Bola.com, Jakarta - Sepak terjang Alejandro Garnacho di Chelsea tampaknya bakal berakhir dengan cepat. Belum genap semusim membela The Blues, ada kabar Garnacho masuk daftar jual pada musim panas 2026.
Garnacho menjalani musim yang sulit di Stamford Bridge sejak kepindahannya dari Manchester United pada hari terakhir bursa transfer September tahun lalu.
Winger berusia 21 tahun itu hanya menjadi starter dalam 21 dari 51 pertandingan Chelsea. Dia lebih banyak menghangatkan bangku cadangan, dan terkadang sama sekali tak diturunkan ke lapangan.
Sebelumnya, pemain asal Argentina itu mencatatkan 77 kali sebagai starter dalam dua musim terakhirnya bersama MU.
Garnacho telah mencetak delapan gol di semua kompetisi untuk Chelsea, ditambah empat assist. Setengah dari kontribusinya terjadi saat menghadapi tim-tim Football League di ajang piala. Ia hanya mencetak satu gol di Premier League untuk The Blues.
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, dikabarkan ragu terhadap Garnacho. Dia hanya memberinya empat kali starter di Premier League sejak ditunjuk mengarsiteki The Blues pada 6 Januari 2026.
Pedro Neto menjadi pilihan utama Rosenior di posisi sayap kiri, sementara Chelsea juga merekrut Jamie Gittens dari Borussia Dortmund musim panas lalu, meski saat ini ia sedang absen karena cedera hamstring.
Garnacho sangat ingin bergabung dengan Chelsea hingga agennya sempat mengunjungi Stamford Bridge pada Januari tahun lalu, tujuh bulan sebelum ia meninggalkan United.
Pemain Argentina itu diwakili oleh mantan gelandang Chelsea, Enrique de Lucas, dan sering melakukan perjalanan singkat ke London sepanjang musim lalu.
Penyesalan Garnacho
Namun, dalam sebuah wawancara pekan lalu, Garnacho mengakui bahwa ia menyesali sebagian sikapnya di akhir masa bersama Manchester United.
Setelah kekalahan di final Liga Europa dari Tottenham Hotspur pada Mei, Garnacho sempat mengkritik mantan pelatihnya, Ruben Amorim, karena mencadangkannya dan memberi sinyal akan mempertimbangkan masa depannya.
Amorim kemudian tidak memasukkan Garnacho ke dalam skuad saat melawan Aston Villa di laga terakhir musim dan memberi tahu bahwa ia akan dijual.
Pada musim panas 2025, Garnacho juga sempat mengenakan jersey “Rashford 9” milik Aston Villa yang ia unggah ke akun Instagram-nya. Ia dan Marcus Rashford termasuk dalam bomb squad yang dipisahkan dari tim utama selama pramusim.
“Saya ingat dalam enam bulan terakhir, saya tidak bermain seperti sebelumnya di Manchester United," kata Garnacho.
“Saya mulai lebih sering duduk di bangku cadangan. Itu bukan hal buruk, saya baru 20 tahun, tetapi dalam pikiran saya, saya merasa harus bermain di setiap pertandingan."
“Mungkin itu juga kesalahan saya. Saya mulai melakukan beberapa hal yang kurang baik. Tapi itu hanya satu fase dalam hidup dan terkadang Anda harus membuat keputusan. Saya sangat bangga bisa berada di Chelsea dan tetap bermain di Premier League di klub seperti ini."
“Soal United, saya tidak punya hal buruk untuk dikatakan tentang klub, siapa pun di klub, atau rekan setim saya.
Tanggapan Manajer Chelsea soal Garnacho
Garnacho dan Rashford juga sempat dicoret dari skuad saat melawan Manchester City pada Desember 2024 oleh Amorim karena masalah sikap setelah laga Liga Europa melawan Viktoria Plzen.
Garnacho juga pernah meminta maaf karena langsung masuk ke terowongan setelah ditarik keluar di babak pertama dalam kemenangan 3-2 atas Ipswich Town pada Februari tahun lalu, setelah Patrick Dorgu mendapat kartu merah.
Ketika ditanya soal Garnacho bulan lalu, Rosenior memberi tanggapan yang positif.
“Dia punya kemampuan dan potensi besar. Bagi pemain muda, hal terbesar yang harus diperbaiki adalah konsistensi," ujar Garnacho.
“Tapi dia sudah menunjukkan tanda-tanda yang sangat baik, bukan hanya di latihan, tetapi juga dalam pertemuan tim bahwa dia berada di jalur yang tepat," imbuh dia.
Sumber: The Sun