Bola.com, Jakarta - Timnas Italia resmi mengakhiri kerja sama dengan Gennaro Gattuso setelah kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia 2026.
Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi federasi sepak bola Italia (FIGC), menandai berakhirnya masa jabatan singkat Gattuso sebagai pelatih kepala.
Italia harus menerima kenyataan pahit usai kalah dari Timnas Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti dengan skor 4-1 pada partai final playoff. Pertandingan tersebut sebelumnya berakhir imbang 1-1 hingga 120 menit, meski Italia bermain dengan 10 orang.
Hasil itu memperpanjang catatan buruk Azzurri yang kini menjadi negara juara dunia pertama yang gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, setelah sebelumnya juga absen pada 2018 dan 2022.
Situasi krisis semakin terasa setelah Presiden FIGC Gabriele Gravina dan kepala delegasi Gianluigi Buffon turut mengundurkan diri dari jabatan mereka. Tak lama berselang, Gattuso juga menyepakati pemutusan kontrak secara bersama.
Berat
Dalam pernyataannya, Gattuso mengaku meninggalkan jabatannya dengan perasaan berat. Ia menilai kegagalan mencapai target menjadi alasan utama untuk mundur dan memberi jalan bagi keputusan baru federasi.
“Dengan berat hati, dan karena tidak mencapai target yang kami tetapkan, saya merasa masa saya sebagai pelatih tim nasional telah berakhir,” ujar Gattuso.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada federasi serta para pemain dan suporter yang terus memberikan dukungan selama masa kepemimpinannya.
Gattuso baru ditunjuk sebagai pelatih Italia pada Juni 2025, menggantikan Luciano Spalletti. Dalam delapan pertandingan yang dijalaninya, ia mencatatkan enam kemenangan, termasuk di babak kualifikasi. Namun, kekalahan dari Timnas Norwegia membuat Italia finis di posisi kedua grup dan harus melalui jalur playoff.
Kandas Dramatis
Meski sempat mengalahkan Timnas Irlandia Utara di semifinal playoff, langkah mereka akhirnya terhenti secara dramatis di tangan Bosnia.
Kini, Italia memasuki fase baru yang penuh ketidakpastian. Sejumlah nama pelatih papan atas mulai dikaitkan dengan posisi kosong tersebut, termasuk Antonio Conte dan Massimiliano Allegri. Selain itu, mantan pelatih yang sukses membawa Italia juara Euro 2020, Roberto Mancini, juga disebut terbuka untuk kembali menangani tim nasional.
Federasi kini dihadapkan pada tugas besar untuk membangun kembali kekuatan tim dan mengembalikan kejayaan Italia di panggung sepak bola dunia setelah periode sulit yang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya sekali lagi ingin berterima kasih kepada Gattuso, karena selain sebagai pribadi yang istimewa, ia juga memberikan kontribusi berharga sebagai pelatih, dengan berhasil mengembalikan antusiasme terhadap tim nasional hanya dalam beberapa bulan," kata Presiden FIGC, Gabriele Gravina, yang juga mengundurkan diri.
Pernyataan Lengkap Gattuso
Dengan berat hati, dan karena gagal mencapai target yang telah kami tetapkan, saya merasa masa saya sebagai pelatih kepala tim nasional telah berakhir.
Seragam Azzurri adalah hal paling berharga dalam sepak bola, dan karena itu sudah sepantasnya saya memberi jalan bagi keputusan federasi ke depan.
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Gabriele Gravina dan Gianluigi Buffon, serta semua pihak di federasi, atas kepercayaan dan dukungan yang selalu mereka berikan.
Merupakan sebuah kehormatan bisa memimpin tim nasional, terutama dengan sekelompok pemain yang menunjukkan komitmen dan dedikasi luar biasa.
Namun, terima kasih terbesar saya tujukan kepada para penggemar, kepada seluruh rakyat Italia yang selama beberapa bulan ini tidak pernah berhenti menunjukkan cinta dan dukungan kepada tim. Saya akan selalu membawa Azzurri di hati saya.
Sumber: Football Italia