Timnas Inggris Tanpa Kemenangan saat Hadapi Uruguay dan Jepang, Thomas Tuchel Dilema Menentukan Skuad Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Inggris tersebut sebelumnya memanggil 35 pemain untuk laga di Wembley melawan Uruguay dan Jepang, serta mengambil langkah tak biasa dengan membagi para pemainnya ke dalam dua pemusatan latihan.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 01 April 2026, 11:15 WIB
Pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel menerapkan strategi aneh untuk dua laga FIFA Matchday menjelang Piala Dunia 2026. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Thomas Tuchel menyatakan kini memiliki lebih banyak kejelasan setelah pertandingan kandang terakhir Timnas Inggris sebelum Piala Dunia 2026. Namun, kekalahan 0-1 dari Jepang tampaknya justru memunculkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban bagi sang pelatih.

Pelatih Timnas Inggris tersebut sebelumnya memanggil 35 pemain untuk laga di Wembley melawan Uruguay dan Jepang, serta mengambil langkah tak biasa dengan membagi para pemainnya ke dalam dua pemusatan latihan.

Advertisement

Hasil imbang 1-1 melawan Uruguay pada Sabtu (28/3/2026) dini hari WIB menampilkan sebagian besar tim pelapis kedua, yang sayangnya gagal menunjukkan performa meyakinkan untuk bisa masuk ke dalam skuad utama Piala Dunia 2026.

Timnas Inggris yang berstatus runners-up Euro 2024 ini memang mendominasi penguasaan bola saat melawan Jepang di Wembley, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, tapi mereka kekurangan ketajaman, percikan kreativitas, dan kelancaran alur bola di laga terakhir sebelum Tuchel mengumumkan skuad Piala Dunia.

Pertandingan itu akhirnya ditentukan oleh gol indah Kaoru Mitoma di babak pertama yang memberikan kemenangan perdana bagi Jepang atas Inggris.


Badai Cedera dan Tuntutan Fisik Klub

Meskipun begitu, strategi pelatih asal Jerman tersebut akan membuka lebih banyak opsi pemain sekaligus menjaga kondisi fisik para bintang utamanya. (AFP/Paul Ellis)

Tuchel sebenarnya berharap bisa menurunkan para pemain pilihan utamanya, tapi ia terpaksa merombak rencananya karena banyaknya pemain yang mundur.

Duo Arsenal, Declan Rice dan Bukayo Saka, harus keluar dari skuad bersama bek Manchester City John Stones. Sementara itu, Harry Kane hanya bisa menonton dari tribune karena cedera ringan, dan Jude Bellingham dibiarkan duduk di bangku cadangan.

Merespons hasil mengecewakan tersebut, Tuchel yang tampak kecewa membeberkan faktor-faktor penyebabnya, dengan menggarisbawahi beratnya tuntutan sepak bola klub menjelang akhir musim.

"Kami tahu kami harus menghadapi ujian berat di jeda internasional ini karena para pemain sangat berinvestasi di sepak bola klub, mereka sangat berinvestasi di sepak bola Eropa dan di liga yang paling menguras fisik yang pernah ada," ujarnya.

"Kami bermain melawan dua tim peringkat 20 besar, sangat terlatih, lawan yang sangat bagus, yang datang dengan susunan pemain terbaik mereka."

"Kami mendapati tujuh, delapan cedera yang mengharuskan pemain meninggalkan kamp. Itu bukan alasan, itu hanya penjelasan mengapa semuanya tidak berjalan dengan sangat mulus dan mungkin tidak berada di level tertinggi yang kami harapkan," tambahnya.


Sosok Harry Kane yang Tak Tergantikan

Timnas Inggris - Ilustrasi Harry Kane (Bola.com/Adreanus Titus)

Inggris adalah salah satu negara favorit juara saat mereka berusaha memenangkan Piala Dunia pertama sejak 1966. Di atas kertas, Tuchel memiliki skuad yang mumpuni untuk melaju hingga akhir.

Namun, pertanyaan besar masih membayangi posisi-posisi kunci di sisa delapan minggu sebelum pelatih asal Jerman itu mengumumkan skuadnya.

Harry Kane, yang telah mencetak 48 gol dalam 40 pertandingan selama musim gemilangnya bersama Bayern Munchen, tampaknya sama sekali tidak tergantikan.

Tuchel, yang menurunkan penyerang Dominic Solanke dan Dominic Calvert-Lewin selama dua laga persahabatan tersebut, mengakui kaptennya itu adalah sosok yang unik.

"Bayern Munchen tanpa kehadiran Harry Kane tidak memiliki ancaman yang sama. Tidak ada tim di dunia ini yang memiliki ancaman yang sama. Itu hal yang wajar," ujarnya.

Di lini tengah, absennya Jude Bellingham justru secara tak langsung meningkatkan reputasinya meski ia tidak menendang bola sama sekali di dua laga tersebut.

Morgan Rogers dari Aston Villa, yang disebut-sebut sebagai saingan Bellingham untuk peran nomor 10, hanya sesekali menunjukkan bakatnya saat melawan Jepang.

Sementara di sisi lain, Phil Foden dan Cole Palmer gagal memberikan kontribusi serangan yang cukup memuaskan untuk mengamankan posisi starter di Amerika Serikat nanti.

Absennya Declan Rice juga sangat terasa, meskipun Elliot Anderson tampil cukup baik untuk menunjukkan ia adalah mitra yang layak bagi pemain Arsenal tersebut di lini tengah.

Sementara di pertahanan tengah, Marc Guehi dan Ezri Konsa sempat mengalami beberapa momen goyah melawan Jepang, kendati mereka kemungkinan besar akan menjadi starter melawan Kroasia di Dallas pada 17 Juni, selagi posisi bek kiri juga masih diperebutkan.


Kecemasan Menanti Bergulirnya Piala Dunia 2026

(Dari kiri ke kanan) Bek Inggris #02 Kyle Walker, kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 Ezri Konsa, bek Inggris #12 Dan Burn, gelandang Inggris #17 Curtis Jones, gelandang Inggris #10 Jude Bellingham, dan penyerang Inggris #11 Marcus Rashford, (dari kiri ke kanan) gelandang Inggris #04 Declan Rice, penyerang Inggris #09 Harry Kane, bek Inggris #23 Myles Lewis-Skelly, dan gelandang Inggris #07 Phil Foden, berpose untuk foto bersama sebelum kick-off pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K antara Inggris dan Albania, di stadion Wembley di London, Sabtu dini hari WIB (22-3-2025). (Glyn KIRK/AFP)

Dengan nada optimistis, Tuchel mengatakan ia kini memiliki lebih banyak kejelasan mengenai skuadnya meskipun hasil uji coba mengecewakan.

Akan tetapi, ia mengakui bahwa dirinya akan memantau kondisi pemainnya dengan gugup selama beberapa minggu ke depan.

"Akan sangat menakutkan untuk menonton TV di akhir pekan karena mulai sekarang setiap cedera otot bisa berarti seorang pemain harus absen," katanya.

"Pemusatan latihan ini tidak akan mendefinisikan kami dan kami memiliki waktu dua bulan untuk mencernanya, mengambil pelajaran, menominasikan skuad kami, dan membuat para pemain kembali sehat."

"Semoga mereka tetap sehat, kami memiliki pilihan skuad yang penuh dan kemudian kami akan mengejar mimpi kami mulai bulan Juni," lanjutnya.

Sumber: France24

Berita Terkait