Bola.com, Jakarta - Keputusan kontroversial dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang mencabut gelar juara Timnas Senegal di Piala Afrika 2025 langsung memicu reaksi keras dari para pemain.
Pada Selasa malam atau Rabu (18-3-2026) pagi WIB, CAF secara resmi menetapkan Timnas Maroko sebagai juara Piala Afrika 2025, meski sebelumnya mereka kalah 0-1 dari Senegal di partai final yang berlangsung dramatis.
Keputusan ini diambil 58 hari setelah laga tersebut digelar, tepatnya pada 18 Januari 2026.
Laga final itu memang penuh kontroversi. Di masa injury time babak kedua, Maroko mendapat penalti setelah Brahim Diaz dianggap dilanggar oleh bek El Hadji Malick Diouf. Keputusan itu memicu protes keras dari kubu Senegal.
Pelatih Timnas Senegal, Pape Thiaw, memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan. Setelah sekitar 16 menit tertunda, kapten tim, Sadio Mane, akhirnya membujuk rekan-rekannya untuk kembali melanjutkan pertandingan.
Penalti Diaz tersebut kemudian gagal dikonversi setelah ditepis kiper Edouard Mendy.
Senegal sempat memastikan kemenangan dalam laga itu, tetapi aksi protes yang berujung penundaan panjang rupanya berbuah konsekuensi serius.
CAF kemudian membatalkan hasil pertandingan dan menetapkan kemenangan 3-0 untuk Maroko.
Respons Pemain Senegal
Tak lama setelah pengumuman tersebut, sejumlah pemain Senegal meluapkan reaksi mereka di media sosial.
Gelandang Senegal, Habib Diarra, mengunggah beberapa foto dirinya bersama trofi Piala Afrika 2025 serta video parade kemenangan di Dakar.
Sementara itu, Pathe Ciss memilih respons yang lebih santai dengan mengunggah fotonya bersama trofi disertai emoji tertawa.
Reaksi lebih blak-blakan datang dari Pape Demba Diop yang menulis, "Saya rasa kita sedang berada di rumah sakit jiwa."
Bek Moussa Niakhate juga tak kalah tegas. Ia mengunggah foto bersama trofi dengan keterangan, "Ini bukan AI. Ini nyata."
Dasar Keputusan
Dalam pernyataan resminya, CAF menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil oleh Komite Banding dengan merujuk pada Pasal 84 regulasi AFCON.
Senegal dinyatakan kalah secara administratif (forfeit) sehingga hasil pertandingan ditetapkan 3-0 untuk Maroko.
Selain itu, banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Maroko dikabulkan, sementara keputusan sebelumnya dari Komite Disiplin dibatalkan. CAF juga menilai tindakan Timnas Senegal melanggar regulasi turnamen.
Tak hanya itu, CAF turut mengeluarkan sejumlah putusan tambahan, termasuk sanksi kepada pemain Maroko, Ismael Saibari, yang dinyatakan melakukan pelanggaran disiplin.
Ia dijatuhi larangan bermain dalam dua laga resmi CAF, dengan satu pertandingan di antaranya ditangguhkan, serta denda sebelumnya dibatalkan.
Federasi Maroko juga tetap dinyatakan bertanggung jawab atas sejumlah insiden dalam pertandingan, termasuk ulah ball boy dan penggunaan laser, meski beberapa denda dikurangi.
Sumber: Sportbible