Krisis Perjalanan dan Visa, Timnas Irak Terancam Tidak Bisa Ikuti Play-off Antarbenua Piala Dunia 2026

Langkah Timnas Irak ke play-off interkontinental Piala Dunia 2026 terancam, perjalanan dan visa jadi kendala.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Maret 2026, 08:30 WIB
Para pemain Timnas Irak berpose untuk foto tim sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia antara Korea Selatan dan Irak di Yongin pada 15 Oktober 2024. (JUNG YEON-JE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Ketidakpastian membayangi langkah Timnas Irak menuju babak play-off antarbenua Piala Dunia 2026.

Pihak Asosiasi Sepak Bola Irak (IFA) kini sedang melakukan pembicaraan darurat dengan FIFA setelah muncul kekhawatiran bahwa Irak tidak dapat mengikuti laga final play-off yang dijadwalkan berlangsung di Monterrey, Mexico, akhir bulan ini.

Advertisement

Masalah utama yang dihadapi adalah kekacauan perjalanan yang menimpa skuad Irak.

Informasi yang diperoleh menyebutkan IFA telah menerima surat dari maskapai nasional, Iraqi Airways, serta Kementerian Transportasi Irak yang menyatakan bahwa wilayah udara negara tersebut akan tetap ditutup setidaknya selama empat pekan ke depan.

Kondisi itu berpotensi membuat sekitar 40 persen anggota skuad tidak bisa bepergian ke luar negeri.

Situasi ini juga memengaruhi pelatih Irak, Graham Arnold. Pelatih asal Australia tersebut saat ini berada di Dubai dan tidak dapat melanjutkan perjalanan karena pembatasan penerbangan.

Alternatif perjalanan yang tersisa hanyalah jalur darat dari Baghdad menuju Turki melalui wilayah utara Irak. Namun, rute tersebut memerlukan perjalanan sekitar 25 jam dan masih dipertimbangkan kembali karena faktor keamanan.


Kandidat Pengganti Iran

Selebrasi para pemain Irak merayakan gol ke gawang Indonesia yang dicetak Aymen Hussein (kedua kiri) melalui eksekusi penalti pada laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Masalah lain yang memperumit keadaan adalah urusan visa. Sejumlah pemain dan staf pelatih Irak hingga kini belum mendapatkan visa untuk masuk ke Meksiko maupun Amerika Serikat, tempat IFA sebelumnya merencanakan pemusatan latihan di Houston.

Situasi ini diperburuk oleh penutupan sejumlah kedutaan besar di kawasan Timur Tengah setelah pecahnya konflik antara AS dan Iran. Akibatnya, muncul kekhawatiran bahwa proses pengurusan visa tidak akan selesai tepat waktu, bahkan jika wilayah udara Irak kembali dibuka.

Padahal, Irak telah memastikan satu tempat di babak final play-off yang diikuti enam tim. Dari fase tersebut akan menghasilkan dua peserta tambahan untuk putaran final Piala Dunia 2026.

Irak dijadwalkan menghadapi pemenang laga antara Bolivia dan Suriname di Monterrey pada 31 Maret.

Selain itu, Irak disebut-sebut sebagai kandidat paling kuat untuk menggantikan Iran jika negara tetangganya itu mundur dari Piala Dunia 2026. Penilaian tersebut didasarkan pada posisi Irak sebagai tim dengan peringkat tertinggi berikutnya dalam jalur kualifikasi AFC.


Dampak Larangan Perjalanan

Selebrasi para pemain Irak merayakan gol ke gawang Indonesia yang dicetak Aymen Hussein (tengah) melalui eksekusi penalti pada laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Menurut sumber yang dekat dengan tim Irak, FIFA sejauh ini memberi sinyal bahwa play-off tetap akan digelar sesuai rencana. Namun, situasi menjadi makin rumit setelah dampak larangan perjalanan mulai terlihat jelas.

"Kami sekarang tersebar di berbagai negara dan hanya mencoba mempersiapkan diri sebaik mungkin," kata sumber tersebut.

"Kami harus membuat rencana seolah-olah pertandingan tetap berlangsung, tetapi saat ini hal itu tampaknya tidak mungkin. Kami sedang berbicara dengan FIFA yang ingin pertandingan tetap digelar, tetapi ada banyak hambatan yang harus diatasi. Dalam waktu dekat mereka harus mengambil keputusan," imbuh sang sumber.


Masalah Visa

Penyerang Irak bernomor punggung 18, Aymen Hussein, merayakan gol pertamanya bersama rekan satu timnya dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 antara Irak dan Palestina di Stadion Internasional Basra, Basra, pada 10 Oktober 2024. (Hussein FALEH/AFP)

Di luar persoalan perjalanan akibat konflik, kesulitan mendapatkan visa juga menambah daftar masalah yang mengganggu persiapan menuju Piala Dunia 2026.

Rencana pemusatan latihan di Houston sebelumnya sudah dibatalkan karena tidak semua pemain berhasil memperoleh visa Amerika Serikat. Kini, mendapatkan visa Meksiko juga menjadi tantangan tersendiri.

Meksiko tidak memiliki kedutaan di Baghdad, sementara opsi pengurusan melalui perwakilan di Qatar dan Uni Emirat Arab juga tidak bisa digunakan karena kantor-kantor tersebut telah ditutup.

Dalam pernyataan resminya, IFA menegaskan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan FIFA terkait situasi ini.

"Kami berada dalam komunikasi yang konstan dengan FIFA mengenai pengaturan partisipasi tim nasional kami di babak play-off,” demikian pernyataan IFA.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait