Terus Dibahas, Rencana Naturalisasi Dua Pemain Muda Keturunan: Aset Berharga Masa Depan Timnas Indonesia

Terkini, santer diberitakan, PSSI akan menaturalisasi setidaknya dua pemain keturunan yang masih muda. Meski belum merilis secara resmi, namun dua nama yang mencuat ke permukaan adalah Demiane Agustien dan Luke Vickery.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 23 Maret 2026, 20:15 WIB
Arsenal mengumumkan kedatangan Demiane Agustien, pemain keturunan Indonesia kelahiran Belanda pada 28 Juli 2007. Usianya baru menginjak 17 tahun. (Bola.com/Dok.Arsenal).

Bola.com, Jakarta - Jelang FIFA Series 2026 yang akan berlangsung tanggal 27 dan 30 Maret pekan depan, program naturalisasi yang digagas PSSI terus bergulir.

Terkini, santer diberitakan, PSSI akan menaturalisasi setidaknya dua pemain keturunan yang masih muda. Meski belum merilis secara resmi, namun dua nama yang mencuat ke permukaan adalah Demiane Agustien dan Luke Vickery.

Advertisement

Demiane Agustien, yang masih berusia 18 tahun, saat ini bermain untuk tim beken Inggris, Arsenal, bersama tim U-19. Selain memperkuat tim muda The Gunners, gelandang serang kelahiran 28 Juli 2007 juga tercatat sebagai pemain Timnas Belanda U-19.

Sementara, Luke Vickery, 20 tahun, bermain bersama Macarthur FC di ajang A-League, Australia. Kelahiran Hawaii, AS, berdarah Medan, Sumatra Utara, bisa diplot sebagai striker juga penyerang sayap, baik kiri maupun kanan.

Timnas Indonesia memang tengah membutuhkan suntikan di lini depan, mengingat selama ini Skuad Garuda hanya bertumpu kepada Ole Romeny semata.

Hanya saja, kehadiran Demiane Agustien dan Luke Vickery dianggap tak terlalu mendesak, terlebih jika keduanya akan dimasukkan ke tim senior.


Tidak Mendesak untuk Tim Senior, Bisa untuk Tim U-23

Aksi Luke Vickery bersama klub Australia, Macarthur di AFC Champions League Two 2025/2026. (Instagram Luke Vickery)

Demikian menurut pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan belum lama ini.

"Kalau bicara di level senior sih enggak begitu penting menurut saya. Namun, kalau bicara penting untuk masa depan sih oke, karena keduanya masih muda. Apalagi kalau kita lihat John Herdman menangani bukan hanya tim senior, tapi U-23 juga. Mungkin akan ke sana," kata Ronny Pangemanan.

Menurut pengamat yang akrab disapa Ropan, John Herdman setidaknya butuh tambahan tenaga segar di skuad Timnas Indonesia U-23.

Tak heran kalau John Herdman kemudian memanggil sejumlah pemain muda ke FIFA Series 2026, walau beberapa di antaranya dicoret ketika mengerucut jadi 24 pemain.

"Jadi dia juga ingin membangun tim yang kuat. Makanya sangat berasalan di antara lis 41 pemain kemarin itu kan banyak pemain U-23 juga yang dipanggil, termasuk Doni Tri Pamungkas, Arkhan Fikri, Jens Raven, Mauro Zijlstra. Jadi itu mungkin dengan rencana kedatangan kedua pemain itu," ujar Ropan.

Menurut Ropan, jika Demiane Agustien dan Luke Vickery benar dinaturalisasi, eksistensi keduanya di tim senior tidak begitu signifikan. Kecuali memang kalau John Herdman menjadikan Luke Vickery sebagai tendem Ole Romeny.

"Namun, kalau untuk bisa berpengaruh di level senior dengan kedatangan kedua pemain itu, enggak begitu. Untuk menambah masuk Luke Vickery oke, untuk bermain di depan dengan Ole Romeny. Dia bisa melapis Ole Romeny," tukas Ropan.

"Tapi yang saya pikir, yang paling penting adalah mereka punya masa depan di tim nasional untuk jenjang waktu ke depan," tegasnya.


Akan Sulit Bersaing?

Ditanya apakah nasib Demiane Agustien dan Luke Vickery akan sama dengan sejumlah pemain naturalisasi yang akhirnya berkarier di liga domestik Indonesia, Ropan mengatakan bisa terjadi kalau mereka tidak mendapat menit bermain yang banyak di klub masing-masing.

"Kalau saya lihat, mereka tidak mendapatkan jam bermain juga di klub sebelumnya. Itu yang membuat mereka agak sulit. Mereka sudah melihat ke depan agak berat dalam persaingan," tutur Ropan.

"Kecuali pemain-pemain yang punya talenta khusus, seperti Justin Hubner, yang masih bertahan sekarang di Fortuna Sittard, Miliano Jonathans, Dean James yang memang punya kriteria khusus," lanjutnya.

Lebih jauh Ropan mengatakan, baik Demiane Agustien maupun Luke Vickery sama-sama punya talenta dan skill yang baik. Jadi besar kemungkinan keduanya akan bertahan di klubnya masing-masing.

"Cuma Luke Vickery ini punya talenta. Kalau dia sudah bermain di level senior, bermain di Australia, ini pemain yang bagus. Tidak mungkin dua tahun kemudian dia bermain di Liga Super kita, karena dia bikin gol terus kan. Pokoknya baguslah. Jadi ini aset luar biasa," kata Ropan.

"Soal nanti pemain Arsenal U-21, Demiane Agustien, ini juga jangka panjang saya pikir. Tapi kan belum pasti juga. Belum tentu juga dia mengiyakan. Dia bilang,'Saya fokus dulu dengan tim Belanda U-19'. Ya, kita tunggu saja," pungkas Ropan.

 

Berita Terkait