Bola.com, Jakarta - Manchester City kembali menegaskan dominasinya di kompetisi domestik sejak ditangani Pep Guardiola pada 2016.
Keberhasilan terbaru membawa mereka ke semifinal Piala FA musim 2025/2026 membuat City kini telah mencapai total 14 semifinal piala domestik, sebuah pencapaian luar biasa yang belum mampu ditandingi klub Inggris lainnya dalam periode yang sama.
Jika dirinci, perjalanan impresif ini dimulai dari semifinal Piala FA musim 2016/2017. Setahun kemudian, City sukses menembus semifinal dan keluar sebagai juara Piala EFL 2017/2018. Pada musim 2018/2019, mereka tampil dominan dengan mencapai semifinal di dua kompetisi sekaligus dan bahkan menyapu bersih gelar Piala EFL serta Piala FA.
Konsistensi itu berlanjut pada musim 2019/2020 dengan kembali menjuarai Piala EFL dan mencapai semifinal Piala FA. Pada 2020/2021, City kembali mengangkat trofi Piala EFL serta menembus semifinal Piala FA. Meski pada 2021/2022 hanya mencapai semifinal Piala FA tanpa gelar, mereka bangkit di musim 2022/2023 dengan menjuarai Piala FA.
Dalam dua musim berikutnya, yakni 2023/2024 dan 2024/2025, City tetap konsisten mencapai semifinal Piala FA. Lalu pada musim 2025/2026, mereka kembali menunjukkan kekuatan dengan menjuarai Piala EFL dan kembali melangkah ke semifinal Piala FA.
Rekor di Piala FA
Lebih impresif lagi, di bawah asuhan Guardiola, Manchester City tidak pernah tersingkir di babak perempat final Piala FA. Rekor ini menjadi bukti nyata konsistensi dan mental juara yang terus mereka pertahankan.
Dengan pencapaian tersebut, Manchester City semakin mengukuhkan diri sebagai kekuatan dominan di sepak bola Inggris, sekaligus mempertegas warisan besar yang dibangun oleh Pep Guardiola di Etihad Stadium.
Mantau dari Tribune
Pep Guardiola hanya memantau dari tribune. Pelatih asal Spanyol tersebut tengah menjalani hukuman larangan mendampingi tim selama dua pertandingan akibat akumulasi kartu kuning. Sanksi ini juga membuatnya absen pada laga Premier League melawan West Ham United sebelum jeda internasional.
Meski demikian, Guardiola tetap hadir di stadion dan menyaksikan pertandingan dari tribun. Perannya di pinggir lapangan sementara digantikan oleh asistennya, Pep Lijnders, yang memimpin tim selama laga berlangsung.
Menariknya, Guardiola sebelumnya tetap bisa mendampingi tim di final EFL Cup melawan Arsenal. Hal ini karena aturan akumulasi kartu tidak berlaku untuk partai final.
Absennya Guardiola di sisi lapangan tidak menghalangi dominasi Manchester City, yang tetap tampil impresif dalam laga besar tersebut.
Sumber: Squawka, Manchester Evening News