Galatasaray Tuduh Liverpool Tutupi Insiden Noa Lang dengan Isu Konate

Galatasaray menuduh Liverpool menutupi kejadian yang menimpa Noa Lang dengan menggembor-gemborkan insiden pelecahan rasial yang menimpa Ibrahima Sonate.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 21 Maret 2026, 22:15 WIB
Penyerang Manchester City, Omar Marmoush (kiri) menarik baju bek Liverpool, Ibrahima Konate (kanan) selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Manchester City dan Liverpool di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 9 November 2025. (Darren Staples / AFP)

Bola.com, Jakarta - Galatasaray melontarkan tudingan keras kepada Liverpool setelah duel kedua tim di babak 16 besar Liga Champions. Sekretaris jenderal klub, Eray Yazgan, bahkan menilai The Reds berupaya menutupi insiden yang terjadi dalam laga tersebut.

Galatasaray datang ke Anfield dengan keunggulan 1-0 berkat gol Mario Lemina di leg pertama di Istanbul. Namun, di pertemuan kedua, Kamis (19-3-2026) dini hari WIB, mereka tak mampu mempertahankan keunggulan dan justru kalah telak.

Advertisement

Liverpool menang 4-0 di Anfield lewat gol Dominik Szoboszlai, Hugo Ekitike, Ryan Gravenberch, dan Mohamed Salah untuk memastikan kelolosan.

Meski begitu, pertandingan itu diwarnai sejumlah insiden penting. Satu di antaranya ketika pemain Galatasaray, Noa Lang, mengalami cedera serius setelah tangannya tersangkut papan iklan di sisi lapangan hingga harus mendapatkan bantuan oksigen di lapangan dan dilarikan ke rumah sakit.

Di sisi lain, Liverpool juga mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengecam aksi rasis yang ditujukan kepada bek mereka, Ibrahima Konate.

Serangan tersebut muncul setelah insiden benturan dengan Victor Osimhen yang membuat striker Galatasaray itu mengalami patah lengan.


Pernyataan Liverpool

Ibrahima Konate. Bek tengah Prancis berusia 23 tahun ini didatangkan RB Leipzig dari klub Ligue-2 Prancis FC Sochaux pada awal musim 2017/2018 dengan status bebas transfer. Usai 4 musim dan total tampil dalam 94 laga di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 1 assist, ia dilepas ke Liverpool pada awal musim 2021/2022 dengan mahar senilai 40 juta euro atau setara Rp626,2 miliar. (AFP/Gyn Kirk)

Liverpool dalam pernyataannya menegaskan:

"Itu tidak manusiawi, pengecut, dan berakar dari kebencian. Rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola, tidak di masyarakat, dan tidak di mana pun, baik online maupun offline. Pemain kami bukan sasaran. Mereka adalah manusia. Pelecehan yang terus diarahkan kepada pemain, sering kali tersembunyi di balik akun anonim, adalah noda bagi permainan ini dan bagi platform yang membiarkannya terus terjadi."

Mereka juga menambahkan:

"Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada Ibrahima dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab sejauh mungkin. Namun, beban tidak bisa terus dibebankan kepada pemain dan klub untuk merespons setelah kerusakan terjadi."

"Situasi ini tidak boleh dibiarkan berlanjut. Ini harus dihadapi, ditantang, dan dihapuskan, bukan besok, tapi sekarang." 


Reaksi Galatasaray

Noa Lang kesakitan usai jempolnya cedera di laga Liverpool vs Galatasaray di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Kamis (19/03/2026) dini hari WIB. (AP Photo/.Jon Super)

Namun, pernyataan tersebut justru memicu reaksi keras dari pihak Galatasaray. Yazgan menilai Liverpool tidak menunjukkan tanggung jawab atas insiden yang menimpa Noa Lang.

"Liverpool tidak memberikan satu pun permintaan maaf kepada klub kami atau pemain kami. Ini tidak bisa diterima. Sikap diam dan pengabaian tanggung jawab ini adalah upaya untuk menutupi insiden tersebut," kata Yazgan seperti dikutip dari A Spor.

Ia juga menuding Liverpool mencoba mengalihkan perhatian.

"Sementara Liverpool bahkan belum meminta maaf, kami melihat mereka mencoba mengalihkan perhatian dengan mengangkat pernyataan-pernyataan yang mereka klaim muncul di media sosial terhadap pemain mereka sendiri, Konate."

"Di saat ada situasi serius yang mengancam kesehatan pemain, Liverpool justru mencoba mengubah topik. Klub sebesar Liverpool seharusnya terlebih dahulu mempertanggungjawabkan insiden yang terjadi di stadion mereka dan segera menyampaikan permintaan maaf yang diperlukan," cetus Yazgan.

"UEFA telah membuka investigasi atas insiden yang menyebabkan cedera pada Lang. Kami juga telah berkomunikasi dengan mereka. Kami tidak akan membiarkan ini begitu saja," lanjutnya.


Pernyataan UEFA

Noa Lang ditandu keluar lapangan usai mengalami cedera jempol di laga Liverpool vs Galatasaray di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Kamis (19/03/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

UEFA telah merespons insiden tersebut dengan menyatakan akan meninjau ulang pengaturan di sisi lapangan pada pertandingan Liga Champions mendatang, termasuk penggunaan papan LED, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Dalam pernyataannya, UEFA menyebut:

"UEFA telah meninjau kondisi yang menyebabkan kecelakaan yang dialami pemain Galatasaray, Noa Lang, dan akan meninjau pengaturan di sisi lapangan, termasuk papan LED, pada pertandingan mendatang untuk mengidentifikasi potensi risiko serupa serta meminta klub mengambil langkah yang diperlukan jika dibutuhkan. Kami mendoakan Noa Lang segera pulih sepenuhnya."

Selain itu, Galatasaray membuka peluang menempuh jalur hukum. Klub asal Turki tersebut sedang berdiskusi dengan tim hukum untuk mengajukan gugatan kompensasi, termasuk menuntut agar gaji Lang tetap ditanggung selama masa pemulihan.

"Kami sedang berdiskusi dengan pengacara. Kami akan mengajukan gugatan kompensasi kepada UEFA. Kami ingin kerugian kami, terutama terkait gaji pemain, dapat ditanggung," ujar Yazgan.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait