Bola.com, Jakarta - Tekanan terhadap Real Madrid terus membesar setelah kegagalan di Liga Champions memicu gelombang kritik dari berbagai arah. Kali ini, sorotan tajam datang dari mantan striker sekaligus eks direktur olahraga klub, Predrag Mijatovic.
Mijatovic secara terbuka menilai Vinicius Junior perlu mengubah sikapnya, terutama saat tampil di pertandingan besar. Kritik itu muncul usai Real Madrid tersingkir dari tangan Bayern Munich di perempat final Liga Champions.
Kekalahan agregat 4-6 menjadi pukulan telak bagi Los Blancos, apalagi mereka sempat membuka harapan lewat gol cepat Arda Güler di leg kedua.
Namun, performa Vinicius di laga tersebut dinilai jauh dari harapan. Dan dari situlah kritik keras Mijatovic dimulai.
Mijatovic: Vinicius Harus Ubah Sikap
Meski mengakui kualitas Vinicius sebagai pemain penting bagi Madrid, Mijatovic menegaskan masih ada aspek mendasar yang perlu diperbaiki.
“Vinicius punya musim-musim yang bagus dan sering tampil di laga besar. Tapi dia harus mengubah sikapnya, dan saya sudah sering mengatakan itu,” tegas Mijatovic.
Ia juga membantah kritik itu dilandasi sentimen pribadi.
“Itu tidak mengurangi pentingnya dia untuk tim. Tapi ada hal-hal yang saya tidak suka.”
Madrid Disebut Kehilangan Pemimpin seperti Ramos dan Raúl
Sorotan Mijatovic tidak berhenti pada Vinicius. Ia juga menilai skuad Real Madrid saat ini kehilangan figur pemimpin sejati di lapangan.
Menurutnya, Los Blancos tidak punya sosok yang bisa mengendalikan tim di saat krisis.
“Madrid kekurangan pemimpin di lapangan. Pencetak gol terbanyak belum tentu pemimpin.”
Ia lalu membandingkan situasi sekarang dengan era kejayaan klub.
“Sekarang kami butuh sosok seperti Hierro, Ramos, atau Raúl.”
Bahkan, Mijatovic menggambarkan Madrid membutuhkan “pelatih di atas lapangan”, pemain yang bisa mengatur, menenangkan, sekaligus mengguncang tim saat situasi memburuk.
“Seseorang yang bisa menyatukan semuanya dan berkata, ‘Apa yang kalian lakukan?’”
Musim Tanpa Gelar Jadi Alarm Bahaya
Kritik ini muncul di tengah ancaman musim tanpa trofi bagi Real Madrid.
Mereka sudah kalah dari Barcelona di final Supercopa de España, tersingkir dari Copa del Rey, dan kini gagal di Liga Champions.
Di La Liga, situasi juga tidak ideal. Madrid tertinggal sembilan poin dari Barcelona dengan hanya tujuh laga tersisa.
Bagi Mijatovic, ini bukan situasi biasa.
“Dua musim tanpa trofi selalu sangat serius bagi Madrid. Tidak memenangkan apa pun adalah kegagalan.”