Pecco Bagnaia Bantah Klaim Sang Mentor, Valentino Rossi Dirinya Kena Mental Gara-gara Marc Marquez

Pecco Bagnaia menanggapi klaim sang mentor di akademi VR46, Valentino Rossi bahwa masalahnya di Ducati disebabkan oleh kehebatan Marc Marquez dengan motor yang setara.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 17 Maret 2026, 08:45 WIB
Launching motor Ducati Desmosedici GP26 jelang MotoGP 2026. Tim ini masih diperkuat Pecco Bagnaia dan Marc Marquez. (X/Ducati)

Bola.com, Jakarta - Pecco Bagnaia menanggapi klaim sang mentor di akademi VR46, Valentino Rossi bahwa masalahnya di Ducati disebabkan oleh kehebatan Marc Marquez dengan motor yang setara.

Meskipun balapan di atas motor yang sama yang terbukti dominan di tangan Marc Marquez di MotoGP 2025, Pecco Bagnaia justru mengalami musim terburuknya bersama tim pabrikan Ducati sejak tiba di Borgo Panigale pada tahun 2021.

Advertisement

Pembalap Italia itu meminta bantuan dari semua orang yang bisa dia hubungi selama musim yang sulit tersebut, termasuk Casey Stoner, yang memberikan beberapa nasihat bermanfaat kepada Pecco Bagnaia yang membantunya selama satu akhir pekan balapan di Motegi, Jepang.

Tokoh terbaru yang mengomentari kesulitan Peccp Bagnaia adalah sang gurunya di akademi, Valentino Rossi. Dalam sebuah diskusi meja bundar dengan sejumlah anggota Hall of Fame MotoGP, Valentino Rossi berteori bahwa Pecco Bagnaia secara psikologis terpengaruh oleh dominasi Marquez dengan motor Ducati tahun lalu.

 

 


Pecco Bagnaia: Saya Menderita Bukan karena Marc

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan GPOne menjelang balapan MotoGP Brasil akhir pekan ini, Pecco Bagnaia ditanya tentang pendapatnya mengenai komentar Rossi.

Pembalap Italia itu telah menjelaskan bahwa pihak Ducati sendiri tidak menomorsatukan seorang pembalap dan Bagnaia membantah klaim Valentino Rossi bahwa Marc Marquez adalah penyebab masalahnya.

"Marc datang dan mendominasi," kata Bagnaia. "Tidak ada yang bisa Anda katakan tentang itu. Saya tidak bisa mengendalikan motor yang telah berubah dari tahun sebelumnya, ketika motor itu sempurna," ujar juara dunia MotoGP dua kali itu. 

“Saya benar-benar kesulitan, saya tidak menderita karena Marc, tetapi karena saya tidak dapat memenuhi potensi saya," tambahnya. 


Belajar dari Kegagalan

Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez dan Pecco Bagnaia (c) AP Photo/Kittinun Rodsupan

Pecco Bagnaia kemudian ditanya apakah dirinya belajar dari pengalaman pahit dikalahkan Marc Marquez secara telak di MotoGP 2025 dengan motor yang sama.  "Anda selalu belajar. Yang saya sadari adalah bahwa saya bisa kompetitif ketika motor memiliki potensi," tegasnya. 

"Saya sedang berusaha belajar untuk memberikan lebih banyak dari diri saya sendiri ketika ada kekurangan, seperti yang terjadi di Thailand atau sepanjang tahun lalu," ungkapnya. 

Berita Terkait