Bola.com, Jakarta - Persaingan para kontestan BRI Super League 2025/2026 tak hanya seru di papan atas. Pergerakan posisi tim di papan bawah juga tidak kalah sengit.
Mereka berjuang untuk lepas dari jeratan degradasi ke Pegadaian Championship musim depan.
Saat ini, lima tim dengan posisi terbawah adalah Madura United dengan 20 poin ada di peringkat ke-14, Persijap Jepara dengan 20 poin ada di posisi ke-15.
Kemudian ada PSBS Biak di peringkat ke-16 dengan 18 poin. Lalu Persis Solo di posisi ke-17 dengan 17 poin dan Semen Padang FC juga mengoleksi nilai 17 ada di posisi ke-18 alias juru kunci.
Catatan perolehan poin PSM Makassar yang ada di peringkat ke-13 dengan nilai 24 juga tentunya belum sepenuhnya aman. Dengan hanya menyisakan 10 laga saja dari total 34 pertandingan dalam semusim untuk tiap tim, pergerakan dalam papan klasemen masih bisa terjadi dengan kemungkinan apa pun.
Butuh Kemenangan
Melihat perhitungan poin yang ada saat ini, kemenangan yang didapat tiap tim di papan bawah akan memiliki peran besar untuk dapat mengerek posisi di papan klasemen. Tambahan tiga poin juga akan menaikkan mental bertarung mereka.
Saat ini, Persijap menjadi tim dengan grafik yang membaik mulai pekan ke-21. Masih berada di posisi ke-17 di pekan 21, Laskar Kalinyamat merangkak naik selangkah demi selangkah di pekan-pekan berikutnya.
Naik ke peringkat ke-16 di pekan 22, kemudian naik lagi ke posisi 15 di pekan 23 yang berarti lepas dari zona merah yang masih dipertahankan di pekan ke-24.
Semen Padang Loyo
Berbanding terbalik dengan Semen Padang yang sejak pekan ke-21 menunjukkan grafik posisi yang terus merosot. Di pekan 21 masih ada di peringkat 16, kemudian di pekan ke-22 turun jadi posisi 17 lalu di pekan 23 turun lagi ke peringkat 18 hingga pekan ke-24 usai.
Pada pekan ke-25 ini sangat terbuka kemungkinan perubahan komposisi di klasemen papan bawah yang tentunya akan sangat menarik untuk dinantikan. Termasuk juga tentunya laga dua tim papan bawah yakni PSBS Biak melawan Semen Padang FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Senin (9/3/2026) ini yang berpotensi menghadirkan drama terbaru.
Semen Padang yang tengah terus melorot posisinya, hadir dengan semangat dan motivasi baru dengan kehadiran pelatih kepala barunya, Imran Nahumarury.