Jamie Carragher Kritik Keras 4 Pemain Liverpool Setelah Kekalahan di Markas PSG

Jamie Carragher mengkritik keras sejumlah pemain Liverpool setelah kekalahan 0-2 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final Liga Champions.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 09 April 2026, 10:15 WIB
Manajer Liverpool Arne Slot dan para pemain The Reds berjalan lesu usai kalah dari PSG di ajang Liga Champions. (FRANCK FIFE / AFP)

Bola.com, Paris - Jamie Carragher mengkritik keras sejumlah pemain Liverpool setelah kekalahan 0-2 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. Mereka yang kena kritik yaitu Hugo Ekitike, Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Ibrahima Konate.

Hasil ini membuat Liverpool menghadapi misi berat pada leg kedua di Stadion Anfield pekan depan. Mereka harus menang dengan minimal tiga gol untuk memastikan melaju ke semifinal. 

Advertisement

Pada laga di Parc des Princes tersebut, The Reds kesulitan membongkar pertahankan PSG. Liverpool akhirnya kebobolan dua gol melalui Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia. 

Liverpool gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dan hanya menguasai 26 persen bola. Manajer Liverpoo, Arne Slot, mengakui setelah laga bahwa timnya lebih fokus untuk bertahan hidup dari gempuran PSG di babak kedua.

Slot memilih memainkan lima bek saat menghadapi PSG. Namun Carragher menilai Virgil van Dijk justru terdampak oleh penampilan buruk Konate.

“Slot salah besar dalam menerapkan sistem lima bek dan justru mereka terlihat lebih terbuka dibanding jika bermain dengan empat bek,” kata Carragher kepada CBS Sports, seperti dikutip dari Metro. 

“Karena mereka bermain man-to-man di seluruh lapangan dan tiga bek tengah harus menutup lebar lapangan. Untuk Virgil van Dijk, melihatnya malam ini di tengah tiga bek, biasanya ketika sudah berusia tertentu, bermain di tengah tiga bek terasa ideal karena ada perlindungan. Tapi ini berbeda.

“Para bek naik ke lini tengah, tidak ada yang menjaga posisi, dan Van Dijk di usia 34 tahun harus berlari ke sana kemari. Dia tidak mampu melakukannya," imbuh Carragher. 

 


Membela Virgil van Dijk

Mantan pemain Liverpool sekaligus pundit sepak bola Inggris, Jamie Carragher. (Jaimi Joy/POOL/AFP)

Carragher juga memuji performa Virgil van Dijk. Menurutnya, kritikan terhadap kapten Liverpool belakangan ini terasa tidak adil. 

“Orang-orang mengkritik performa Van Dijk musim ini, tapi menurut saya itu tidak adil. Dia bermain di setiap pertandingan, sementara pemain di sebelahnya tampil buruk sepanjang musim dan kembali buruk malam ini. Konate, yang selalu membuat kesalahan di setiap laga. Itu tidak mudah untuk dimainkan bersama pemain seperti itu, jadi saya tetap menilai Van Dijk sebagai salah satu pemain terbaik Liverpool," kata Carragher. 

“Tapi malam ini dalam skema tiga bek, saya belum pernah melihatnya setidaknyaman itu memakai seragam Liverpool."

“Saya rasa dia akan memohon kepada Arne Slot agar tidak pernah memainkan sistem itu lagi karena sangat sulit baginya."

“Namun saya juga harus mengatakan, ini bukan hanya soal sistem Liverpool yang salah secara taktik, PSG tampil luar biasa. Pujian terbesar yang bisa saya berikan adalah mereka seperti Barcelona-nya Pep Guardiola," imbuh dia. 

 


Kecam 3 Pemain Mahal Liverpool

Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia (kiri) mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026. (AP Photo/Thibault Camus)

Carragher juga mengkritik tiga rekrutan mahal Liverpool, yaitu Ekitike, Wirtz, dan Isak. Ia menilai ketiganya tidak bekerja cukup keras saat kehilangan bola.

“Ekitike sangat buruk malam ini. Saya sudah katakan sebelum laga, dan ini juga berlaku untuk Wirtz dan Isak, untuk menjadi pemain top di Liverpool sebagai penyerang, Anda harus percaya diri saat menguasai bola, tapi rendah hati saat tidak menguasai bola. Mereka tidak rendah hati saat tidak memegang bola, tidak bekerja cukup keras, dan itu membuat Liverpool mudah dikalahkan saat ini," sergah Carragher. 

“Tiga pemain legenda mendekati akhir karier, pemain baru datang tanpa benar-benar memahami apa yang dibutuhkan untuk bermain di Liverpool saat ini."

“Saya juga memasukkan Isak yang masuk sebagai pemain pengganti, Ekitike, dan Florian Wirtz yang harus melakukan jauh lebih banyak, jauh lebih banyak lagi.

“Cara terbaik menggambarkan Florian Wirtz saat ini, dengan harga £125 juta, adalah dia hanya bermain rapi dan sederhana," imbuh dia. 

Sumber: Metro

Berita Terkait