Darwin Nunez Dibekukan di Arab Saudi, Bukannya Menuai Simpati Malah Dikritik Pedas

Darwin Nunez dibekukan Al Hilal, bukannya dapat simpati malah kena kritik tajam.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Maret 2026, 12:45 WIB
Aksi Darwin Nunez bersama Al Hilal (Dok. Al Hilal/@Alhilal_EN)

Bola.com, Jakarta - Nasib Darwin Nunez di Arab Saudi berubah drastis. Setelah meninggalkan Liverpool dan bergabung dengan Al Hilal, penyerang asal Uruguay itu kini justru tersingkir dari skuad liga klubnya sendiri, dan tidak semua pihak bersimpati dengan situasinya.

Nunez mengakhiri kebersamaannya selama tiga tahun di Liverpool pada musim panas lalu, sebelum hijrah ke Arab Saudi dengan nilai transfer mencapai 46 juta paun ditambah berbagai bonus.

Advertisement

Awalnya, langkah tersebut tampak menjanjikan. Ia langsung mencetak tiga gol dalam empat penampilan pertamanya di liga bersama Al Hilal, yang hingga kini belum terkalahkan dalam 26 pertandingan musim ini.

Namun, situasi berubah setelah rencana kepindahannya ke Fenerbahce pada Januari lalu gagal terwujud. Penyerang berusia 26 tahun itu kemudian dicoret dari skuad liga untuk sisa musim.

Di saat yang sama, Al Hilal justru mendatangkan legenda Prancis dan Real Madrid, Karim Benzema, dari rival mereka, Al Ittihad.

Kendati masih dipanggil ke Timnas Uruguay untuk menghadapi Inggris dan Aljazair, posisi Nunez untuk tampil di Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya aman.


Penjelasan Gus Poyet

Darwin Nunez di Al Hilal. (Dok. X @Alhilal_EN)

Legenda sepak bola Uruguay, Gus Poyet, mencoba menjelaskan situasi yang dialami kompatriotnya tersebut.

"Ia tidak bermain, sangat tidak beruntung," ujar Poyet.

"Ia mengambil keputusan pindah ke Arab Saudi, lalu mereka mendatangkan Benzema."

"Ia dikeluarkan dari skuad liga domestik, jadi hanya bisa bermain di Liga Champions Asia, dan itu menjadi masalah. Ia tidak bermain sama sekali. Tapi ingat, pemain itu berbeda-beda."

"Kadang ketika tidak bermain di klub, Anda justru ingin tampil di tim nasional dan memberikan yang terbaik untuk menunjukkan bahwa Anda masih layak," katanya.

"Semua akan bergantung pada bagaimana ia menjaga kondisi dan berlatih selama satu setengah bulan ini ketika tidak bermain," lanjut mantan gelandang Zaragoza, Chelsea, Tottenham tersebut.

Akan tetapi, pandangan berbeda datang dari Simon Jordan, yang justru menilai keputusan Nunez membawa konsekuensi yang wajar.

"Saya tentu sangat bersimpati untuk pemain 26 tahun yang pergi ke liga dengan kualitas di bawah demi uang besar... saya kira ia mendapatkan apa yang pantas ia terima," ucapnya dengan nada sinis.


Pilihan Besar

Di babak kedua, pada menit ke-51, Darwin Nunez membuat kedudukan menjadi imbang 1-1 usai menerima umpan dari Luiz Diaz. (Paul ELLIS/AFP)

Karier Nunez di Liverpool tidak selalu berjalan mulus. Pada musim pertamanya, ia mencetak 15 gol di semua kompetisi. Musim berikutnya meningkat menjadi 18 gol dan 15 assist.

Namun, performanya menurun drastis pada musim 2024/2025 dengan hanya tujuh gol sehingga peluang untuk hengkang makin terbuka hingga akhirnya benar-benar terjadi pada Agustus.

Kini bersama Al Hilal, ia hanya memiliki kesempatan tampil di Liga Champions Asia dan final Piala Raja hingga akhir musim.

Poyet menilai keputusan pindah ke Arab Saudi adalah hal yang sangat personal.

"Itu keputusan besar, dan sangat pribadi. Sulit menilai tanpa berada di posisinya, bagaimana perasaannya di Liverpool, apakah ia bermain atau tidak, benar atau salah," kata Poyet.


Keputusan Berisiko

Aksi Darwin Nunez bersama Al Hilal (Dok. Al Hilal/@Alhilal_EN)

Sementara itu, Jordan kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa risiko, meski Nunez menerima bayaran sekitar 400 ribu paun per pekan.

"Di usia 26 tahun, pergi ke liga Arab Saudi... kita tahu alasan utamanya," cetusnya

Mungkin masuk akal jika Anda pemain seperti Ivan Toney yang sudah berusia 30 tahun dan sebelumnya bermain di Brentford."

"Tapi, jika Anda bermain di Liverpool, memang bukan klub dengan bayaran tertinggi, Anda tetap digaji sangat baik dan bermain di salah satu klub terbesar."

"Anda menukarnya dengan bermain di Arab Saudi, dan inilah konsekuensinya," kata Jordan, kolumnis ternama sekaligus host di Talksport.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait