Gianni Infantino Bela Harga Tiket Piala Dunia 2026: Pasarnya Memang Sangat Khusus

FIFA tak goyah soal harga tiket Piala Dunia 2026. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan Piala Dunia 2026 merupakan "pasar yang berbeda".

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 18 April 2026, 18:30 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan pembelaan terhadap harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai tinggi.

Ia menyebut kondisi pasar turnamen tersebut sebagai "sangat khusus" dan berbeda dibandingkan acara hiburan lain seperti konser atau pertandingan National Football League (NFL).

Advertisement

Berbicara dalam forum Semafor World Economy 2026 Annual Convening pada Jumat kemarin, Infantino kembali menegaskan bahwa FIFA adalah organisasi nirlaba.

Ia menjelaskan bahwa pemasukan utama FIFA hanya berasal dari Piala Dunia yang digelar empat tahun sekali sehingga lembaganya harus mengelola pemasukan tersebut untuk kebutuhan jangka panjang.

"Acara utama, dan sejauh ini satu-satunya yang menghasilkan pendapatan bagi FIFA adalah Piala Dunia," kata Infantino.

"Piala Dunia berlangsung selama satu bulan setiap empat tahun, jadi kami menghasilkan uang dalam satu bulan itu. Selama 47 bulan berikutnya hingga Piala Dunia selanjutnya, kami menggunakan uang tersebut," imbuhnya.


Dalih FIFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbincang sambil memegang replika tiket Piala Dunia berukuran besar bersama Presiden AS, Donald Trump, di Ruang Oval, sementara Wakil Presiden, JD Vance (ketiga dari kiri), mengamati pada 22 Agustus 2025 di Washington, DC. (Chip Somodevilla/Getty Images via AFP)

Ia menambahkan, banyak pihak belum memahami bahwa seluruh pendapatan FIFA dikembalikan untuk pengembangan sepak bola global.

"Apa yang banyak orang tidak tahu, karena tentu kami menghasilkan miliaran dalam satu Piala Dunia, adalah bahwa FIFA merupakan organisasi nirlaba. Artinya, semua pendapatan yang kami peroleh diinvestasikan kembali untuk pengembangan permainan di 211 negara di seluruh dunia. Sekitar tiga perempat di antaranya kemungkinan tidak akan mampu menyelenggarakan sepak bola tanpa bantuan dana yang kami berikan, jadi kami selalu berusaha menemukan keseimbangan yang tepat," ungkapnya.

Sejak penjualan tahap pertama pada Oktober, FIFA diketahui menaikkan harga tiket melalui skema harga dinamis.

Laporan The Athletic pada awal April menyebutkan bahwa tiket untuk sekitar 40 dari total 104 pertandingan menjadi lebih mahal pada fase penjualan menit akhir dibandingkan fase sebelumnya, berdasarkan data dan tangkapan layar yang dibagikan para penggemar.

Selain itu, kemunculan kategori tiket baru memicu kebingungan dan kekecewaan di kalangan suporter.


Sangat Khusus

Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Infantino menyebut pasar tiket Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat sebagai "sangat khusus", bahkan ia menilai tidak banyak keluhan soal harga ketika orang membeli tiket konser atau pertandingan liga sepak bola Amerika.

Saat ditantang soal pernyataan tersebut, ia menjawab singkat.

"Mungkin, tapi memang seperti itulah pasar," jawabnya.

Pada Maret, kelompok suporter Football Supporters Europe bersama organisasi hak konsumen Euroconsumers mengajukan keluhan resmi ke Komisi Eropa.

Mereka menilai harga tiket sangat tinggi dan menuduh FIFA menyalahgunakan posisi monopoli untuk menetapkan harga berlebihan serta kondisi pembelian yang tidak transparan dan tidak adil bagi penggemar di Eropa.


Tiket Murah

Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Dalam kesempatan yang sama, Infantino juga menyinggung kategori tiket seharga 60 dolar AS yang ditujukan bagi penggemar garis keras, termasuk untuk laga final.

Kategori ini sudah menjadi perdebatan sejak awal penjualan karena banyak kelompok suporter di Eropa mengeluhkan minimnya ketersediaan tiket pada harga tersebut saat penjualan internasional dibuka. FIFA kemudian menambah kuota pada Desember.

Infantino juga mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa praktik resale tiket di Amerika Serikat diperbolehkan, meski tetap diatur oleh masing-masing negara bagian.

Di sisi lain, FIFA disebut terus berkoordinasi dengan pemerintah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko untuk memastikan para pemegang tiket dari negara-negara yang memiliki pembatasan masuk ke Amerika Serikat tetap bisa menghadiri pertandingan.

Sejak Donald Trump kembali menjabat pada Januari 2025, pemerintah Amerika Serikat memberlakukan sejumlah larangan perjalanan terhadap warga dari beberapa negara, termasuk Senegal, Pantai Gading, Iran, dan Haiti yang telah lolos ke Piala Dunia 2026.


Bahas Travel Ban

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wali Kota Terpilih New York City Zohran Mamdani di Ruang Oval, Gedung Putih, Jumat (21/11/2025). (Dok. AP/Evan Vucci).

Infantino memastikan FIFA akan berupaya agar seluruh pihak yang terlibat dapat hadir.

"Kami akan memastikan semua tim, pemain, ofisial bisa datang, termasuk tentu anggota keluarga dan bahkan para penggemar," ujarnya.

"Tentu saja, visa tetap dibutuhkan," lanjutnya, sebelum menyinggung keberadaan sistem percepatan janji temu visa bagi pemegang tiket yang ia nilai "berjalan cukup baik".

"Namun, kami juga ingin memastikan negara-negara yang mengalami kesulitan mendapatkan visa tetap memiliki solusi agar para penggemarnya bisa hadir," lanjutnya.

Sementara itu, Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengatakan kepada The Athletic pada Januari lalu bahwa ia berencana membahas dampak larangan perjalanan terhadap Piala Dunia 2026 dengan Trump.

Mamdani berharap kebijakan tersebut dapat berubah sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung.

 

Sumber: The Athletic

Berita Terkait