CONMEBOL Klaim Argentina Juara Finalissima 2026, Tuding Spanyol Tak Hadir

Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, melontarkan klaim kontroversial terkait Finalissima 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Maret 2026, 05:45 WIB
Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, menyampaikan pidato sebelum pengundian babak grup Copa Libertadores di Luque, Asuncion, pada 19 Maret 2026. (DANIEL DUARTE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, memicu polemik setelah menyatakan Argentina sebagai pemenang Finalissima 2026. Ia bahkan menuding Spanyol tidak hadir dalam laga tersebut.

Seperti diketahui, pertandingan Finalissima 2026 yang seharusnya mempertemukan juara Eropa dan Amerika Selatan itu resmi dibatalkan awal bulan ini.

Advertisement

Awalnya, laga direncanakan digelar di Qatar, tetapi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat venue harus dipindahkan.

Hanya, hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ada kesepakatan terkait lokasi baru sehingga pertandingan akhirnya dibatalkan.

Pihak UEFA sebelumnya menyalahkan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) atas batalnya ajang tersebut. Mereka menilai Argentina menolak semua opsi lokasi yang diajukan.


Sikap Berbeda

Starting XI Timnas Argentina saat menjalani laga uji coba melawan Timnas Angola di Luanga, Jumat (14/11/2025) malam WIB. (Dok. @AFASeleccionEN X)

Namun, CONMEBOL justru mengambil sikap berbeda. Dominguez secara terbuka menyebut Argentina sebagai juara karena Spanyol dianggap tidak hadir.

"Argentina adalah juara dua kali Finalissima. Spanyol tidak datang," ujarnya seperti dikutip Cadena SER.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF).

Ketua RFEF, Rafael Louzan, menilai klaim tersebut tidak masuk akal.

"Itu lelucon, bukan?" katanya.


Lakukan Segala Upaya

Para pemain Timnas Spanyol merayakan gol Mikel Oyarzabal dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup E melawan Timnas Georgia di Tbilisi, Georgia, Sabtu, 15 November 2025. (AP Photo/Tamuna Kulumbegashvili)

Louzan menegaskan bahwa Spanyol telah melakukan segala upaya agar pertandingan tetap bisa digelar.

"Perlu ditegaskan, Spanyol sudah melakukan segalanya agar Finalissima ini bisa dimainkan. Kami tidak menetapkan syarat apa pun. Jadi, jelas bahwa kami sangat ingin memainkan laga tersebut. Jika pihak lain tidak memiliki keinginan yang sama, saya tidak tahu… Saya yakin pada akhirnya pertandingan ini akan dimainkan. Saya ingin percaya demikian, tapi jika tidak, kita lihat saja di Piala Dunia," jelasnya.

Polemik ini pun memperkeruh hubungan antara Spanyol dan Argentina. Meski Finalissima batal, peluang kedua tim untuk tetap bertemu masih terbuka, termasuk di Piala Dunia 2026, mengingat keduanya termasuk kandidat kuat juara di Amerika Utara.

 

Sumber: Football Espana