BRI Super League: Perubahan Skema Bali United Mulai Terlihat Nyata, Johnny Jansen Akui Teppei Yachida Beri Pengaruh Penting

Perubahan skema permainan dalam 3 pertandingan terakhir, menjadi salah satu aspek peningkatan performa yang terlihat di skuad Bali United.

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 20 April 2026, 14:15 WIB
Gelandang Bali United, Teppei Yachida mendapatkan penjagaan dari bek kanan Malut United, Igor Inocencio dalam laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (19/4/2026) malam. (Dok. Bali United)

Bola.com, Denpasar - Kemenangan telak Bali United dengan skor 4-1 saat menghadapi Malut United, bisa menjadi salah satu sinyal kebangkitan.

Terlepas dari kekalahan saat menghadapi Persib Bandung pekan lalu dan juga pernyataan dari Pelatih Malut United, Hendri Susilo, yang mengaku ada intimidasi kepada klubnya yang terkesan ambigu karena enggan memberikan penjelasan secara spesifik.

Advertisement

Perubahan skema permainan dalam 3 pertandingan terakhir, menjadi salah satu aspek peningkatan performa yang terlihat di skuad Bali United.

Dalam 3 pertandingan, 12 gol sudah dilesakkan Bali United meskipun gawang Mike Hauptmeijer kebobolan 5 gol.

Situasi ini bisa menjadi modal bagus saat menghadapi PSM Makassar pekan depan di Stadion Dipta. Kredit juga diberikan kepada Boris Kopitovic. Diparkir dalam dua pertandingan, ia akhirnya kembali menjadi starter saat melawan Malut United.

Dari tribune penonton, suara lantang agar Boris Kopitovic hengkang menggema karena performanya yang tidak memberikan dampak nyata untuk Bali United.

Namun, pada akhirnya, ia sukses mencetak kembali satu gol sehingga total dalam 7 pertandingan, ia sudah mengoleksi 6 gol dan 2 assist. Jumlah gol yang jauh di bawah ekspektasi sebagai seorang goal getter.

“Dia bekerja sangat keras untuk tim. Kontribusinya besar, tetapi masih perlu peningkatan dalam beberapa aspek, khususnya saat kami menguasai bola. Itu juga yang menjadi alasan saya melakukan perubahan,” ujar Johnny Jansen usai laga.

 

 
 

Pujian untuk Teppei Yachida

Gelandang Bali United, Teppei Yachida, berselebrasi setelah membobol gawang Arema FC pada laga BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kabutapen Malang, Jumat (6/3/2026). (Bola.com/Alit Binawan)

Lagi-lagi, Johnny Jansen memuji penampilan Teppei Yachida. Pada awal kedatangannya di putaran kedua BRI Super League 2025/2026, gelandang asal Jepang tersebut dipandang sebelah mata.

Banyak yang menilai penampilannya akan jauh dibawah ekspektasi karena dalam beberapa pertandingan awal, performanya fluktuatif. Namun sekarang ia bak kepingan puzzle yang hilang.

Johnny Jansen sadar bahwa performa Teppei Yachida saat ia datang, masih belum menunjukkan bahwa ia adalah seorang playmaker yang dibutuhkan oleh Bali United.

Namun, karena ada beberapa pemain yang mengalami cedera terutama di lini tengah, peran Teppei sangat dibutuhkan saat itu meskipun ada kendala adaptasi darinya dan juga Diego Campos yang juga baru didatangkan di putaran kedua.

“Setelah putaran pertama berakhir, kami menghadapi beberapa cedera dan juga pemain baru yang belum siap bermain penuh selama 90 menit. Kami harus membangun kondisi mereka secara bertahap,” ungkapnya,” terangnya.

“Sekarang Anda bisa melihat perkembangan dia. Dia pemain yang tenang, memiliki teknik yang bagus, dan mampu bermain di antara lini. Itu sangat penting bagi tim,” tambahnya.

Meskipun dalam kondisi sekarang Bali United juga tidak sepenuhnya selalu meraih kemenangan. Yang jelas ia sebagai pelatih sudah menemukan bagaimana cara terbaik untuk bermain sesuai dengan karakter tim.

“Kami mungkin masih kalah di beberapa pertandingan, tetapi kami terus berkembang. Itu yang paling penting,” tutupnya.

 


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait