Bos Aprilia Bongkar Kelemahan Utama Marco Bezzecchi di MotoGP 2026: Hobi Crash di Sprint Race!

Marco Bezzecchi tengah menikmati periode terbaik dalam kariernya. Menunggangi motor Aprilia RS-GP, pembalap asal Italia ini tampil beringas dengan menyapu bersih tiga kemenangan balapan utama di awal musim MotoGP 2026.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 19 April 2026, 16:15 WIB
Selebrasi Marco Bezzecchi usai menang di MotoGP Brasil 2026 (AFP)

 

Bola.com, Jakarta - Marco Bezzecchi tengah menikmati periode terbaik dalam kariernya. Menunggangi motor Aprilia RS-GP, pembalap asal Italia ini tampil beringas dengan menyapu bersih tiga kemenangan balapan utama di awal musim MotoGP 2026.

Advertisement

Namun, di balik performa impresifnya, sang bos besar Massimo Rivola menyebut masih ada satu celah besar yang harus diperbaiki.

Saat ini, Bezzecchi memimpin klasemen sementara dengan keunggulan tipis empat poin atas rekan setimnya, Jorge Martin. Rivalitas internal ini kian memanas mengingat Martin terus menempel ketat setelah bangkit dari badai cedera musim lalu.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tak segan melayangkan pujian setinggi langit untuk Bezzecchi. Sejak bergabung dengan tim pabrikan Noale pada musim 2025, mantan anak didik Valentino Rossi itu dinilai memiliki insting yang jarang dimiliki pembalap lain.

"Marco adalah pembalap yang sangat sensitif dan punya pemahaman mendalam terhadap motor. Ia punya bakat alami, sebuah anugerah yang tidak main-main," ujar Rivola dalam wawancaranya bersama Sky Italia.

"Selain pekerja keras, dia tahu persis bagaimana menjelaskan apa yang dia rasakan di atas motor kepada para mekanik. Itu sangat membantu pengembangan kami," tambahnya.

 

 


Penyakit di Sesi Sprint

Duo Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi bakal bersaing jadi juara dunia MotoGP 2026. (Aprilia)

Meski tak terkalahkan di balapan utama hari Minggu, Marco Bezzecchi memiliki rapor merah di sesi Sprint Race pada Sabtu. Inilah titik lemah yang disorot tajam oleh Rivola.

Dari tiga seri awal, Bezzecchi tercatat mengalami kecelakaan sebanyak dua kali saat melakoni Sprint Race. Padahal, jika mampu tetap berada di atas motor, Rivola yakin Bezzecchi bisa memenangkan sesi tersebut atau setidaknya naik podium.

"Dia perlu memperbaiki manajemen akhir pekan balapnya. Sesederhana itu, lihat saja sesi Sprint: dia jatuh dua kali dari tiga balapan, padahal dia bisa menang atau podium di sana," tegas Rivola.

Menurut Rivola, hal ini terjadi karena faktor pengalaman. Bezzecchi belum terbiasa menang secara beruntun dan menanggung beban sebagai pemimpin klasemen. "Ini bagian dari proses belajar. Dia belum pernah menang sebanyak ini secara berturut-turut sebelumnya," ungkapnya. 

 


Pilih Kasih Demi Gelar Juara?

Di sisi lain, situasi internal Aprilia cukup unik. Jorge Martin dikabarkan sudah menjalin kesepakatan dengan Yamaha untuk musim 2027.

Hal ini memicu spekulasi bahwa Aprilia akan lebih condong memberikan dukungan penuh kepada Bezzecchi demi mengamankan gelar juara dunia perdana bagi pabrikan Italia tersebut.

Meskipun pembalap penguji Lorenzo Savadori menilai Martin yang fit 100 persen masih lebih unggul secara teknis, dukungan manajemen tampaknya mulai mengalir deras untuk Bezzecchi.

Sumber: Motogpnews

Berita Terkait