F1 2026 di Ambang Kekacauan, Beberapa GP Terancam Batal

F1 musim 2026 terancam kacau, beberapa seri Grand Prix (GP) berpotensi dibatalkan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 Maret 2026, 10:45 WIB
Formula 1. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bola.com, Jakarta - Formula 1 musim 2026 terancam berubah drastis setelah dua balapan di Timur Tengah kemungkinan besar dibatalkan akibat konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Pihak Formula 1 diperkirakan akan mengumumkan secara resmi akhir pekan ini bahwa GP Bahrain dan GP Arab Saudi tidak dapat digelar sesuai jadwal.

Advertisement

Sebelumnya, musim F1 2026 direncanakan memiliki 24 seri, menyamai musim 2025 sebagai kalender terpanjang dalam sejarah ajang tersebut.

Balapan kedua musim ini digelar akhir pekan ini di Shanghai melalui GP China.

Namun, kekhawatiran terkait kondisi keamanan di Timur Tengah membuat jumlah balapan musim ini kemungkinan berkurang menjadi 22 seri.


Bahrain dan Arab Saudi Terancam Dicoret

Charles Leclerc memulai balapan dari pole position dan dengan mantap melahap 57 lap di Bahrain International Circuit. (AFP/Ozan Kose)

Dua balapan yang terancam dicoret dari kalender adalah seri di Bahrain dan Arab Saudi yang sedianya berlangsung pada April mendatang.

Dampak situasi keamanan bahkan sudah terasa sebelum musim dimulai.

Pemasok ban resmi F1, Pirelli, sebelumnya terpaksa membatalkan sebuah acara terkait pengujian ban di Bahrain menjelang seri pembuka musim di GP Australia. 

Keputusan itu diambil setelah rekaman yang disiarkan BBC menunjukkan puing-puing beterbangan di sekitar Bahrain National Communication Centre.

Lokasi tersebut hanya berjarak sekitar 15 mil dari sirkuit tempat balapan F1 digelar.


Ingin Ditunda, tapi...

Kemenangan itu menjadi kali ke-21 dalam karier Verstappen sekaligus mempersembahkan poin pertama bagi sang pebalap Belanda pada musim ini menyusul gagalnya dua mobil Red Bull finis di Bahrain. (AP/Hassan Ammar)

Formula 1 sebenarnya berupaya menunda keputusan pembatalan selama mungkin. Namun, laporan Daily Mail menyebutkan mobil balap serta berbagai peralatan penting harus mulai dikirim ke kawasan Teluk paling lambat pertengahan pekan depan.

Laporan yang sama menyebutkan keputusan resmi kemungkinan diumumkan dalam 48 jam ke depan.

CEO Formula 1, Stefano Domenicali, disebut memprioritaskan keselamatan sekitar 3.000 orang yang terlibat dalam operasional setiap seri balapan.

Meski situasi di Jeddah dinilai relatif lebih stabil, balapan di sana tetap terancam batal. Hal ini karena penyelenggaraan GP Arab Saudi berkaitan erat dengan seri di GP Bahrain. Jika salah satu balapan dibatalkan maka seri lainnya hampir pasti juga tidak akan digelar.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait