Capello Minta Gattuso Tahan Diri: Jangan Mundur Dulu, Italia Kandas karena Kesalahan Fatal!

Tekanan besar tengah menyelimuti Timnas Italia setelah kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 03 April 2026, 11:30 WIB
Italia sempat unggul lebih dulu melalui gol Moise Kean pada menit ke-15. Namun, pada menit ke-79, Bosnia dan Herzegovina berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Haris Tabakovic. Tampak dalam foto, pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, berjalan keluar lapangan usai pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Tekanan besar tengah menyelimuti Timnas Italia setelah kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Hasil buruk ini memicu gelombang perubahan di tubuh sepak bola Italia, mulai dari jajaran federasi hingga tim nasional.

Gabriele Gravina sudah lebih dulu mengundurkan diri dari jabatan Presiden FIGC. Tak lama berselang, kepala delegasi tim nasional, Gianluigi Buffon, juga mengambil langkah serupa.

Advertisement

Kini, sorotan mengarah kepada pelatih Gennaro Gattuso. Ia disebut-sebut akan menjadi figur berikutnya yang meninggalkan posisinya, seiring kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia.

Namun, di tengah derasnya tekanan tersebut, suara berbeda datang dari mantan pelatih senior Italia, Fabio Capello, yang meminta Gattuso untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan.

 


Capello: Tunggu Dua Laga Lagi

Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, tampak sedih setelah dikalahkan dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Italia dan Norwegia, di Stadion San Siro, Milan, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Stefano RELLANDINI/AFP)

Capello menilai Gattuso masih layak diberi waktu, setidaknya hingga dua pertandingan berikutnya sebelum menentukan masa depannya bersama tim nasional.

“Saya akan menunggu dua pertandingan berikutnya sebelum membuat keputusan tentang Gattuso.”

Menurut Capello, situasi yang dihadapi Gattuso tidak sepenuhnya ideal sejak awal. Ia mengambil alih tim di tengah jalan, saat kualifikasi sudah berjalan di bawah kepemimpinan Luciano Spalletti.

“Jangan lupa, dia mengambil alih tim ketika kualifikasi sudah berjalan. Dia mampu membawa karakter dan determinasi ke dalam tim.”

Capello juga menyoroti momen krusial yang menjadi titik balik kegagalan Italia.

“Sayangnya, dan ini menyedihkan untuk dikatakan, kami harus membayar mahal karena kesalahan individu yang sangat mendasar. Jika tidak, mungkin kami bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.”

 


Momen Krusial: Kartu Merah Bastoni

Pelatih kepala Marseille asal Italia, Gennaro Gattuso, bereaksi selama pertandingan Liga Prancis antara Stade Brestois 29 (Brest) dan Olympique de Marseille (OM) di stadion Francis-Le Ble di Brest, Prancis barat, pada 18 Februari 2024. (FRED TANNEAU/AFP)

Kegagalan Italia tak lepas dari insiden penting di laga play-off melawan Bosnia dan Herzegovina.

Saat unggul 1-0, bek Alessandro Bastoni menerima kartu merah akibat tekel yang terlambat. Situasi itu memaksa Italia bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam.

Italia akhirnya hanya mampu bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu, sebelum kalah dalam adu penalti. Kekalahan tersebut memastikan kegagalan mereka melangkah ke Piala Dunia.

Padahal, secara keseluruhan, performa Gattuso tidak sepenuhnya buruk. Dari delapan pertandingan yang dijalani, ia mencatatkan enam kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang yang berujung kekalahan adu penalti.

 


Kandidat Pengganti Mulai Bermunculan

Di tengah ketidakpastian masa depan Gattuso, sejumlah nama mulai dikaitkan sebagai calon pengganti. Dua di antaranya adalah Antonio Conte dan Roberto Mancini, yang pernah menangani tim nasional Italia sebelumnya.

Namun, Capello mengingatkan bahwa penilaian terhadap kandidat tidak bisa hanya berdasarkan prestasi masa lalu.

“Kita harus melihat bukan hanya apa yang mereka menangkan di masa lalu, tetapi juga bagaimana mereka meninggalkan jabatan tersebut. Ada banyak hal yang harus dievaluasi.”

 


Sikap Tegas Buffon Dapat Apresiasi

Sementara itu, keputusan Buffon untuk mundur juga mendapat perhatian khusus. Ia bahkan mengaku sempat ingin langsung mengundurkan diri usai laga di Zenica, meski sempat diminta menunggu.

Capello menilai sikap tersebut sebagai bentuk tanggung jawab.

“Gigi adalah sosok yang sangat lugas dan tidak akan berputar-putar. Karena target tidak tercapai, dia berdiri dan menyerahkan pengunduran dirinya. Itu patut dihormati.”


Persaingan di Liga Italia

Berita Terkait