Pelatih Timnas Indonesia U-17 Anggap Malaysia Bukan Lawan Lemah meski Dibantai Vietnam 0-4: Pelatihnya Teman Saya

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, pantang menganggap remeh Timnas Malaysia U-17 yang akan menjadi lawan timnya di Piala AFF U-17 2026.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 14 April 2026, 12:27 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto mengikuti sesi konferensi pers jelang Piala AFF U-17 2026 di Movenpick Hotel Surabaya, Sabtu (11/4/2026). (Dok. AFF)

Bola.com, Gresik - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, pantang menganggap remeh Timnas Malaysia U-17 yang akan menjadi lawan anak asuhnya di Piala AFF U-17 2026.

Sesudah menghabisi Timnas Timor Leste U-17 dengan skor 4-0, Timnas Indonesia U-17 bakal meladeni perlawanan Malaysia U-17 pada partai kedua Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis (16/4/2026).

Advertisement

Kurniawan meminta Timnas Indonesia U-17 untuk tidak larut dalam euforia berlebihan dalam menyikapi kemenangan telak atas Timor Leste U-17.

"Jadi memang dari pertama saya bergabung dengan tim ini, hal yang penting, saya tekankan, dan ini tidak bosan-bosan kami ingatkan kepada para pemain," ujar Kurniawan.

"Dan kemenangan tadi bagi kami, saya selalu ingatkan kepada pemain bahwa kita patut syukuri tapi merayakan sewajarnya," jelasnya.


Fokus Lawan Malaysia

Selebrasi bek Timnas Indonesia U-17, Putu Ekayana usai membobol gawang Timor Leste dalam laga Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4/2026) malam. (Dok. Timnas Indonesia)

Kurniawan tidak melihat kemenangan besar Timnas Vietnam U-17 4-0 atas Malaysia sebagai gambaran sebenarnya kekuatan lawannya itu, terlebih ia mengikuti proses pembentukan tim berjuluk Harimau Muda tersebut.

"Karena memang kita fokus lagi menghadapi pertandingan Malaysia. Kita tahu Malaysia kalah 0-4, bukan berarti mereka tim lemah," ucap Kurniawan.

Kurniawan menyebut bahwa para pemain Malaysia U-17 lama ditempa di Program Pembangunan Bola Sepak Negara atau NFDP dan Akademi Mokhtar Dahari.

NFPD adalah suatu inisiatif jangka panjang yang diluncurkan oleh pemerintah Malaysia untuk mengembangkan sepak bola dari level usia muda hingga profesional.

Program ini dimulai pada tahun dengan tujuan utama meningkatkan kualitas pemain lokal dan membawa sepak bola Malaysia ke level internasional.


Tahu Pembentukan Malaysia

Adapun, Akademi Mokhtar Dahari ialah akademi sepak bola elite di Malaysia yang menjadi bagian utama dari NFDP.

Akademi ini berfungsi sebagai pusat pembinaan pemain muda berbakat yang telah terseleksi dari seluruh Malaysia, biasanya mulai dari usia belasan tahun. Para pemain mendapatkan pelatihan intensif yang mencakup teknik, taktik, fisik, hingga aspek mental, dengan standar modern dan sistem yang terstruktur.

Nama akademi ini diambil dari legenda sepak bola Malaysia, Mokhtar Dahari, yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah negara tersebut.

"Karena saya tahu betul bagaimana tim Malaysia dibentuk. Mereka cukup lama bersama-sama di NFPD atau Akademi Mokhtar Dahari," ucap Kurniawan.


Respect tapi Fight

Kurniawan, yang pernah bermain dan melatih di Negeri Jiran, mengaku dekat dengan pelatih Malaysia U-17, Shukor Adan, dan mengenali Direktur Teknik NFDP serta Akademi Mokhtar Dahari, Ong Kim Swee.

"Dan saya juga tahu bagaimana head coach dari Malaysia, teman saya. Ada coach Ong Kim Swee di situ juga. Tentu kita tidak boleh underestimate," ungkap Kurniawan.

"Kita tetap respect ke Malaysia. Tapi sekali lagi, kita akan fight habis-habisan untuk memenangkan tiga poin," terang juru taktik yang biasa dipanggil Kurus tersebut.

Berita Terkait