Bola.com, Jakarta - Gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 membuat Timnas Italia untuk ketiga kalinya secara beruntun absen di turnamen sepak bola terakbar tersebut. Catatan minor tersebut menjadi pukulan telak bagi negara dengan sejarah panjang di sepak bola dunia.
Saat negara-negara lain bersiap menuju Amerika Utara untuk berlaga di Piala Dunia 2026, Timnas Italia justru menghadapi kekosongan. Musim panas yang biasanya dipenuhi euforia kini berubah menjadi masa refleksi dan pembenahan, baik di dalam maupun luar lapangan.
Tanpa agenda Piala Dunia, Gli Azzurri hanya memiliki satu laga persahabatan melawan Timnas Yunani pada Juni 2026. Pertandingan tersebut terasa kontras bagi tim yang telah empat kali menjadi juara di Piala Dunia.
Situasi semakin kompleks. Selain kekalahan dari Bosnia-Herzegovina pada final Jalur A Play-off masih membekas, FIGC juga belum memiliki presiden definitif, pelatih baru Timnas Italia tengah disiapkan, dan arah masa depan sepak bola Italia masih menjadi tanda tanya besar.
UEFA Nations League 2026/2027 jadi Ajang Pembuktian
Namun, bukan berarti Italia kehilangan tujuan sepenuhnya pada 2026. Kesempatan Gli Azurri untuk bangkit mulai terbuka pada September melalui UEFA Nations League 2026/2027.
Timnas Italia tergabung di Grup A1 bersama lawan-lawan berat, yakni Timnas Prancis, Timnas Belgia, dan Timnas Turki. Perjalanan Italia di ajang tersebut dimulai dengan menjamu Belgia pada 25 September, sebelum bertandang ke Turki tiga hari berselang.
Ujian sesungguhnya hadir pada Oktober, ketika Timnas Italia harus bertamu ke markas Prancis, lalu kembali menghadapi Turki di kandang. Fase grup akan ditutup pada November dengan duel melawan Prancis di kandang dan laga tandang ke Belgia.
Grup ini bukan sekadar tantangan berat, tetapi juga peluang nyata untuk mengembalikan kredibilitas Timnas Italia di level internasional.
Lebih dari Sekadar Turnamen
UEFA Nations League kini menjadi lebih dari sekadar kompetisi tambahan. Ajang itu membuka jalan bagi peningkatan peringkat FIFA dan bahkan berpengaruh terhadap jalur kualifikasi Euro 2028.
Lebih penting lagi, turnamen tersebut akan menjadi fondasi awal bagi pelatih baru Italia untuk membangun ulang tim secara kompetitif.
Tantangan terbesar Italia bukan hanya di lapangan, tetapi juga di struktur organisasi. Kepemimpinan baru di FIGC dan tim nasional dituntut mampu mengubah rasa kecewa menjadi momentum reformasi.
Meski UEFA Nations League mungkin terasa kurang bergengsi saat ini, justru di sanalah proses kebangkitan Timnas Italia harus dimulai.
Sumber: Football Italia