Cucurella Kritik Keputusan Chelsea Ganti Pelatih di Tengah Musim: Dampaknya Masih Terasa

Bek Marc Cucurella melontarkan kritik terbuka terhadap kebijakan Chelsea yang mengganti pelatih di tengah musim.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 01 April 2026, 05:15 WIB
Pelatih kepala Chelsea asal Italia, Enzo Maresca, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan Liga Primer Inggris antara Chelsea dan Brentford di Stamford Bridge, London, Senin dini hari WIB (16-12-2024). (Ben STANSALL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Bek Marc Cucurella melontarkan kritik terbuka terhadap kebijakan Chelsea yang mengganti pelatih di tengah musim. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat performa tim tidak stabil dalam beberapa waktu terakhir.

Chelsea memang mengalami pergantian pelatih pada awal tahun 2026. Enzo Maresca meninggalkan klub melalui kesepakatan bersama setelah hubungan dengan manajemen memburuk. Posisi pelatih sempat diisi sementara oleh Calum McFarlane sebelum akhirnya Liam Rosenior ditunjuk sebagai pelatih tetap.

Advertisement

Meski sempat membawa angin segar di awal, performa The Blues kemudian menurun. Mereka tersingkir dari Liga Champions dan Carabao Cup, serta menelan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi.

 


Minim Waktu Adaptasi Jadi Masalah

Pemain Chelsea, Marc Cucurella, meninggalkan lapangan setelah diganjar kartu merah saat melawan Fulham pada pekan ke-21 Premier League di Stadion Craven Cottage, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Shopland)

Cucurella menilai pergantian pelatih di tengah jadwal padat menjadi kendala utama bagi tim dalam beradaptasi dengan ide permainan baru.

“Liam adalah sosok yang sangat baik dan mampu menangani grup dengan bagus. Ide sepak bolanya juga menarik, tetapi kami tidak punya waktu untuk melatihnya,” ujar Cucurella.

“Kami terus bermain setiap tiga hari, jadi latihan lebih banyak digunakan untuk pemulihan dan persiapan pertandingan. Dalam situasi seperti ini, wajar jika rencana tidak selalu berjalan baik,” lanjutnya.

 


Maresca Dinilai Lebih Stabil

Pelatih kepala Chelsea asal Italia, Enzo Maresca, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Fulham dan Chelsea di Craven Cottage di London pada tanggal 20 April 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Lebih lanjut, Cucurella mengungkapkan bahwa tim justru merasa lebih stabil saat masih ditangani Maresca. Ia bahkan menyebut pelatih asal Italia tersebut sebagai figur paling berpengaruh selama dirinya di Chelsea.

Ia juga menekankan bahwa sebuah tim membutuhkan waktu untuk benar-benar memahami filosofi permainan pelatih, sesuatu yang sulit didapat jika pergantian dilakukan secara mendadak.

“Bersama Maresca, kami jauh lebih stabil karena sudah bekerja sama selama 18 bulan. Di periode akhir, kami seperti bermain dengan insting karena sudah sangat memahami sistem,” katanya.

 


Soroti Pentingnya Kesabaran Klub

Cucurella kemudian menyinggung contoh Mikel Arteta di Arsenal, yang menurutnya mendapat kepercayaan jangka panjang hingga akhirnya mampu membawa tim bersaing di berbagai kompetisi.

“Anda butuh proses. Lihat Arsenal sekarang, mereka bersaing untuk semua trofi. Arteta sudah hampir tujuh tahun di sana, dan kepercayaan itu akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kepergian Maresca memberi dampak besar bagi tim.

“Keputusan itu sangat berpengaruh. Jika Anda bertanya kepada saya, saya tidak akan melakukannya di tengah musim. Lebih baik menunggu sampai akhir musim agar semua punya waktu untuk beradaptasi,” tegas Cucurella.

 


Instabilitas Jadi Dampak Nyata

Menurut Cucurella, situasi yang dialami Chelsea saat ini merupakan konsekuensi langsung dari perubahan yang terlalu cepat di level pelatih.

Komentar Cucurella menambah panjang daftar kritik terhadap kebijakan manajemen Chelsea, yang dalam beberapa musim terakhir memang dikenal cukup sering melakukan pergantian pelatih dalam waktu singkat.

“Ketidakstabilan ini datang dari situasi tersebut. Kami sempat ditangani pelatih sementara, lalu pelatih baru dengan ide baru, tapi tanpa waktu untuk mengembangkannya. Itulah realitanya,” pungkasnya.


Persaingan di Liga Inggris

Berita Terkait