Bola.com, Malang - Kiper asal Brasil, Lucas Frigeri mengikis keraguan Aremania kepadanya pada musim ini. Dalam dua laga beruntun BRI Super League, kiper asal Brasil itu membuat cleansheet.
Padahal beberapa waktu lalu Lucas Frigeri menerima cukup banyak kritikan, lantaran sang penjaga gawang tampil tidak setangguh musim lalu. Sehingga posisinya musim ini sempat digeser dua kiper lokal Adi Satryo dan Gianluca Pandeynuwu.
"Di sepak bola dunia, tidak ada yang bisa selalu jadi yang terbaik. Namun, saya terus berusaha sebaik mungkin ketika mendapat kesempatan," ujar Frigeri.
"Dan saya sudah dua tahun berada di Arema. Ikut memberikan Juara Piala Presiden. Saya ingin menjaga performa ini sampai akhir musim," lanjutnya.
Sebelum membuat dua kali clean sheet, Lucas Frigeri kebobolan 20 gol dalam 14 pertandingan. Jumlah yang cukup tinggi. Tidak sedikit yang menganggap performanya mulai turun karena termakan usia.
Clean Sheet dari Kakek
Saat ini, Frigeri merupakan pemain tertua Arema FC dengan usia 36 tahun. Melalui media sosial, dia beberapa kali disindir dengan sebutan kakek. Frigeri mengetahui sindiran itu.
Ketika membantu Arema FC menang melawan Persis, dia merasa sangat puas karena menjawab kritikan dengan performa apik di bawah mistar gawang. “Satu lagi clean sheet dari kakek,” katanya dengan nada bercanda.
Musim ini Arema FC punya tiga kiper dengan kualitas yang tidak beda jauh. Dua kiper lokal, Adi dan Gianluca, juga punya pengalaman sebagai kiper utama. Saat performa Frigeri kurang memuaskan, dua kiper itu sudah siap menggesernya lagi.
Melihat persaingan ketat kiper utama Arema FC, Frigeri sudah siap menghadapinya. Dia lebih fokus melahap program latihan, karena pelatih Marcos Santos menentukan starting eleven berdasar yang bermain apik dalam sesi latihan.
Beda Persaingan dari Musim Lalu
Musim 2024/2025, Frigeri nyaris tidak tergantikan. Dia tampil dalam 33 pertandingan. Artinya, hanya sekali dia absen membela Singo Edan. Selain performanya waktu itu sedang bagus, persaingan di sektor kiper tidak terlalu ketat.
Pelapisnya saat itu merupakan dua kiper muda, yakni Dicky Agung dan Andrian Casvari. Dua nama yang jarang tampil di liga. Dicky didatangkan dari klub Liga 2, Deltras Sidoarjo. Sedangkan Casvari sebelumnya jadi kiper ketiga Madura United.
Situasinya jauh berbeda dengan musim ini. Ditambah dengan penambahan pemain asing, di mana hanya ada 8 pemain asing yang bisa masuk lineup.
Sedangkan Arema FC memiliki 11 pemain asing, sehingga ada opsi mencadangkan Frigeri demi memperbanyak pemain asing yang berstatus non-kiper.