Bola.com, Jakarta - Kimi Antonelli ikut menyuarakan kekecewaan publik Italia setelah timnas gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Ia menegaskan kegagalan tersebut justru menjadi tambahan motivasi baginya untuk terus mengharumkan nama negaranya di ajang Formula 1.
Pembalap berusia 19 tahun yang membela tim Mercedes itu menyampaikan pandangannya kepada Sky Sport, tak lama setelah meraih kemenangan beruntun di GP China dan Jepang.
Antonelli diminta mengomentari kekalahan timnas Italia dari Bosnia di laga final play-off, Rabu dini hari WIB lalu.
Antonelli pun mengenang kedekatannya dengan sepak bola Italia sejak kecil.
"Jelas sangat disayangkan kami tidak tampil di Piala Dunia tahun ini," kata Antonelli, dikutip dari TuttoMercatoWeb.
"Saya punya kenangan indah tentang Euro. Saya ingat sedang mengikuti balapan gokar di Sarno saat Italia bermain, dan setelah saya memenangkan lomba, saya dan ibu saya langsung pulang secepat mungkin karena ingin menonton final. Itu masa yang sangat indah," kenang pembalap kelahiran 25 Agustus 2006 tersebut.
Tekad Antonelli
Cerita tersebut menggambarkan betapa kuatnya pengaruh sepak bola dalam budaya olahraga Italia, bahkan bagi atlet yang berkarier di cabang lain.
Antonelli juga sempat melontarkan candaan dengan menyebut Formula 1 sebagai "olahraga amatir" dibandingkan sepak bola.
Kendati disampaikan dengan nada ringan, ia tetap menunjukkan keseriusan dalam menanggapi situasi yang sedang dihadapi negaranya.
"Saya benar-benar kecewa tidak melihat tim nasional lolos ke Piala Dunia," ujarnya.
"Itu menjadi satu alasan tambahan bagi saya untuk terus mengibarkan bendera Italia di bidang saya sendiri," tegas pembalap asal Bologna itu.
Kondisi Kontras
Pernyataan Antonelli mencerminkan kondisi kontras yang sedang dialami olahraga Italia.
Di satu sisi, negara tersebut terus melahirkan prestasi di berbagai cabang seperti tenis, atletik, hingga balap mobil. Namun, di sisi lain, tim sepak bolanya justru gagal tampil di panggung terbesar dunia.
Bagi Antonelli, yang kini muncul sebagai satu di antara talenta muda paling menjanjikan di dunia balap, tanggung jawab membawa nama besar Italia justru menjadi dorongan, bukan beban.
Sumber: Football Italia