pojok." ucapnya.
"Karena itu, menurut saya, kita harus membuat aturan yang jelas, karena pada akhirnya waktu efektif permainan hanya 50 menit, bukan kadang 65 menit," harap Hurzeler.
"Permainan berubah begitu banyak. Kami menganalisisnya dan perbedaannya sangat besar."
"Saya berpendapat setiap suporter yang membayar mahal untuk datang ke stadion dan menonton pertandingan kami, seharusnya melihat waktu permainan yang sama."
"Mereka ingin melihat sebuah acara sepak bola dan mereka tidak ingin, mungkin hanya 50 menit bola benar-benar dalam permainan dan 40 menit pertandingan tidak berjalan," sentil pelatih asal Jerman tersebut.
Regulasi Baru
Pembuat aturan sepak bola sebenarnya sudah mengambil langkah untuk mengurangi praktik buang waktu dengan memperkenalkan sistem hitung mundur.
Kiper kini tidak boleh memegang bola lebih dari delapan detik. Jika melanggar, tim lawan akan mendapatkan sepak pojok.
Belum lama ini, International Football Association Board (IFAB) mengumumkan bahwa lemparan ke dalam dan tendangan gawang juga akan menghadapi pembatasan serupa. Jika pemain melewati batas lima detik, tim lawan akan diberikan lemparan ke dalam atau sepak pojok sesuai situasinya.
Pergantian pemain pun ikut terdampak aturan baru dengan batas waktu sepuluh detik. Seorang pemain tetap boleh keluar, meski melewati batas waktu, tetapi pemain pengganti baru bisa masuk saat penghentian pertama setelah satu menit permainan berjalan.
Meski begitu, hingga kini belum ada rencana untuk menerapkan batas waktu khusus pada eksekusi sepak pojok.
Berdasarkan data Opta yang dikutip BBC, Arsenal menjadi tim dengan waktu rata-rata terlama untuk memulai kembali permainan dari sepak pojok, yakni 44,4 detik. Sunderland menyusul dengan 41,4 detik, sementara Tottenham Hotspur berada di urutan ketiga dengan 39,4 detik.
Sebaliknya, Chelsea tercatat sebagai tim tercepat dengan rata-rata 30,8 detik.
Sumber: Talksport