Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Roy Keane, mengungkapkan rencana masa depannya yang mengejutkan. Ia membuka kemungkinan meninggalkan Inggris, sekaligus mengakhiri perannya sebagai pundit sepak bola di televisi dalam beberapa tahun ke depan.
Keane dikenal sebagai satu di antara komentator paling blak-blakan di dunia sepak bola.
Setelah pensiun sebagai pemain, ia sempat menjalani karier sebagai pelatih dan asisten pelatih sebelum beralih ke dunia penyiaran. Namun, pria berusia 54 tahun itu menegaskan tidak ingin bertahan lama di profesi tersebut.
Dalam sebuah penampilan di acara "The Overlap on Tour" bersama Gary Neville, Ian Wright, dan Jamie Carragher pada 2024, Keane mengungkapkan keinginannya untuk pindah ke luar negeri.
"Dalam beberapa tahun ke depan, saya rasa saya akan pindah ke luar negeri," katanya.
Saat ditanya tujuan yang diinginkan, ia menyebut satu di antara negara di Eropa.
"Swiss mungkin? Negara itu indah," ujarnya.
Bagian Tak Menyenangkan
Keane menyoroti sisi kurang menyenangkan dari pekerjaannya sebagai pundit, terutama terkait interaksi dengan suporter di stadion.
"Saya rasa saya tidak akan masih melakukan pekerjaan ini dalam 10 tahun ke depan. Saya mencintai sepak bola, tapi ada gangguan saat pertandingan, perjalanan ke stadion, dan gangguan dari suporter," katanya.
"Orang-orang memanggil nama Anda; ada yang positif, ada yang negatif, itu mengganggu. Jadi menjadi pundit dalam 10 tahun? Tidak," tegasnya.
Legenda asal Irlandia itu bahkan menyinggung pengalaman tidak menyenangkan yang pernah dialaminya.
"Saya beberapa bulan lalu berada di pengadilan karena seseorang menanduk saya. Menurut Anda saya menikmati bagian itu? Tentu tidak," ucapnya.
Sedang Berduka
Peristiwa yang dimaksud terjadi setelah laga antara Arsenal melawan Manchester United pada September 2024, saat Keane bertugas sebagai analis untuk Sky Sports.
Seorang pria bernama Scott Law dinyatakan bersalah atas penyerangan tersebut dan dijatuhi larangan menghadiri pertandingan sepak bola selama tiga tahun, serta diwajibkan menjalani kerja sosial tanpa bayaran selama 80 jam dan membayar biaya hukum.
Di tengah rencana masa depannya, Keane kini sedang berduka setelah ibunya, Marie, meninggal dunia.
Dalam pernyataan keluarga, ia disebut meninggal dengan tenang di Marymount Hospice, Cork, dikelilingi orang-orang terdekat.
Keane dikenal sangat dekat dengan ibunya dan kerap pulang untuk menjenguk. Dalam satu di antara unggahannya, ia bahkan sempat bercanda bahwa sang ibu adalah “"atu-satunya bos yang ia dengarkan".
Sumber: Express