Roy Keane Muak dengan Gaya Main Kekanak-kanakan Trent Alexander-Arnold, Gerrard dan Cole Ikut Menyerang

Roy Keane “muak” dengan Trent Alexander-Arnold dan "kelakuan kekanak-kanakannya" setelah menyaksikan penampilan mantan bintang Liverpool itu saat Real Madrid takluk dari Bayern Munchen lalu.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 April 2026, 10:30 WIB
Bek Real Madrid asal Inggris #12, Trent Alexander-Arnold, terlihat dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan CA Osasuna di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada Rabu (20-8-2025) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Bola.com, Jakarta - Penampilan Trent Alexander-Arnol bersama Real Madrid kembali memicu kritik tajam. Kali ini, mantan kapten Manchester United, Roy Keane, terang-terangan mengaku sudah muak melihat gaya bermain sang bek yang dinilai kekanak-kanakan.

Sorotan itu muncul setelah Real Madrid takluk 1-2 dari Bayern Munchen, dalam laga yang kembali menampilkan dua sisi berbeda dari permainan Alexander-Arnold, brilian saat menyerang, tetapi rapuh ketika bertahan.

Advertisement

Didatangkan dari Liverpool pada musim panas lalu, Alexander-Arnold belum sepenuhnya menemukan konsistensi di Santiago Bernabeu.

Musim debutnya terganggu cedera dan performa yang naik turun, membuatnya baru tampil sebagai starter dalam 16 pertandingan di semua ajang.

Ia bahkan harus menerima pukulan lain setelah tidak masuk skuad terbaru Timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel, yang berdampak pada peluangnya tampil di Piala Dunia 2026.

Dalam laga melawan Bayern pada leg pertama perempaf final Liga Champions, Rabu dini hari WIB lalu, Alexander-Arnold sebenarnya sempat menunjukkan kualitas terbaiknya.

Ia memberikan umpan matang untuk Kylian Mbappe setelah melakukan penetrasi cepat dari sisi kanan dan mengirim bola ke depan gawang.

Di sisi lain, kelemahan lamanya kembali terlihat. Ia gagal mengantisipasi pergerakan Luis Díaz yang lolos dari pengawalan dan mencetak gol pembuka untuk tim tamu.


Kesalahan Kekanak-kanakan

Gelandang Jerman Bayern Munich #10, Jamal Musiala (kanan), dan bek Inggris Real Madrid #12, Trent Alexander-Arnold, berebut bola selama pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Bayern Munchen di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 8 April 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Roy Keane, yang memang kerap mengkritik kemampuan bertahan Alexander-Arnold, menyoroti aspek tersebut dengan sangat keras.

"Dengar… saya sudah muak. Ceritanya selalu sama di setiap pertandingan besar. Orang-orang terus membicarakan umpan-umpannya, tapi bagaimana dengan hal dasar?" kata Keane dalam program "Stick to Football".

"Bertahan. Di level ini, di Liga Champions, Anda tidak bisa kehilangan fokus seperti itu. Itu kesalahan kekanak-kanakan. Membiarkan Luis Diaz melewati Anda seolah Anda tidak ada? Please."

Ia bahkan menilai Alexander-Arnold belum menunjukkan kualitas sebagai bek kanan di level tertinggi.

"Dia terus bertahan seperti tidak pernah bermain sebagai bek kanan sepanjang hidupnya. Pertandingan besar membutuhkan bek hebat, dan saat ini dia masih jauh dari itu," ujarnya.


Gerrard dan Cole Ikut Mengkritik

Trent Alexander-Arnold dari Real Madrid, kiri, dan Michael Olise dari Bayern berebut bola selama pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Bayern Munich di Madrid, Spanyol, Rabu (8-4-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Kritik juga datang dari dua mantan pemain Inggris lainnya, Joe Cole dan Steven Gerrard, saat menjadi analis di TNT Sports.

Cole menyoroti kurangnya kewaspadaan Alexander-Arnold dalam momen gol Diaz.

"Tidak sekali pun dia melihat ke belakang," ujar Cole saat menganalisis situasi tersebut.

Sementara Gerrard menekankan bahaya yang ditimbulkan Díaz jika tidak diawasi dengan baik.

"Anda tidak boleh lengah ketika Luis Díaz ada di sekitar. Kecepatan dan timing larinya sangat luar biasa," kata Gerrard.


Alexander-Arnold Tetap Optimistis

Pemain Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, menendang bola dalam pertandingan La Liga Spanyol antara Girona dan Real Madrid, Minggu, 30 November 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Terlepas dari kritik yang datang, Alexander-Arnold tetap percaya diri Real Madrid masih memiliki peluang membalikkan keadaan pada leg kedua di markas Bayern.

"Babak pertama bukan yang terbaik dari kami," ujarnya.

"Target kami adalah menjuarai kompetisi ini. Kami akan datang ke sana untuk menang dan lolos ke babak berikutnya.”

Ia juga menilai timnya menunjukkan respons positif setelah jeda.

"Ketika pertandingan mulai terbuka di babak kedua dan kami melakukan perubahan, kami bisa kembali ke dalam permainan. Jadi, kami harus mengambil hal positif, belajar dari kesalahan, dan pergi ke sana minggu depan dengan tujuan menang."

Mengenai performanya sendiri yang belum stabil, ia mengaku terus mengalami peningkatan.

"Saya merasa lebih baik dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Kondisi fisik jelas sudah ada. Sekarang tinggal menjaganya dan tetap bugar sambil membantu tim menang dengan cara apa pun," ucapnya.

"Saya memang berkontribusi dengan satu assist, tapi yang terpenting adalah melakukan apa yang terbaik untuk tim," imbuh pemain asli Liverpool itu.

 

Sumber: Football365

Berita Terkait