FIFA Tegas: Iran Harus Mau Tampil di Piala Dunia 2026, Tak Ada Rencana Cadangan

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Iran tetap diharapkan ambil bagian dalam Piala Dunia 2026.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 01 April 2026, 09:30 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Bola.com/Dok.FIFA).

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Iran tetap diharapkan ambil bagian dalam Piala Dunia 2026. Ia bahkan menutup pintu terhadap segala kemungkinan perubahan jadwal atau lokasi, dengan menyatakan tidak ada “Plan B, C, atau D” untuk turnamen musim panas nanti.

Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian terkait keikutsertaan Timnas Iran, yang dipengaruhi situasi geopolitik dengan Amerika Serikat. Seperti diketahui, Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada, sementara seluruh laga fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah AS.

Advertisement

Situasi tersebut memicu beragam pernyataan dari otoritas Iran sepanjang Maret. Ada wacana boikot terhadap Amerika Serikat, tetapi di sisi lain mereka tetap ingin tampil di ajang Piala Dunia.

 


FIFA Tak Mau Ubah Rencana

(Kiri/Kanan) Presiden Argentina, Javier Milei, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadiri pertemuan perdana "Board of Peace" yang diselenggarakan oleh Presiden AS, Donald Trump, di Institute of Peace AS di Washington, DC, pada 19 Februari 2026. (SAUL LOEB/AFP)

Dalam wawancara dengan media internasional, Infantino menegaskan bahwa FIFA tidak akan mengubah rencana yang sudah ditetapkan sejak akhir 2025.

“Tidak ada Plan B, C, atau D. Hanya ada Plan A. FIFA tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, kami adalah organisasi olahraga. Tapi kami menggunakan sepak bola untuk membangun jembatan,” ujar Infantino.

Ia juga menekankan bahwa seluruh tim, termasuk Iran, diharapkan bertanding sesuai jadwal dengan semangat fair play dan saling menghormati.

“Jadwal sudah diumumkan pada Desember 2025 dan prinsip kami adalah menjalankannya sesuai rencana. Dunia menantikan pesta sepak bola, dan itulah yang akan kami hadirkan di 16 kota tuan rumah,” tambahnya.

 


Opsi Relokasi Ditolak

Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Sempat muncul usulan agar pertandingan Iran dipindahkan ke luar Amerika Serikat, dengan Meksiko disebut siap menjadi alternatif lokasi. Namun, Infantino secara tidak langsung menolak opsi tersebut.

Menurutnya, lokasi pertandingan sudah ditetapkan dan tidak akan diubah, meskipun situasi politik masih dinamis.

FIFA juga disebut terus berkomunikasi dengan federasi sepak bola Iran untuk memastikan partisipasi mereka tetap berjalan sesuai rencana.

 


Sikap Iran Masih Abu-abu

Iran menyusul Jepang untuk tampil di pesta akbar sepakbola tersebut. Iran mendapatkan tiket lolos itu setelah berimbang 2-2 kontra Uzbekistan di Azadi Stadium, Selasa (25/3/2025) malam WIB. Iran memang cuma butuh satu poin untuk lolos. (AFP)

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, sebelumnya menyatakan sikap unik terkait situasi ini.

“Kami akan memboikot Amerika, tetapi tidak akan memboikot Piala Dunia,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Olahraga Iran sempat melarang tim nasional maupun klub untuk bepergian ke negara yang dianggap “tidak aman” bagi atlet mereka. Meski tidak menyebut Amerika Serikat secara langsung, isu keamanan menjadi perhatian utama.

 


Faktor Keamanan Jadi Sorotan

Asisten pengundian, Tom Brady, Asisten pengundian, Shaquille O’Neal, Konduktor Samantha Johnson, Legenda FIFA, Rio Ferdinand, Asisten pengundian, Aaron Judge, dan Asisten pengundian, Wayne Gretzky berdiri di atas panggung saat Iran ditampilkan di layar selama Pengundian Resmi Piala Dunia 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada 5 Desember 2025 di Washington, DC. (Kevin Dietsch/Getty Images via AFP)

Kekhawatiran juga datang dari pihak Amerika Serikat. Presiden Donald Trump sempat menyebut kehadiran Iran mungkin tidak “tepat” demi keselamatan mereka sendiri.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari akun resmi tim nasional Iran yang menegaskan bahwa tidak ada pihak yang bisa mengeluarkan mereka dari Piala Dunia.

Sebagai balasan, Trump menegaskan bahwa turnamen tersebut akan menjadi “acara olahraga terbesar dan paling aman dalam sejarah Amerika.”

Dengan sikap tegas FIFA yang tak ingin mengubah rencana, kini bola berada di tangan Iran untuk menentukan langkah akhir mereka. Di tengah tensi politik yang belum mereda, keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 tetap menjadi salah satu isu paling menarik untuk diikuti dalam beberapa bulan ke depan.

Berita Terkait