Baru Seumur Jagung di Ajax Langsung Kena Kritik, Maarten Paes: Saya Bukan Tipe Orang yang Lari dari Tekanan!

Maarten Paes angkat bicara seputar kritik yang diarahkan kepadanya, meski ia baru tampil dua kali bersama Ajax.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 07 Maret 2026, 16:30 WIB
Bek Ajax asal Kroasia #37, Josip Sutalo (kiri), penyerang Ajax asal Belanda #25, Wout Weghorst (kedua dari kiri), dan bek FC Zwolle asal Belanda #47, Tristan Gooijer (keempat dari kiri), dan kiper Ajax asal Indonesia-Belanda #01, Maarten Paes (kanan), melompat untuk mengejar bola pada pertandingan Eredivisie Belanda antara PEC Zwolle dan Ajax Amsterdam di stadion MAC3Park di Zwolle pada 1 Maret 2026. (Tobias Kleuver/ANP/AFP)

Bola.com, Jakarta - Maarten Paes dapat banyak kritik, hanya setelah dua kali melakoni pertandingan bersama Ajax Amsterdam. Kiper andalan Timnas Indonesia itu direkrut Ajax dari FC Dallas pada awal Februari 2026.

Awalnya, Maarten Paes diplot sebagai penjaga gawang kedua di belakang Vitezslav Jaros. Namun, musim Jaros dipastikan berakhir karena cedera dalam sesi latihan. Alhasil, Paes naik pangkat menjadi kiper utama.

Advertisement

Paes telah menjalani dua pertandingan, masing-masing melawan NEC Nijmegen dan PEC Zwolle.

Debut Maarten Paes terjadi saat Ajax bermain 1-1 melawan NEC Nijmegen di kandang sendiri, dua pekan lalu. Penampilan keduanya terjadi saat menahan 0-0 tuan rumah PEC Zwolle, Minggu (1-3-2026).

Dalam dua penampilannya itu, Maarten Paes kena kritik pundit maupun komentator sepak bola Belanda.


Dihujani Kritik Pedas

Maarten Paes menjalani debut bersama Ajax Amsterdam saat menjamu NEC Nijmegen dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026 di Johan Cruyff ArenA, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. (Instagram Maarten Paes)

Analis ESPN Belanda, Kees Kwakman, mengklaim mengamati penampilan Maarten Paes. Dari situ, ia menilai Paes masih gugup, terutama saat menjalani debut melawan NEC pekan lalu. Disusul aksinya melawan Zwolle yang sempat melakukan blunder, yang beruntung tidak menjadi gol.

"Paes menjadi penjaga gawang utama Ajax di pertandingan pertamanya, dan tentu ada ketegangan di sana. Melawan NEC adalah laga sulit, dia sering berada di bawah tekanan," kata Kwakman dikutip dari laman Voetbal Primeur.

Analis dari ESPN Belanda lainnya, Kenneth Perez, juga punya penilaiannya. Kritikannya bahkan terasa pedas. 

"Mereka (Ajax) memiliki kiper yang paling merepotkan dalam sejarah," kata analis asal Denmark itu dengan tegas.

"Paes itu, dia memainkan bola-bola paling gila. Anda harus menjaganya dengan bersih, atau tidak menjaganya sama sekali," kata Perez.


Tak Cocok Main Build-up

Maarten Paes di Ajax Amsterdam. (Dok. ajax.nl)

Masih ada kritik lain, kali ini dari Wim Kieft. Mantan pesepak bola Belanda yang kini menjadi pengamat itu terkejut dengan penampilan buruk Ajax melawan PEC Zwolle.

Ia menilai Ajax bermain sangat buruk dan memprihatinkan. Maarten Paes hingga pelatih Fred Grim tak luput dari kritik mantan pemain Ajax itu.

Pengamatan Kieft adalah soal permainan build-up Ajax yang berjalan kacau.

"Kiper itu terus saja mengoper bola kepada bek. Kalau saya akan mengoper bola panjang saja karena mereka sama sekali tidak bisa membangun serangan di Ajax. Tidak ada yang bisa membangun serangan di Ajax," cetus Kieft.


Melawan Tekanan

Maarten Paes di Ajax Amsterdam musim 2025/2026. (Dok. Ajax)

Dengan semua kritikan itu, Maarten Paes memilih tetap berpikir positif. Ia mengakui ada banyak tekanan dalam dua penampilan terakhirnya, tetapi fokusnya adalah di atas lapangan adalah untuk mengawal gawang dari ancaman pemain lawan.

Secara statistik, Paes melakukan tujuh penyelamatan krusial saat menghadapi NEC. Disusul dua penyelamatan gemilang di markas Zwolle.

"Ajax adalah langkah besar dalam karier saya. Saya sudah bisa merasakan bahwa saya mencetak rekor pribadi untuk kekuatan lompatan dan kekakuan pergelangan kaki, istilah yang biasa digunakan penjaga gawang. Dan di lapangan, semuanya terjadi jauh lebih cepat daripada yang biasa saya alami. Ada tekanan dan saya bukan tipe orang yang lari dari tekanan itu. Secara keseluruhan, saya pikir ini sangat cocok," kata Maarten Paes di laman resmi Ajax.

"Saya rasa saya disambut dengan sangat baik oleh tim. Debut saya datang lebih cepat dari yang diharapkan, terutama karena saya sedang menghadapi banyak hal di luar lapangan. Misalnya, pindah rumah dan urusan administrasi. Langkah baru selalu menyenangkan, terutama ketika Anda memasuki ruang ganti yang baru," imbuhnya.

"Sangat menyenangkan bekerja di klub ini. Keluar dari zona nyaman sesekali itu baik, karena keluar berarti pertumbuhan. Saya tidak sabar untuk menciptakan kenangan indah bersama," tegas pemilik 10 caps di Timnas Indonesia tersebut.

Paes kemungkinan akan diturunkan kembali saat Ajax menantang tuan rumah Groningen pada pekan ke-26 Eredivisie di Serdar Gözübüyük, Sabtu (7-3-2026) malam nanti.

Berita Terkait