Bola.com, Jakarta - Cremonese masih belum mampu menambah banyak poin dalam persaingan Serie A 2025/2026. Terbaru, tim yang diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, ini ditahan imbang Torino dalam laga pekan ke-33, Minggu (19/4/2026) malam WIB.
Emil Audero berhasil mencatatkan clean sheet di pertandingan ini. Sayangnya, penampilan apik Emil Audero Mulyadi gagal membantu Cremonese untuk meraih kemenangan. Sebab, lini serang mereka benar-benar buntu.
Padahal, Cremonese mampu mencatatkan empat kali tembakan tepat sasaran pada laga ini. Adapun penampilan Emil Audero mendapat rating 7,7 oleh Fotmob setelah melakukan satu saves dan 13 recoveries dari total 41 sentuhan bola.
Raihan satu poin membuat Cremonese masih belum beranjak dari peringkat ke-17 dengan nilai 28. Posisi itu rawan dikejar Lecce yang hanya berjarak satu poin dan baru akan memainkan laganya dini hari nanti.
Semua Masih Bisa Terjadi
Nada optimistis diapungkan juru taktik Cremonese, Marco Giampaolo. Bicara posisi di klasemen, timnya memang sangat rawan mendekati jurang degradasi. Meski berada satu strip di atas tiga tim terbawah. Namun, perubahan bisa terjadi dini hari nanti.
Lecce yang tepat di bawahnya dengan jarak satu poin, baru akan memainkan laga ke-33 melawan Fiorentina pada Selasa (21/4/2026) dini hari WIB.
Jalan terjal masih harus dihadapi I Grigiorossi, termasuk terdekat adalah menantang tim kuat Napoli di Naples, untuk pekan ke-34, Sabtu (25/4/2026) dini hari WIB.
Disusul empat pertandingan tersisa yang ibarat menjadi partai final bagi Cremonese, masing-masing bertemu Lazio, Pisa, Udinese, dan Como.
"Kami berada di titik musim di mana kita harus berhati-hati untuk tidak meremehkan lawan, meskipun mengakui kelebihan mereka," ujar Giampaolo.
"Itu tidak berarti kita memulai dengan kekalahan; apa pun bisa terjadi dalam sepak bola, dan sangat penting untuk memiliki sikap yang benar dan percaya bahwa kita bisa mendapatkan hasil yang positif," lanjutnya.
Tak Cukup Bermain Baik
Cremonese baru merasakan satu kemenangan dalam 19 laga terakhir mereka di Serie A, yakni melawan Parma pada 21 Maret 2026. Kondisi yang tidak cukup baik, meski melakukan pergantian pelatih dari Davide Nicola ke Marco Giampaolo.
Selama 19 laga terakhir, Cremonese mengemas satu kemenangan, menelan 13 kekalahan, dan lima laga lainnya berakhir imbang, dan parahnya hanya mencetak delapan gol.
"Sama seperti memenangkan pertandingan sebagai favorit bukanlah hal yang pasti. Hari ini kami memainkan pertandingan yang bagus, mungkin yang terbaik, tetapi itu tidak cukup," ujar Giampaolo.
"Kami memiliki kehadiran yang baik di lapangan, meskipun dengan beberapa kesulitan, terutama kesulitan mental. Kemudian tim bersatu, kami tidak mampu menang, dan karena itu kami memulai dari awal," jelasnya.
Penuh Percaya Diri
Pelatih berusia 58 tahun itu menggambarkan tingginya antusiasme dan kepercayaan diri yang ditunjukkan Emil Audero dan kawan-kawan. Para penggawa Cremonese masih dibalut motivasi tinggi baik dalam sesi latihan maupun di pertandingan.
Ia mengakui memang sempat dilanda kekhawatiran mengenai hasil akhir musim ini nanti. Namun, ia berusaha memberi sengatan tegas bahwa segala kemungkinan masih bisa terjadi di lima laga tersisa.
"Kemarin saya berbicara dengan tim dan mengatakan mereka tidak menyia-nyiakan satu pun sesi latihan sejak kedatangan saya. Tentu saya tidak bisa mengeluh tentang profesionalisme dan komitmen mereka; bahkan, tim ini terlalu sopan dan teliti," ujarnya.
"Kemudian saya melihat kekhawatiran itu di awal pertandingan, itulah sebabnya saya marah kepada tim di babak pertama karena itu bukan jalan yang seharusnya kita ikuti. Saya tahu itu tidak mudah, tetapi saya berada di pihak mereka."
"Sejauh ini, mereka telah memberi saya kepuasan; satu-satunya kesalahan yang kami buat adalah kegagalan di laga kontra Cagliari," tandas Giampaolo.
Sumber: Cremonese