Jadwal Timnas Inggris dan Skotlandia di Piala Dunia 2026 Terancam Gara-Gara Tagihan Keamanan Belum Dibayar

Krisis dana keamanan di Stadion Foxborough, laga Timnas Inggris dan Skotlandia di Piala Dunia 2026 terancam terganggu.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 Maret 2026, 12:30 WIB
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Bola.com, Jakarta - Jadwal pertandingan Timnas Inggris dan Timnas Skotlandia di Piala Dunia 2026 terancam mengalami gangguan menyusul sengketa dana keamanan senilai 6 juta paun yang belum dibayarkan kepada satu di antara stadion tuan rumah.

Kedua tim dijadwalkan memainkan laga mereka di Gillette Stadium, stadion berkapasitas lebih dari 65.000 penonton yang terletak di kota kecil Foxborough, Massachusetts, tidak jauh dari Boston.

Advertisement

Tim asuhan Thomas Tuchel dijadwalkan menghadapi Ghana di stadion tersebut pada 23 Juni. Sementara itu, Skotlandia akan menjalani dua pertandingan, yakni melawan Haiti pada 13 Juni dan menghadapi Maroko pada 19 Juni.

Namun, rencana tersebut kini dibayangi polemik panas antara pejabat lokal Foxborough, FIFA, dan pemerintah federal Amerika Serikat.

Perselisihan ini berkaitan dengan dana 6 juta paun yang dialokasikan untuk kebutuhan keamanan, tetapi belum diterima pihak setempat.

Otoritas Foxborough bahkan menyatakan tidak akan mengeluarkan izin hiburan, dokumen yang wajib dimiliki untuk menggelar pertandingan, apabila persoalan tersebut tidak diselesaikan dalam waktu 11 hari.


Terus Lakukan Koordinasi

Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Di sisi lain, Gubernur Massachusetts, Maura Healey, menegaskan bahwa stadion tersebut tetap akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan Piala Dunia 2026 sesuai rencana.

“Piala Dunia akan tetap berlangsung, dan akan digelar di Massachusetts. Sangat menyenangkan bisa menyambut orang-orang dari seluruh dunia datang dan melihat negara bagian kami yang luar biasa," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa timnya masih terus berkoordinasi dengan pejabat lokal terkait persoalan ini.

"Saya tahu tim saya terus berhubungan dengan pejabat setempat mengenai semua ini. Saat ini ada pendanaan yang masih kami tunggu dari pemerintah federal," kata Healey.

"Situasinya tentu akan jauh lebih mudah jika pemerintah federal menyediakan pendanaan yang seharusnya mereka berikan. Itu belum terjadi sampai sekarang. Namun, kami akan terus bekerja sama dengan pejabat lokal dan semua pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini," lanjutnya.


Ingin Tuntas sebelum 17 Maret

Andrew Robertson dari Skotlandia (kiri depan), dan Lawrence Shankland (kanan depan), beserta rekan satu timnya merayakan keberhasilan mereka mengalahkan Denmark dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Glasgow, Skotlandia, Rabu (19-11-2025) dini hari WIB. (Jane Barlow/PA via AP)

Dua pekan setelah rapat Foxborough Select Meeting yang berlangsung panas, Presiden Komite Tuan Rumah Boston untuk Piala Dunia 2026, Mike Loynd, kembali menghadiri pertemuan lanjutan pada Selasa malam waktu setempat.

Ia datang bersama dua pengacara dan menegaskan komite siap menanggung biaya keamanan publik, tetapi tidak dengan pembayaran di muka.

Ketua Foxborough Select Board, Bill Yukna, menegaskan bahwa kota tersebut ingin persoalan ini tuntas sebelum tenggat 17 Maret.

"Itu tidak dapat kami terima. Sisa pembayaran harus dilakukan sebelum rapat tanggal 17 agar kami dapat memastikan tujuan dalam rencana keamanan publik bisa terlaksana," ujarnya.

Apabila dana tersebut tidak segera tersedia dan Foxborough benar-benar menolak menerbitkan izin maka kemampuan Gillette Stadium untuk menggelar pertandingan bisa terancam.

Situasi ini berpotensi berdampak langsung pada jadwal laga Inggris dan Skotlandia.

Kendati stadion itu hanya dijadwalkan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan, FIFA mengharuskan fasilitas tersebut tetap tersedia sepanjang keseluruhan turnamen yang berlangsung selama 39 hari.


Beberapa Kota Lain Juga Menunggu

Pemain Inggris, Harry Kane (kiri), merayakan gol kedua timnya bersama rekan satu timnya dalam pertandingan kualifikasi Grup K Piala Dunia 2026 antara Albania dan Inggris di Tirana, Albania, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Vlasov Sulaj)

Sejumlah kota tuan rumah lainnya, dari total 11 kota penyelenggara, juga masih menunggu bagian mereka dari dana keamanan federal sebesar 625 juta dolar AS untuk turnamen tersebut. Dana ini sedianya disalurkan oleh Federal Emergency Management Agency paling lambat 30 Januari.

Pengacara Gary Ronan menilai tidak ada alasan untuk meragukan bahwa dana hibah tersebut akan cair.

"Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa dana hibah itu tidak akan turun. Anggarannya sudah dialokasikan dan kami tahu prosesnya sedang berjalan," katanya.

Sebelumnya, pejabat keamanan publik Foxborough bekerja sama dengan FIFA untuk menyusun rencana keamanan menyeluruh menjelang turnamen.

Rencana itu mencakup kebutuhan personel dalam jumlah besar serta daftar perlengkapan yang harus tersedia sebelum kompetisi dimulai.

Mereka dijanjikan bahwa seluruh kebutuhan tersebut akan dipenuhi paling lambat 1 Juni. Namun, pihak keamanan setempat menilai tenggat waktu itu terlalu dekat dengan jadwal pertandingan.

Kepala Kepolisian Foxborough, Michael Grace, bahkan menolak proposal tersebut.

"Kita hanya berjarak sekitar 99 atau 100 hari dari penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di dunia, tetapi kita masih belum bisa menemukan pendanaan untuk peralatan penting yang sudah diidentifikasi selama lebih dari satu setengah tahun perencanaan," sentilnya.

"Menunggu sampai 1 Juni jelas tidak dapat diterima," tegas Grace.

 

Sumber: Express

Berita Terkait