Kritik Tomas Trucha untuk Pemain Asia Tenggara: Jarang yang Punya Motivasi Bermain di Luar Negeri

Tomas Trucha menjalani musim debut bersama PSM Makassar di BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 12 Maret 2026, 14:30 WIB
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha selepas menjalani sesi wawancara eksklusif dengan Bola.com di Jakarta pada 23 Februari 2026. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Tomas Trucha menukangi PSM Makassar di BRI Super League 2025/2026. Pelatih asal Republik Ceska itu menggantikan posisi Bernardo Tavares jelang pertengahan musim.

Tomas Trucha memiliki pengalaman yang menarik. Sebelumnya, pelatih berusia 54 tahun itu pernah lama berkelana di Afrika. Ia juga pernah melatih Penang di Malaysia. 

Advertisement

Bola.com belum lama ini mendapatkan kesempatan wawancara secara eksklusif dengan Tomas Trucha. Banyak hal yang disampaikan pelatih yang kerap menggunakan topi saat memimpin tim asuhannya di lapangan itu.

Salah satu yang dia sampaikan adalah soal perbedaan pemain dari Afrika dan kawasan Asia Tenggara, terutama dari Malaysia dan Indonesia. Trucha melontarkan pernyataan yang menarik.

"Afrika penuh dengan talenta, banyak dari mereka yang datang dari keluarga miskin. Bahkan terkadang mereka tidak punya orang tua. Tetapi mereka memiliki keinginan dan motivasi besar untuk sukses, meninggalkan rumah dan bermain di luar negeri," ujar Tomas Trucha kepada Bola.com. 


Jarang yang Punya Motivasi Bermain di Luar Negeri

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha selepas menjalani sesi wawancara eksklusif dengan Bola.com di Jakarta pada 23 Februari 2026. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Menurut Tomas Trucha, mayoritas pemain Afrika memiliki mental baja. Mereka bahkan sangat termotivasi untuk bermain di luar negeri.

Situasi berbeda terjadi di Indonesia dan Malaysia. Menurut Trucha, para pemain dari kawasan itu tampak lebih nyaman hanya bermain di dalam negeri. 

"Ketika dibandingkan di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia, motivasi yang dimiliki pemainu ntuk bermain di luar negeri tidak sebesar itu," kata Tomas Trucha. 


Belum Jadi Prioritas

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha saat mendampingi tim asuhannya bertandang ke markas Persija Jakarta, Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (20/2/2026) malam WIB dalam laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. (Bola.com/Abdul Aziz)

Lebih lanjut, Tomas Trucha merasa sepak bola belum menjadi prioritas di Indonesia dan Malaysia. Banyak orang tua dari dua negara tersebut yang merasa pendidikan jauh lebih penting.

"Para pemain tidak terlalu lapar untuk mengejar mimpi. Saya juga merasa orang tua di kawasan ini lebih senang menyuruh anaknya ke sekolah, sepak bola tidak begitu penting, atau bukan masa depan," jelas pelatih yang pernah melatih di Kenya, Botswana, dan Afrika Selatan itu.

"Level kehidupan di Indonesia juga sangat tinggi untuk pesepak bola, dalam hal popularitas dan komersial juga," tandas Tomas Trucha. 


Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Berita Terkait