Bola.com, Jakarta - Pertarungan Mike Tyson versus Floyd Mayweather Jr. menjadi satu di antara laga tinju paling tidak terduga yang pernah dibicarakan.
Di tengah maraknya duel tinju dan pertandingan ekshibisi dalam beberapa tahun terakhir, duel dua legenda ini sebelumnya hampir tak pernah terpikirkan akan benar-benar terjadi.
Namun, menurut laporan jurnalis The Ring, Mike Coppinger, duel tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 April mendatang di Kongo.
Kendati negara Afrika itu bukan lokasi yang biasa menjadi tuan rumah pertarungan tinju besar, tempat tersebut pernah mencatat sejarah ketika Muhammad Ali menghadapi George Foreman dalam duel legendaris Rumble in the Jungle pada 1974.
Tyson Kembali Naik Ring
Tyson, mantan juara dunia kelas berat yang dikenal dengan julukan "Iron Mike", dijadwalkan kembali naik ring untuk pertama kalinya sejak kekalahannya dari Jake Paul pada November 2024.
Saat wacana pertarungan ini pertama kali muncul pada September 2025, Tyson mengaku bahkan dirinya sendiri tidak pernah membayangkan duel tersebut akan terjadi.
"Pertarungan ini adalah sesuatu yang tidak pernah dibayangkan dunia maupun saya sendiri akan terjadi," kata Tyson.
Ia juga sempat melontarkan sindiran kepada calon lawannya.
"Namun, tinju kini memasuki era baru yang penuh ketidakpastian, dan pertarungan ini mungkin yang paling tak terduga. Saya masih tidak percaya Floyd benar-benar ingin melakukan ini. Ini bisa berdampak buruk bagi kesehatannya, tetapi dia ingin melakukannya, jadi kontraknya sudah ditandatangani dan pertarungan ini akan terjadi," ucapnya.
Mayweather Tetap Percaya Diri
Di sisi lain, Mayweather, yang pensiun dengan rekor sempurna 50 kemenangan tanpa kekalahan, juga tetap aktif dalam berbagai laga ekshibisi. Satu di natara yang paling dikenal adalah ketika ia menghadapi Logan Paul.
Mayweather menyatakan keyakinannya menjelang duel dengan Tyson.
"Saya sudah menjalani ini selama 30 tahun dan tidak ada satu pun petinju yang bisa merusak warisan saya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap langkah yang ia ambil selalu bertujuan besar.
"Kalian sudah tahu, jika saya melakukan sesuatu, itu akan menjadi sesuatu yang besar dan legendaris. Saya yang terbaik dalam bisnis tinju. Ekshibisi ini akan memberikan apa yang diinginkan para penggemar.”
Belakangan ini Tyson juga kembali menegaskan bahwa pertarungan tersebut masih tetap direncanakan.
"Ya, pertarungan itu akan terjadi. Tentu saja terjadi! Kalian pikir saya akan melewatkan itu? Saya hanya menjalani hidup saya seperti biasa, dia yang menantang saya," balas Tyson.
Promotor Beri Penjelasan
Berdasarkan pengumuman awal, duel ini akan dipromotori oleh CSI Sports atau Fight Sport. Menariknya, perusahaan tersebut sebelumnya belum pernah mempromosikan kartu pertandingan besar.
Sebagian penggemar sempat khawatir setelah penampilan Tyson melawan Jake Paul, ketika petinju yang saat itu berusia 58 tahun terlihat kesulitan.
Namun, pihak promotor, melalui Richard Miele dan Craig Miele, tetap optimistis terhadap potensi acara ini.
"Mike Tyson dan Floyd Mayweather adalah dua nama dan kepribadian paling menarik dengan warisan besar di dunia olahraga. Mereka adalah ikon abad ke-21," kata mereka.
Mereka bahkan memprediksi pertarungan ini bisa memecahkan berbagai rekor.
"Tyson vs Mayweather akan memecahkan setiap rekor siaran, streaming, dan ekonomi yang pernah diciptakan Mike Tyson pada 2024."
Aturan Pertarungan
Sejauh ini, detail aturan pertandingan yang diumumkan masih terbatas. Duel ini akan berlangsung dalam format delapan ronde, dengan masing-masing ronde berdurasi dua menit.
Tidak ada batas berat badan yang ditetapkan, sebuah keputusan yang dianggap berisiko mengingat perbedaan kelas antara kedua petinju.
Pada pertarungan terakhirnya, Tyson memiliki berat sekitar 228 pon, sementara Mayweather hanya sekitar 160 pon.
Pihak promotor juga menjanjikan kampanye promosi besar menjelang acara tersebut, termasuk pendekatan baru dalam penyajian pertandingan.
"Kami merencanakan kampanye promosi besar dengan cerita premium setiap minggu serta jangkauan pemasaran global. Acara ini akan digelar di venue kelas dunia dan disiarkan ke penonton global dengan teknologi baru di dalam ring yang akan mengubah cara tinju dipresentasikan dan cara penilaian dilakukan selama bertahun-tahun ke depan," ujar mereka.
Sumber: Give Me Sport