Bola.com, Jakarta - Coventry City akhirnya memastikan diri kembali ke kasta tertinggi Premier League setelah 25 tahun penantian. Kepastian ini diraih usai bermain imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers dalam lanjutan EFL Championship, Jumat (18/4/2026).
Bermain di Ewood Park, Coventry hanya membutuhkan satu poin untuk mengamankan tiket promosi otomatis. Hasil imbang tersebut membawa mereka mengoleksi 86 poin, ini cukup untuk memastikan finis di dua besar dengan tiga laga tersisa.
Keberhasilan ini menjadi momen bersejarah bagi klub berjuluk Sky Blues tersebut. Perjalanan mereka menuju Premier League tidaklah mudah. Pada 2018, Coventry masih berkompetisi di kasta keempat Inggris, sebuah titik terendah dalam sejarah modern klub.
Di bawah asuhan Frank Lampard, Coventry menunjukkan transformasi luar biasa. Lampard sendiri datang menggantikan Mark Robins saat tim terpuruk di posisi ke-17. Namun, perlahan ia membangun kembali kekuatan tim hingga mampu bersaing di papan atas.
Sukses di Era Lampard
Sebelum akhirnya promosi musim ini, Coventry sempat beberapa kali nyaris mencapai target. Pada 2023, mereka berhasil menembus final play-off di Wembley Stadium, namun kalah dramatis dari Luton Town lewat adu penalti.
Musim berikutnya, mereka kembali gagal setelah disingkirkan Sunderland di semifinal play-off. Kegagalan demi kegagalan tersebut justru menjadi bahan bakar bagi kebangkitan Coventry.
Di musim ini, Lampard sukses menjadikan Coventry sebagai salah satu tim paling konsisten di Championship. Mereka bahkan tampil sebagai tim paling produktif dalam urusan mencetak gol, dengan gaya bermain menyerang yang efektif.
Meski sempat mengalami penurunan performa di pertengahan musim, Coventry tetap mampu menjaga stabilitas hingga akhirnya mengunci promosi lebih awal.
Kini, Coventry bersiap menyambut tantangan besar di Premier League musim depan. Setelah penantian panjang dan perjalanan penuh lika-liku, mereka akhirnya kembali ke panggung utama sepak bola Inggris.