Ada Peran Rekan Setim Jay Idzes dan Kevin Diks yang Bikin Italia Gagal ke Piala Dunia 2026

Italia kalah dalam drama adu penalti dari tuan rumah Bosnia-Herzegovina dalam laga final playoff zona Eropa di Stadion Bilino Polje, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 01 April 2026, 16:15 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks berbincang dengan Jay Idzes saat melawan Timnas Lebanon dalam laga FIFA Matchday 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Timnas Italia secara tragis kembali gagal tampil di putaran final Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun. Sebuah pukulan telak bagi Gli Azzurri ketika mereka harus melupakan penampilan di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Italia kalah dalam drama adu penalti dari tuan rumah Bosnia-Herzegovina dalam laga final playoff zona Eropa di Stadion Bilino Polje, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Advertisement

Dalam waktu normal permainan, Moise Kean membuka asa Italia lewat gol yang dicetaknya saat laga berjalan 15 menit, memanfaatkan assist Nicolo Barella.

Sayangnya, Italia harus bermain dengan 10 orang setelah Alessandro Bastoni diusir wasit pada menit ke-41. Bek Inter Milan itu melakukan pelanggaran keras dengan melancarkan tekel ke Amar Memic.

Kalah jumlah pemain dimanfaatkan oleh Bosnia dengan menyamakan kedudukan lewat Haris Tabakovic pada menit ke-79, yang kemudian skor 1-1 bertahan hingga waktu normal 90 menit berakhir.

 
 

Kalah dalam Adu Penalti

Bosnia dan Herzegovina menyingkirkan Italia setelah menang adu penalti 4-1 dalam final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. (AP Photo/Armin Durgut)

Skor masih sama kuat 1-1 juga bertahan hingga babak perpanjangan waktu, yang memaksa pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Hasilnya, empat eksekutor Bosnia berhasil menjadi gol.

Sementara Italia hanya bisa mencetak satu gol melalui Sandro Tonali, sebab bola eksekusi dari Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal masuk. Italia dipastikan tersingkir alias gagal tampil di Piala Dunia 2026 pada Juni-Juli mendatang.

Bagi Italia, kegagalan ini juga merupakan ketiga kalinya secara beruntun. Gli Azzurri mengulangi kegagalan ke Piala Dunia seperti pada edisi 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.

Menarik untuk dibahas, rupanya ada peran dari rekan satu klub dari dua penggawa Timnas Indonesia di balik keberhasilan Bosnia untuk menyingkirkan Italia.

Bek Tarik Muharemovic, serta striker Haris Tabakovic ikut berperan besar membuat Italia kembali hanya menjadi penonton di panggung Piala Dunia.


Tarik Muharemovic

Selebrasi Tarik Muharemovic (kedua dari kiri) usai mencetak gol di laga Sassuolo vs Fiorentina di pekan ke-14 Serie A 2025/2026 di Mapei Stadium, Sabtu (06/12/2025). (Gianni Santandrea/LaPresse via AP)

 

Nama pertama adalah Tarik Muharemovic. Bagi para pemerhati kiprah kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes di klubnya Sassuolo, pasti familiar dengan nama Tarik Muharemovic.

Bek tengah andalan Sassuolo yang merupakan tandem sejati Jay Idzes dalam mengarungi persaingan di Serie A. Pemain berusia 23 tahun itu bermain disiplin dalam meladeni penyerangan Italia.

Muharemovic memperoleh rating di angka 8,0 saat membela Bosnia menghadapi Italia dini hari tadi. Ia melakukan 116 sentuhan bola, 10 kali aksi bertahan, 1 tekel, 1 blok, 8 kali sapuan, dan lima kali recoveries.

Laga versus Italia merupakan penampilannya yang ke-12 untuk Timnas Bosnia senior. Kesuksesannya kali ini membuat Muharemovic akan tampil untuk pertama kalinya di ajang sebesar Piala Dunia.


Haris Tabakovic

Borussia Monchengladbach harus menanti hingga menit kedua injury time babak kedua untuk menyamakan kedudukan. Gol penyeimbang itu dicetak oleh Haris Tabakovic. (Federico Gambarini/dpa via AP)

 

Berikutnya adalah penyerang Bosnia, Haris Tabakovic. Ia merupakan rekan satu tim bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, di klub Jerman Borussia Monchengladbach.

Tabakovic bisa dibilang pahlawan bagi Bosnia untuk menggenggam tiket ke Piala Dunia 2026. Pemain berusia 31 tahun adalah pencetak gol negaranya ke gawang Italia di waktu normal, padahal baru masuk pada menit ke-72.

Tabakovic dengan dingin menaklukkan Gianluigi Donnarumma usai memanfaatkan assist dari Edin Dzeko pada menit ke-79. Tidak cukup sampai di situ, Tabakovic ikut mencetak gol dalam adu penalti, sebagai eksekutor kedua.

Atas penampilanya, Tabakovic memperoleh rating di angka 7,0 setelah aksi-aksinya selama 49 menit bermain. Meski hanya melakukan enam kali sentuhan bola, Tabakovic mencetak gol krusial penyeimbang kedudukan.

Berita Terkait