Bola.com, Jakarta - Sebagai klub tersukses dan satu di antara yang paling besar di Indonesia, Persija Jakarta tidak hanya punya suporter yang banyak, tetapi juga haters yang tak sedikit pula.
Tim berjuluk Macan Kemayoran itu pun kerap mendapatkan ejekan dari netizen. Mulai dari "APBD FC" karena Persija disponsori oleh empat BUMD dan mendapatkan dukungan dari Gubernur Jakarta, Pramono Anung.
Selain itu, label "Anak Papa" juga kerap ditujukan kepada tim ibu kota karena keberadaan Ferry Paulus sebagai Direktur Utama I.League, yang notabene adalah mantan bos Persija.
Merespons terkait tuduhan "Anak Papa" ke Macan Kemayoran, Bambang Pamungkas selaku Direktur Olahraga Persija memilih untuk tidak ambil pusing. Dia enggan membicarakannya lebih jauh.
Baru 2 Kali Juara di Era Bambang Pamungkas
Buat pria yang karib dipanggil Bepe itu, sebutan "Anak Papa" telah ia dengar ketika masih aktif bermain dan membela Persija dalam tiga periode pada 1999-2005, 2017-2013, dan 2015-2019.
Sepanjang karier Bepe di tim ibu kota, Persija baru juara Liga Indonesia dua kali. Pertama pada 2001 dan terakhir 2019. Total, Macan Kemayoran punya sebelas gelar sejak berdiri pada 1928.
"Saya tidak mau jawab masalah itu. Karena rasanya sebutan 'Anak Papa' itu sejak saya masih bermain. Jadi, sudah terlalu expired untuk dibahas," ujar Bepe dalam Ngopi Bareng Persija di Kantor Persija, Jakarta Selatan, Selasa (10-3-2026).
Istilah Anak Papa Ramai Lagi
Belakangan, istilah "Papa" juga dipakai oleh pembina Semen Padang, Andre Rosiade, hingga manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri.
Setelah Semen Padang berhasil mengalahkan Persija 1-0 pada 22 Desember 2025, Andre berkomentar, "Yang protes silakan lapor LIB, kan Papa Ferry Paulus masih Dirut LIB."
Sementara, Dandri menjelaskan unggahan "Roda zaman menggilas kita. Karena yang punya 'papa-papa' makin menggila dengan segala caranya" sehari sebelum melawan Persija pada 2 Maret 2026.
Adapun, Direktur Persija, Mohamad Prapanca, kebingungan dengan cap "Anak Papa" kepada Rizky Ridho dkk. Pria yang karib dipanggil Panca itu menjawab sambil berkelakar.
"Memang kita anaknya dari bapak kita masing-masing, bagaimana sih? Siapa sih yang ngomong?" kata Panca.