Legenda Real Madrid Sebut Tidak Masuk Akal Pecat Xabi Alonso dan Tunjuk Alvaro Arbeloa sebagai Pengganti, Disuruh Contoh Barcelona

Masa depan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid mulai diselimuti ketidakpastian. Meski baru ditunjuk pada Januari lalu, muncul spekulasi bahwa manajemen klub tidak akan memberikan perpanjangan kontrak kepadanya.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 09 Maret 2026, 17:00 WIB
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memantau situasi dari bangku cadangan sebelum leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid mulai diselimuti ketidakpastian. Meski baru ditunjuk pada Januari lalu, muncul spekulasi bahwa manajemen klub tidak akan memberikan perpanjangan kontrak kepadanya.

Arbeloa mengambil alih kursi pelatih setelah Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid melalui kesepakatan bersama usai kekalahan di final Piala Super Spanyol dari Barcelona.

Advertisement

Awalnya era baru di bawah Arbeloa berjalan cukup menjanjikan. Namun dalam beberapa pekan terakhir performa Los Blancos mulai menurun. Situasi tersebut membuat Real Madrid kini tertinggal empat poin dari Barcelona dalam perburuan gelar La Liga.

Mantan bek Real Madrid, Ivan Helguera, secara terbuka mengkritik keputusan klub menunjuk Arbeloa sebagai pengganti Alonso.

 

 


Kritik Helguera

Menurut Helguera, keputusan memecat Alonso sendiri sudah tidak masuk akal. Jika memang pergantian pelatih harus dilakukan, ia menilai Madrid seharusnya memilih pelatih yang lebih berpengalaman.

"Tidak masuk akal memecat Xabi Alonso. Jika Anda memecatnya, Anda harus membawa pelatih berpengalaman ke ruang ganti untuk menghadapi situasi seperti ini,” kata Helguera.

"Sejak awal Anda langsung menunjuk pelatih muda yang belum pernah melatih di La Liga. Saya tidak berpikir Arbeloa adalah sosok yang tepat untuk situasi seperti ini. Real Madrid tidak bisa bereksperimen di bangku cadangan pada momen yang begitu sensitif," tambahnya. 

 

 


Real Madrid Diminta Belajar dari Barcelona

Paruh kedua pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Serangan silih berganti dilakukan. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Uruguay, Federico Valverde (kiri) dan penyerang Barcelona asal Spanyol, Lamine Yamal berebut bola saat pertandingan final Piala Super Spanyol di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah pada Minggu 11 Januari 2026 waktu setempat atau Senin 12 Januari 2026 dini hari WIB. (Fadel SENNA/AFP)

Selain menyoroti keputusan pelatih, Helguera juga mengkritik kebijakan Real Madrid terkait pengelolaan akademi. Menurutnya, klub ibu kota Spanyol itu tertinggal dari Barcelona dalam hal memaksimalkan pemain muda.

“Fakta bahwa Barcelona memiliki akademi yang hebat membuat segalanya lebih mudah bagi mereka. Itu adalah sesuatu yang harus dipelajari Real Madrid,” ujarnya.

Helguera menilai Barcelona memiliki identitas permainan yang jelas karena filosofi klub tetap dijaga, siapa pun pelatihnya.

“Seorang pelatih datang dan bermain dengan satu cara, lalu pelatih berikutnya datang dengan gaya yang berbeda. Itu tidak terjadi di Barcelona. Di sana pelatih yang harus beradaptasi," ungkap Helguera. 


Mental Juara Los Blancos

Kylian Mbappe dari Real Madrid berebut bola dengan Ronald Araujo dari Barcelona dalam pertandingan La Liga di Santiago Bernabeu, Minggu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)   

Meski demikian, ia tetap mengakui bahwa mental juara yang dimiliki Real Madrid menjadi salah satu keunggulan dibanding rival abadinya tersebut.

“Mungkin mental pemenang itu sedikit kurang di Barcelona, sementara itu adalah hal yang selalu dimiliki Real Madrid. Namun saya sangat menyukai cara Barcelona mengelola akademinya, itu luar biasa,” kata Helguera.


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait