Pengakuan Radja Nainggolan Menyesal Tidak Memilih Timnas Indonesia: kalau Tahu Semuanya Berakhir Seperti Ini...

Radja Nainggolan menyesal tidak memilih untuk membela Timnas Indonesia ketika mengingat akhir kariernya bersama Timnas Belgia yang tidak sesuai dengan harapan.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 03 April 2026, 07:30 WIB
Reaksi kecewa pemain Bhayangkara FC, Radja Nainggolan saat menghadapi PSS Sleman pada laga pekan ke-25 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Radja Nainggolan menyesal tidak memilih untuk membela Timnas Indonesia ketika mengingat akhir kariernya bersama Timnas Belgia yang tidak sesuai dengan harapan.

Dalam wawancaranya dengan De Tafel van Gert yang dinukil dari media Belanda, Voetbal Primeur, Nainggolan mengungkap kekecewaannya karena tidak dipanggil Belgia untuk Piala Dunia 2018.

Advertisement

Ketika itu, Nainggolan berkonflik dengan pelatih Belgia, Roberto Martinez, yang membuat kiprahnya bersama tim berjulukan De Rode Duivels itu berakhir pada Maret 2018.

"Saya sangat terpukul dengan hal itu. Saya telah mengorbankan hidup saya untuk bisa bermain bagi Rode Duivels. Saya sempat mengatakan hal ini sebelumnya," ujar Nainggolan.

"Jika saya tahu semuanya akan berakhir seperti ini, maka saya akan lebih cepat memilih Indonesia. Saya bangga menjadi orang Belgia," jelasnya.


Main di Indonesia Setengah Musim

Pemain Bhayangkara FC, Radja Nainggolan bersiap melepaskan tendangan saat menghadapi PSS Sleman pada laga pekan ke-25 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Nainggolan lahir di Antwerp, Belgia, pada 4 Mei 1988. Dia punya darah Indonesia dari ayahnya, Marius Nainggolan, yang berasal dari Sumatra Utara.

Di pengujung perjalanan sepak bolanya, Nainggolan sempat mampir mengais rezeki di Indonesia. Mantan pemain AS Roma dan Inter Milan itu memperkuat Bhayangkara FC selama setengah musim pada akhir 2023 hingga pertengahan 2024.

"Saya bermain sepak bola di Indonesia selama enam bulan. Rasa hormat dan apresiasi yang saya terima dari masyarakat di sana benar-benar berbeda jauh dibandingkan dengan dunia sepak bola Belgia," ucap Nainggolan.


9 Tahun Bela Belgia

Selama sembilan tahun bersama De Rode Duivels, Nainggolan mencatatkan 30 penampilan dengan perolehan enam gol dan tiga assist. Kini, ia masih bermain untuk Patro Eisden di kasta kedua Liga Belgia.

"Pada 2018 saya tidak dibawa ke Piala Dunia karena dianggap akan menimbulkan masalah di bangku cadangan," terang Nainggolan.

"Itu omong kosong besar. Saat itu saya bilang, kalau begitu sudah selesai," imbuh pemain berdarah batak tersebut.

Sumber: De Rode Duivels, Voetbal Primeur

Berita Terkait