Bola.com, Jakarta - Kabar buruk menghantam Tottenham Hotspur setelah kapten tim, Cristian Romero, dipastikan harus mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera lutut. Bek asal Argentina itu mengalami robekan parsial ligamen medial saat Spurs takluk 0-1 dari Sunderland, Minggu lalu.
Insiden tersebut terjadi akibat benturan tak terduga dengan rekan setimnya, kiper Antonin Kinsky. Romero langsung terlihat kesakitan dan tidak mampu melanjutkan pertandingan. Ia bahkan meninggalkan lapangan dengan kondisi emosional, terlihat menangis saat berjalan tertatih ke pinggir lapangan.
Awalnya, tingkat keparahan cedera belum diketahui. Namun setelah pemeriksaan lebih lanjut, cedera lutut yang dialami Romero dipastikan cukup serius hingga membuatnya absen hingga akhir musim Liga Inggris yang berakhir pada 24 Mei mendatang.
Situasi ini menjadi pukulan ganda bagi Romero. Selain harus menepi bersama klub, peluangnya tampil di Piala Dunia musim panas mendatang juga berada dalam ancaman serius.
De Zerbi Kehilangan Pilar Penting
Pelatih Spurs, Roberto De Zerbi, sebelumnya mengakui belum mengetahui secara pasti kondisi Romero usai pertandingan. Namun ia menegaskan pentingnya peran sang bek dalam tim.
“Kami belum tahu, kami harus melihat dalam beberapa hari ke depan. Saya harap ini bukan masalah besar karena dia pemain yang sangat penting bagi kami,” ujar De Zerbi.
Ia juga mengisyaratkan bahwa cedera tersebut kemungkinan memang terjadi di bagian lutut, meski belum ingin memberikan konfirmasi penuh saat itu.
Kehilangan Romero jelas menjadi masalah besar bagi Tottenham, terlebih mereka tengah berada dalam situasi sulit di klasemen. Kekalahan dari Sunderland membuat Spurs terdampar di posisi ke-18, hanya terpaut dua poin dari zona aman dengan enam laga tersisa.
Air Mata dan Bayang-bayang Piala Dunia
Cedera ini tak hanya berdampak pada klub, tetapi juga karier internasional Romero. Sebagai pilar utama Timnas Argentina, ia kini harus berpacu dengan waktu untuk bisa pulih sebelum Piala Dunia dimulai pada Juni mendatang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Mantan gelandang Inggris, Danny Murphy, menilai air mata Romero saat meninggalkan lapangan lebih karena kekhawatiran akan absennya ia di Piala Dunia.
“Saya rasa dia menangis karena berpikir akan melewatkan Piala Dunia. Sebagai pemain, Anda tahu kapan mengalami cedera serius,” ujarnya.
Di sisi lain, Spurs kini harus bersiap menghadapi periode krusial tanpa kapten mereka. Dalam enam laga tersisa, klub London Utara itu akan menghadapi sejumlah pertandingan berat, termasuk melawan Brighton & Hove Albion, Aston Villa, hingga duel penting kontra Chelsea.
Tanpa Romero di lini belakang, perjuangan Tottenham untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris dipastikan akan semakin berat.
Sumber: TalkSPORT