Pesan Ampuh Imran Nahumarury: 10 Laga Sisa Semen Padang di BRI Super League Dianggap Final

Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, mengungkapkan pesan penting yang disampaikan kepada para pemain sebelum menghadapi PSBS Biak.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 11 Maret 2026, 12:00 WIB
Imran Nahumarury terpilih menjadi pelatih terbaik BRI Liga 1 2024/2025 untuk periode Maret 2025. (Dok. Malut United.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, mengungkapkan pesan penting yang disampaikan kepada para pemain sebelum menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026. Apa katanya?

Pelatih asal Tulehu, Maluku tersebut mengatakan 10 pertandingan sisa musim ini harus diperlakukan layaknya partai final. Pesan tersebut terbukti ampuh.

Advertisement

Semen Padang sukses meraih kemenangan 2-0 atas PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (9/3/2026) malam WIB. Dua gol Kabau Sirah dicetak lewat brace Guillermo Fernandez Hierro.

Hasil tersebut memang belum mengangkat Tim Kabau Sirah keluar dari zona degradasi. Namun, tambahan tiga poin membuat Semen Padang naik dua peringkat ke posisi 16 dengan koleksi 20 poin.

 


Pesan Ampuh Imran

Pelatih Malut United di BRI Liga 1 2024/2025, Imran Nahumarury (Dok. Malut United)

Kemenangan tersebut juga terasa spesial karena menjadi debut manis bagi Imran Nahumarury. Seperti diketahui, ia baru diperkenalkan sebagai pelatih anyar Semen Padang pada Kamis (5/3/2026), menggantikan peran Dejan Antonic.

"Saya bilang di meeting, '10 pertandingan itu saya anggap final.' Saya anggap itu final. Alhamdulillah step by step bisa mendapatkan poin," ungkap Imran Nahumarury.

"Sekali lagi, terima kasih buat para pemain yang tampil luar biasa, penonton dan masyarakat juga. Ini bisa menjadi modal bagi kita untuk hasil positif di depan," sambungnya.

 


Perubahan Taktik Berbuah Manis

Semen Padang meraih kemenangan 2-0 atas PSBS Biak pada laga pekan ke-25 BRI Super League musim ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (9/3/2026) malam WIB. (dok. PSBS Biak)

Imran juga mengakui duel melawan PSBS tidak berjalan mudah, terutama karena lawan tampil cukup solid. Bahkan sejak awal pertandingan ia sudah memprediksi laga bakal berlangsung sulit.

"Sangat tidak mudah ya, melawan tim yang berada di papan tengah atau papan atas itu tidak mudah. Apalagi kemarin mereka main dengan babak yang sangat luar biasa," ujarnya.

"Tapi ketika saya datang mereka sangat antusias, mereka sangat luar biasa. Jadi ibarat tim ini bahan yang sudah ada. Saya cuma datang sedikit kita poles begini dan mereka bisa gitu. Kita bisa lihat di babak pertama saya sudah prediksi sangat sulit, pasti akan sulit."

"Ketika di babak kedua saya melakukan perubahan taktikal dan itu berhasil. Untungnya para pemain yang main pun bisa menjalankan taktikal. Jadi intinya, siapapun yang main saya yakin dan percaya mereka bisa menjalankan kemauan pelatih," imbuh dia.

 


Modal Penting Jelang Jeda Kompetisi

Kemenangan atas PSBS menjadi laga terakhir Semen Padang sebelum kompetisi memasuki masa jeda. BRI Super League sementara diliburkan karena Hari Raya Idul Fitri dan akan kembali bergulir mulai 3 April 2026.

Imran berharap hasil positif tersebut bisa menjadi momentum bagi Semen Padang untuk bangkit. Masih ada sembilan pertandingan lagi yang harus mereka perjuangkan demi bertahan di kasta tertinggi.

"Ya, ini semua berkat kerja keras pemain, taktikal yang sangat luar biasa. Tapi kami sadar ini perjalanan masih jauh. Tapi kemenangan ini tentu harapan saya menjadi modal bagi kami untuk melangkah di babak selanjutnya," pungkas Imran.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait