Miliano Jonathans Cedera ACL, John Herdman Belum Memutuskan Akan Memanggil Pemain Baru atau Tidak

Miliano Jonathans harus abssen lama karena kembali mengalami cedera ACL.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 11 Maret 2026, 11:45 WIB
Penyerang Timnas Indonesia, Miliano Jonathans, beraksi dalam FIFA Matchday melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Nasib sial dialami oleh Miliano Jonathans. Winger Timnas Indonesia itu mengalami cedera ACL cukup parah saat memperkuat Excelsior melawan Heerenveen dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026, Minggu (8/3/2026).

Miliano Jonathans harus absen cukup lama karena cedera itu. Sangat kecil peluang bagi Jonathans untuk membela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 yang akan dimulai pada 27 Maret.

Advertisement

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menyebut saat ini pelatih Timnas Indonesia, John Herdman masih belum mengambil keputusan. Apakah akan memanggil pemain baru pengganti Miliano Jonathans atau tidak. 

"Kami masih menunggu keputusan dari John Herdman," kata Sumadji saat dihubungi Bola.com, Rabu (11/3/2026).


Kata-kata Miliano Jonathans

Pemain Timnas Indonesia dan Excelsior, Miliano Jonathans, meringis kesakitan setelah lututnya dihajar pemain lawan. (Dok. Vi.NL/Pro Shot)

Miliano Jonathans pun angkat suara beberapa hari setelah cedera parah itu. Pemain berusia 21 tahun itu tampak pasrah dengan cedera yang ia alami. 

"Apa yang bisa saya katakan. Ini bukan kabar yang saya harapkan. Cedera ligamen krusiatum kedua saya dalam dua tahun. Saya akan kembali lebih kuat," kata Jonathans dalam unggahannya di Instagram. 

Miliano Jonathans rupanya pernah mengalami cedera serius yang sama dua tahun lalu. Saat itu Jonathans masih bermain di Vitesse Arnhem.


Skuad Sementara Timnas Indonesia Menuju FIFA Series 2026

Sebelum menangani Timnas Indonesia, John Herdman dikenal sebagai pelatih dengan rekam jejak mentereng. Dia adalah sosok kunci di balik kesuksesan Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, yang jadi momen bersejarah sepak bola Kanada karena jadi yang pertama setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Kiper

  • Emil Audero Mulyadi (Cremonese)
  • Maarten Paes (Ajax)
  • Nadeo Argawinata (Borneo FC)
  • Cahya Supriadi (PSIM)
  • Ernando Ari (Persebaya)

Belakang

  • Jay Idzes (Sassuolo)
  • Kevin Diks (Borussia Monchengladbach)
  • Dean James (Go Ahead Eagles)
  • Elkan Baggott (Ipswich Town)
  • Justin Hubner (Fortuna Sittard)
  • Nathan Tjoe-A-On (Willem II)
  • Dony Tri Pamungkas (Persija)
  • Rizky Ridho (Persija)
  • Sandy Walsh (Buriram United)
  • Fajar Fathurrahman (Persija)
  • Muhammad Ferarri (Bhayangkara FC)
  • Yance Sayuri (Malut United)

Tengah

  • Calvin Verdonk (Lille)
  • Joey Pelupessy (Lommel)
  • Eliano Reijnders (Persib)
  • Ivar Jenner (Dewa United)
  • Jordi Amat (Persija)
  • Marc Klok (Persib)
  • Ricky Kambuaya (Dewa United)
  • Witan Sulaeman (Persija)
  • Egy Maulana Vikri (Dewa United)
  • Tim Geypens (Emmen)
  • Arkhan Fikri (Arema FC)
  • Ezra Walian (Persik)
  • Victor Dethan (PSM)

Depan

  • Miliano Jonathans (Excelsior)
  • Ole Romeny (Oxford United)
  • Ragnar Oratmangoen (Dender)
  • Beckham Putra (Persib)
  • Mauro Zijilstra (Persija)
  • Ramadhan Sananta (DPMM)
  • Yakob Sayuri (Malut United)
  • Adrian Wibowo (LA FC)
  • Hokky Caraka (Persita)
  • Jens Raven (Bali United)
  • Stefano Lilipaly (Dewa United)

Berita Terkait