Julian Nagelsmann Sudah Tertarik tapi MU Malah Ragu, Blunder di Depan Mata?

Keputusan soal manajer permanen yang baru bisa jadi kesalahan besar bagi MU.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 Maret 2026, 03:30 WIB
CEO Manchester United, Omar Berrada (kanan), dan Direktur Sepak Bola, Jason Wilcox (tengah), duduk di antara penonton selama pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Manchester United di Turf Moor di Burnley, barat laut Inggris pada 7 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Spekulasi mengenai manajer permanen di Manchester United terus berkembang. Namun, keputusan klub yang dikabarkan tidak akan merekrut Julian Nagelsmann justru memunculkan kekhawatiran bahwa Setan Merah berpotensi membuat kesalahan besar.

Pada Januari lalu, MU memutuskan berpisah dengan Ruben Amorim. Kursi pelatih kemudian diisi sementara oleh Michael Carrick, yang langsung memberikan dampak positif.

Advertisement

Carrick mencatat lima kemenangan dari tujuh pertandingan pertamanya sebagai pelatih interim. Dalam periode tersebut, MU bahkan mampu mengalahkan tim-tim kuat seperti Arsenal, Manchester City, dan Everton.

Kekalahan pertama baru datang ketika mereka menghadapi Newcastle United, Kamis dini hari WIB kemarin.

Rangkaian hasil itu membuat posisi Setan Merah dalam perburuan tiket Liga Champions makin kuat. Situasi tersebut juga dinilai mempermudah klub dalam menentukan manajer permanen berikutnya, dibandingkan jika mereka gagal bersaing di papan atas.


Nagelsmann Tertarik Melatih MU

Tim asuhan pelatih Julian Nagelsmann unggul 2-1 atas Yunani. (Uwe KRAFT/AFP)

Sejak memutuskan menunjuk pelatih interim, banyak nama dikaitkan dengan posisi manajer tetap di MU. Satu di antara yang paling sering disebut adalah Nagelsmann.

Saat ini, pelatih asal Jerman itu menangani Timnas Jerman. Meski baru berusia 38 tahun, reputasinya sebagai satu di antara pelatih muda paling menjanjikan di sepak bola dunia sudah cukup kuat.

Dalam karier kepelatihannya, Nagelsmann pernah membawa RB Leipzig menjadi peserta reguler Liga Champions, menjuarai Bundesliga bersama Bayern Munichen, serta mengantar Jerman mencapai perempat final Euro 2024.

Laporan TEAMtalk menyebutkan Nagelsmann siap kembali melatih di level klub. Kontraknya dengan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) akan berakhir setelah Piala Dunia 2026, dan ia menilai pekerjaan di MU sebagai peluang ideal untuk kembali ke level klub.

Menurut laporan tersebut, melalui perantara, Nagelsmann bahkan telah menyampaikan minatnya untuk menangani Setan Merah mulai musim panas ini.

Hanya, kendati memiliki rekam jejak yang kuat, MU disebut-sebut tidak menjadikannya pilihan utama. Klub lebih condong mencari pelatih yang sudah memiliki pengalaman di Premier League dan memahami tuntutan unik kompetisi kasta tertinggi Inggris.


Risiko Kesalahan Besar

Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, berjalan di lapangan setelah timnya kalah dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup A antara Slovakia dan Jerman di Bratislava, Slovakia, Jumat (5-9-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Denes Erdos)

Pendekatan itu dinilai berpotensi menjadi langkah yang keliru. Meski banyak kandidat yang tersedia, hanya sedikit pelatih yang benar-benar terlihat cocok untuk membangun proyek jangka panjang di MU.

Nagelsmann termasuk di antaranya. Ia dikenal menerapkan sepak bola menyerang, tidak ragu memainkan pemain muda, serta berani menyingkirkan nama besar jika performanya tidak lagi memadai. Selain itu, ia sudah terbiasa menangani tekanan besar setelah melatih dua klub terbesar di Jerman.

Mengabaikannya hanya karena belum memiliki pengalaman di Premier League dianggap sebagai keputusan yang kurang masuk akal.

Faktanya, pelatih seperti Pep Guardiola dan Jurgen Klopp juga datang ke Inggris tanpa pengalaman di Premier League, tetapi kemudian mampu meraih kesuksesan besar.

Sebaliknya, memiliki pengalaman di liga tersebut tidak selalu menjamin keberhasilan. Mauricio Pochettino, misalnya, sudah cukup lama bekerja di Inggris, tetapi belum tentu dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin proyek besar di Old Trafford.

Bahkan Carrick sebelumnya tidak memiliki pengalaman sebagai manajer utama sebelum menjalani periode impresifnya saat ini.

Dengan profil, filosofi permainan, serta potensinya untuk membangun proyek jangka panjang, Nagelsmann dinilai sebagai kandidat ideal untuk menciptakan era baru di Old Trafford.

Jika MU memutuskan untuk mengabaikannya, para petinggi klub berisiko membuat kesalahan besar dalam menentukan arah masa depan tim.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait