Cerita Dharma Raj Tinggalkan Malaysia dan Pilih Latih Timnas Hoki Indonesia: Bukan karena Uang

Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, mengungkap cerita di balik keputusan meninggalkan Malaysia dan menerima tawaran melatih Tim Merah-Putih.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 07 Maret 2026, 12:45 WIB
Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, mengungkap cerita di balik keputusan meninggalkan Malaysia dan menerima tawaran melatih Tim Merah-Putih.

"Beberapa berita menyebut saya meninggalkan Malaysia karena uang setelah Indonesia mengalahkan Malaysia. Kadang saya membaca komentar netizen seperti itu. Padahal sama sekali tidak," buka Dharma Raj saat berbincang dengan Bola.com belum lama ini.

Advertisement

Dharma Raj menuturkan, dirinya sudah mengabdi cukup lama bersama Timnas Hoki Malaysia sebelum memutuskan pergi. Bahkan, ia telah bekerja selama lebih dari satu dekade di sana.

"Saya ingat pada 2019 setelah SEA Games Filipina. Kami menang medali emas hoki indoor putri pada 26 Desember. Saat itu kontrak saya di Malaysia memang sistemnya satu tahun sekali," ujarnya.

"Sudah 11 tahun saya di tim nasional, bukan dua atau tiga tahun. Mau masuk tahun ke-12. Tapi waktu itu semua pelatih, termasuk saya, diminta mengajukan permohonan ulang untuk mendapatkan kontrak baru," lanjutnya.

 


Kecewa Berat

Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Situasi tersebut membuatnya kecewa. Menurut Dharma Raj, keputusan itu terasa berat mengingat ia telah memberikan banyak kontribusi untuk hoki Malaysia selama belasan tahun.

"Saya waktu itu merasa kesal. Saya sudah 11 tahun di tim nasional dan memberikan prestasi. Saya meninggalkan usaha dan banyak hal untuk menjadi pelatih. Saya hanya ingin orang menghormati pekerjaan saya sebagai pelatih," katanya.

Dalam situasi tersebut, Dharma Raj mulai mempertimbangkan tawaran yang pernah ia terima dari Indonesia. Ia mengaku sudah lama memiliki hubungan baik dengan petinggi federasi hoki Indonesia.

"Pada 2014 saya berteman dengan Sekjen Federasi Hoki Indonesia. Dia pernah bilang kepada saya, 'Coach, kapan-kapan kalau mau melatih, Indonesia menunggu coach datang ke sini'," ungkapnya.

"Saya berpikir datang dulu ke Indonesia, lalu lihat bagaimana situasinya. Kalau tidak cocok, mungkin suatu hari saya bisa pindah lagi," imbuh dia.

 


Berani Ambil Risiko

Saat itu, pelatih asal Malaysia tersebut juga mengetahui federasi hoki Indonesia masih mengalami dualisme. Namun, ia mendapat keyakinan masalah tersebut akan segera diselesaikan.

"Federasi waktu itu memberikan saya keyakinan kalau mereka akan menjadi satu. Setelah hampir dua tahun FHI menjadi satu federasi bukan dualisme lagi. Setelah itu Indonesia bisa kembali mengikuti pertandingan internasional," tuturnya.

"Nah, tetap saya dianggap sebagai stupid lah karena pergi ke Indonesia waktu itu karena kan dualisme. Padahal bisa bermain di internasional dan untuk apa pergi ke Indonesia?"

"Saya berada di Jawa Barat awalnya waktu itu untuk melatih PON Papua 2021. Itu dapat dua medali emas untuk mereka di tim putra dan putri. Walaupun saya sudah di Timnas Hoki Indonesia, saya diizinkan untuk menjadi konsultan di Medan back to back lagi," sambungnya.

 


Pandangan tentang Indonesia Berubah saat Pandemi

Dharma Raj sempat berpikir akan bolak-balik Malaysia karena jaraknya yang dekat. Namun situasi berubah ketika pandemi COVID-19 melanda dunia.

"Malangnya waktu saya masuk ke Indonesia COVID datang. 18 bulan saya enggak bisa pulang. Makanya saya lama di Bandung. Nah, 18 bulan inilah saya mulai mencintai Indonesia," kenangnya.

"Waktu COVID Malaysia ditutup, tetapi di Indonesia masih bisa pergi ke satu tempat, boleh ke mana-mana dan waktu itu saya peluang untuk keliling Indonesia. Saya enggak bisa pulang ke Malaysia, sedangkan di Indonesia bisa bergerak."

"18 bulan itu saya belajar tentang keramahan orang Indonesia. Saya suka ketekunan mereka kerajinan mereka taat mereka kepada guru, kepada pelatih ya itu semua yang buat saya minat di Indonesia," tutup Dharma Raj.

Berita Terkait