F1 Kaji Jadwal Baru GP Arab Saudi, Efeknya Bisa Guncang Kalender Musim 2026

F1 mempertimbangkan tanggal baru untuk GP Arab Saudi yang akan mengguncang seluruh musim.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 April 2026, 14:00 WIB
Pesta kembang api di Jeddah Corniche Circuit selepas GP Arab Saudi pada F1 2025(AFP/Giuseppe Cacace)

Bola.com, Jakarta - Formula 1 sedang mempertimbangkan perubahan besar pada kalender musim 2026, menyusul pembatalan dua balapan di Timur Tengah yang berpotensi dijadwalkan ulang di akhir musim.

Mantan pembalap Formula 1 asal Belanda, Robert Doornbos, mengungkapkan bahwa Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi masih mungkin digelar kembali tahun ini, meski sebelumnya dibatalkan.

Advertisement

Seperti diketahui, dua balapan tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada 12 dan 19 April 2026, tetapi dibatalkan akibat konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah.

Dampaknya, kalender Formula 1 kini mengalami jeda panjang lima pekan antara Grand Prix Jepang pada 29 Maret dan balapan berikutnya di Miami pada 3 Mei. Untuk sementara, jumlah seri musim 2026 juga berkurang dari 24 menjadi 22 balapan.


Perubahan di Akhir Musim

Jeddah Corniche Circuit, Jeddah, Arab Saudi, tempat berlangsungnya F1 GP Arab Saudi. (ANDREJ ISAKOVIC / AFP)

Namun, Doornbos menyebut ada kemungkinan perubahan besar di akhir musim.

Ia mengindikasikan GP Arab Saudi bisa digelar pada 6 Desember, sementara balapan penutup musim di Abu Dhabi akan diundur menjadi 13 Desember.

"Saya mendengar sesuatu yang berbeda," kata Doornbos kepada Ziggo Sport dalam program "De Stamtafel".

"Kita tahu Aramco sebagai sponsor Formula 1. Mereka sangat mempromosikan ajang di Jeddah karena itu adalah permata mereka. Jeddah masih bisa kembali masuk kalender tahun ini," ujarnya.


Strategi yang Mungkin Diterapkan

Keduanya beberapa kali terlibat duel sengit sebelum Verstappen mengambil alih sepenuhnya posisi pertama pada lap ke-47. Kendati Leclerc terus menempel ketat, Verstappen sanggup berada pada peringkat pertama hingga finis. (AP/Hassan Ammar)

Aramco, yang merupakan perusahaan minyak dan gas milik negara Arab Saudi, memang menjadi satu di antara sponsor utama Formula 1, serta terlibat dalam berbagai ajang olahraga global.

Doornbos menambahkan bahwa skenario yang beredar adalah memundurkan jadwal Abu Dhabi selama satu pekan, lalu menyisipkan balapan di Jeddah di antaranya.

"Mereka sekarang mengatakan bahwa Abu Dhabi akan dimundurkan satu minggu dan Jeddah dimasukkan di antaranya," kata Doornbos.

"Itu berarti musim akan ditutup dengan empat balapan beruntun; Las Vegas, Qatar, Jeddah, dan Abu Dhabi."


Kontrak Khusus

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton memimpin balapan pada F1 GP Arab Saudi di Jeddah, Minggu, 5 Desember 2021. Kemenangan Lewis Hamilton membuatnya kini menyamai poin Max Verstappen di klasemen F1, yakni 369,5 poin. (AP Photo/Hassan Ammar)

Doornbos juga mengklaim bahwa Abu Dhabi memiliki kontrak khusus sebagai tuan rumah balapan penutup musim sehingga perubahan jadwal harus tetap mengakomodasi hal tersebut.

"Kemungkinan akan butuh waktu sebelum perubahan kalender ini benar-benar dikonfirmasi," lanjutnya.

Sebelumnya, pada Maret lalu, pihak Formula 1 memastikan pembatalan dua balapan di Timur Tengah dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terkait situasi yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Meski brgitu, mereka hanya menegaskan bahwa balapan tidak akan digelar pada April ini, tanpa memberikan kepastian apakah akan dijadwalkan ulang di waktu lain tahun ini.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait