Cuma Dapat 4 Poin dalam 5 Laga, Alarm Bahaya Persebaya Menuju Keterpurukan di BRI Super League

Persebaya Surabaya sedang dalam periode terburuk di BRI Super League 2025/2026. Bagaimana tidak, mereka tercatat hanya meraih empat poin dalam lima laga. Rinciannya masing-masing satu menang serta seri, dan tiga lainnya kalah.

BolaCom | Aditya WanyDiterbitkan 09 Maret 2026, 15:30 WIB
Kelompok Bonek yang terdapat di tribune utara atau Green Nord melalukan boikot saat Persebaya Surabaya meladeni Persipura Jayapura di Gelora Bung Tomo, Jumat (2/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya sedang dalam periode terburuk di BRI Super League 2025/2026. Bagaimana tidak, mereka tercatat hanya meraih empat poin dalam lima laga. Rinciannya masing-masing satu menang serta seri, dan tiga lainnya kalah.

Rentetan hasil buruk ini dimulai dengan kekalahan 1-2 saat menjamu Bhayangkara FC (14/2/2026). Kekalahan itu bahkan menghentikan catatan tak terkalahkan dalam 13 laga beruntun sebelumnya.

Advertisement

Berikutnya, mereka takluk 1-3 di markas Persijap Jepara (21/2/2026). Bajul Ijo sempat bangkit dengan menang 1-0 atas PSM Makassar (25/2/2026), tapi kemudian harus puas berbagi angka dengan skor 2-2 saat menjamu Persib Bandung (2/3/2026).

Terbaru, Persebaya dipaksa menelan pil pahit dengan skor 1-5 di markas Borneo FC, Sabtu (7/3/2026). Itu merupakan kekalahan terbesar tim asal Kota Pahlawan tersebut selama musim ini.

Hasil tersebut semakin menegaskan penurunan performa tim dalam beberapa pertandingan terakhir. Persebaya tampak kesulitan menjaga konsistensi permainan di tengah persaingan liga yang semakin ketat.

 


Kata-kata Bernardo Tavares

Bernardo Tavares untuk pertama kalinya memimpin sesi latihan Persebaya Surabaya di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (6/1/2026) sore WIB. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Pelatih Bernardo Tavares pun mengakui timnya harus segera melakukan evaluasi besar-besaran setelah kekalahan menyakitkan tersebut.

Menurutnya, lawan tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang muncul sepanjang pertandingan. Hal itu menjadi salah satu faktor utama yang membuat Persebaya kesulitan mengejar ketertinggalan.

“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Tavares menilai para pemain sebenarnya telah berusaha menjalankan instruksi yang diberikan sebelum pertandingan dimulai. Strategi yang disiapkan tim pelatih juga sudah dipahami oleh pemain.

Para pemain diminta tampil agresif sejak awal pertandingan, berani memenangkan duel di berbagai sektor, serta memaksimalkan peluang di lini serang.

“Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” sambungnya.

 


Soal Gol Borneo FC

Duel Borneo FC vs Persebaya di BRI Super League (Dok Persebaya)

Ia juga menyoroti beberapa gol yang dicetak Borneo FC sebenarnya telah diprediksi dalam sesi persiapan sebelum laga. Salah satu ancaman yang diantisipasi adalah kemampuan pemain tuan rumah melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

“Kami sudah membahas hal itu dalam persiapan. Kami mencoba menutup ruang di sekitar kotak penalti karena kami tahu mereka memiliki pemain dengan tembakan kuat dari luar kotak,” jelasnya.

Meski tertinggal dalam pertandingan, Persebaya tetap mencoba bermain terbuka hingga akhir laga. Tim berusaha menciptakan peluang demi memperkecil selisih gol.

“Ketika kami tertinggal, kami punya dua pilihan, menyerah atau terus mencoba. Kami memilih untuk tetap menyerang. Tetapi ketika kami membuka ruang, Borneo kembali mencetak gol,” ungkapnya.

 


Jeda Panjang

Ini merupakan pertandingan terakhir Persebaya di bulan Ramadan. Kompetisi akan jeda lebaran sekaligus FIFA Matchday. Bajul Ijo baru akan bertanding lagi hampir sebulan kemudian, tepatnya pada 4 April 2026, dengan menjamu Persita Tangerang.

Jeda waktu cukup panjang ini wajib dimanfaatkan Persebaya untuk berbenah. Selain Persita, lawan-lawan tim berat macam Persija Jakarta dan Malut United sudah menanti. Belum lagi ada derbi melawan Arema FC, Madura United, hingga Persik Kediri.

Jika gagal memanfaatkan momentum bangkit, bukan tidak mungkin Bruno Moreira dkk. semakin terpuruk dan mengalami penurunan peringkat di klasemen Super League.


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait