Juventus Bungkam Bologna di Liga Italia, Luciano Spalletti: Sudah di Jalur yang Benar

Hasil akhir 2-0 ini membawa dampak besar bagi posisi Juventus di klasemen Serie A, yang kini membuka jarak lima poin dari posisi keempat dan berada hanya tiga poin di bawah AC Milan dan Napoli yang sama-sama duduk di posisi kedua.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 20 April 2026, 05:30 WIB
Pemain Bologna, Eivand Helland (kiri), berebut bola dengan pemain Juventus, Jonathan David, dalam pertandingan Serie A di Turin, Italia, Senin (20/4/2026) dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Juventus meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Bologna dalam laga yang berjalan dominan sejak menit-menit awal di Allianz Stadium pada laga giornata 33 Serie A Liga Italia, Senin (20/4/2026) dini hari WIB.

Jonathan David membuka keunggulan hanya dalam 90 detik pertama lewat sundulan tipis yang membobol gawang lawan.

Advertisement

Setelah jeda, pemain pengganti Khephren Thuram memastikan tiga poin dengan menyundul bola hasil umpan silang Weston McKennie.

Selain dua gol tersebut, Emil Holm dan Jonathan Rowe dari Bologna juga sempat mendapatkan peluang, tapi bola masih membentur tiang gawang, sementara gol Francisco Conceicao dianulir karena offside.

Hasil akhir 2-0 ini membawa dampak besar bagi posisi Juventus di klasemen Serie A, yang kini membuka jarak lima poin dari posisi keempat dan berada hanya tiga poin di bawah AC Milan dan Napoli yang sama-sama duduk di posisi kedua.

 
 

Spalletti Kagum dengan Kekompakan Para Pemain

Pelatih Juventus asal Italia, Luciano Spalletti (kiri). (Isabella BONOTTO/AFP)

Pertanyaan pertama yang diajukan kepada Spalletti usai laga menyangkut koreografi selebraasi gol yang dipersiapkan para pemain saat merayakan gol Thuram, sebuah momen yang langsung mencuri perhatian.

"Saya tidak tahu apa yang mereka rencanakan di antara mereka, tapi melihat mereka merayakan bersama seperti itu sungguh luar biasa," ujar Spalletti sambil tersenyum di DAZN Italia.

"Sangat menakjubkan melihat seorang pemain mencetak gol dan ingin berbagi kegembiraan itu dengan rekan-rekan setimnya dan para penggemar."

"Semua berasal dari kasih sayang, hubungan antar-pemain, dan ketika Anda memberikan persahabatan itu, Anda menerimanya kembali. Jika Anda ingin menemukan seorang teman, maka bersikaplah seperti seorang teman," lanjutnya.

Spalletti juga mengungkapkan kepuasannya terhadap sikap dan intensitas tim sejak awal pertandingan, terutama mengingat hasil-hasil lain yang terjadi secara bersamaan.

"Yang sama sekali tidak boleh kami lakukan, melihat hasil-hasil pertandingan lain, adalah menurunkan intensitas karena kami bisa melihat diri kami mempertahankan posisi ini terlepas dari performa kami. Itu risikonya, jadi kami perlu memiliki sikap yang tepat dari awal dan mempertahankannya," ujar Spalletti.

"Kami tahu Bologna memiliki minggu yang berat, jadi kami tahu jika kami mempertahankan intensitas, itu akan memberi kami keuntungan yang signifikan."

"Semua orang melakukan itu dengan sangat baik, kami mencetak gol lebih awal. Memang ada momen di mana kualitas Bologna memaksa kami mundur, tapi itu tidak terhindarkan saat menghadapi tim sekuat milik Vincenzo Italiano," lanjutnya.


Titik Balik Musim Juventus

Juventus' French midfielder #19 Khephren Thuram-Ulien celebrates scoring his team's second goal with Juventus' Italian midfielder #05 Manuel Locatelli during the Italian Serie A football match between Juventus and Bologna at the Allianz stadium in Turin, on April 19, 2026. Marco BERTORELLO / AFP

Rasanya seperti musim ini mengalami titik balik pada 1 Maret lalu, ketika Juventus berhasil bangkit dari ketertinggalan 1-3 untuk menahan Roma 3-3 di Stadio Olimpico.

Sejak saat itu, Bianconeri memenangkan lima dari enam pertandingan, sementara Roma terlihat jelas merosot performa mereka.

Pekan depan, Juventus akan menghadapi ujian besar berikutnya saat bersua AC Milan—duel yang bisa semakin mengubah peta persaingan di papan atas Serie A.

Sebelum pertandingan melawan Bologna, Spalletti sempat merespons santai saran Juventus perlu menantang gelar juara musim depan, meski ia tahu hal itu akan menjadi sebuah keniscayaan.


Sudah di Jalur yang Benar

Menutup keterangannya, Spalletti menekankan pentingnya solidaritas dalam tim sebagai fondasi utama kebangkitan Juventus musim ini.

"Tentu ada banyak tanggung jawab dan tekanan di sini, tetapi tim sedang berusaha memainkan sepak bola yang baik, para pemain peduli satu sama lain dan siap berbagi beban, itu adalah hal yang fundamental bagi seorang pelatih," ujar Spalletti.

"Kami berada di jalur yang benar dan setiap hari saya melihat sesuatu yang lebih, jadi kami ingin terus berjalan seperti ini," pungkas Spalletti optimistis.

Dengan momentum yang terus terjaga dan persaingan di papan atas yang semakin ketat, Juventus tampak tengah menuju akhir musim yang bisa mengubah banyak hal, baik untuk sisa kompetisi ini maupun untuk proyek jangka panjang ke depan.

Sumber: Football Italia


Persaingan di Serie A Liga Italia

Berita Terkait