Pelatih Bali United Johnny Jansen Tidak Setuju Rumor Penghapusan Regulasi Pemain U-23 di BRI Super League

Beberapa waktu lalu, ada wacana agar regulasi pemain U-23 musim depan dihapuskan. Musim ini di BRI Super League 2025/2026, regulasi tersebut tetap berlaku.

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 20 April 2026, 14:45 WIB
Bali United bersama sang pelatih, Johnny Jansen, dalam sesi latihan di BRI Super League 2025/26. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Denpasar - Beberapa waktu lalu, ada wacana agar regulasi pemain U-23 musim depan dihapuskan. Musim ini di BRI Super League 2025/2026, regulasi tersebut tetap berlaku.

Situasi ini membuat berbagai tanggapan. Misalnya Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin yang setuju jika regulasi tersebut dihapuskan.

Advertisement

Ia menilai bahwa kesiapan pemain dalam setiap latihan dan jelang pertandingan, menjadi tolak ukur dalam menentukan setiap pemain yang layak dimainkan dalam setiap pertandingan.

Namun berbeda dengan Pelatih Bali United, Johnny Jansen. Ia masih belum mengetahui secara pasti terkait rumor tersebut. Tapi ia tampaknya masih belum setuju 100 persen jika regulasi tersebut dihapuskan.

"Kontrak saya hanya satu tahun di sini. Belum tahu apakah saya di Bali United musim depan atau tidak. Tapi jika saya berada dalam situasi tersebut, tentu saya akan berdiskusi dengan manajemen bagaimana cara menyikapinya dengan baik,” beber Johnny Jansen.

"Menurut saya, jika sebuah klub tidak ingin berinvestasi pada pemain muda, maka sebaiknya sekalian saja tidak perlu memiliki akademi." 

"Karena ketika Anda membangun akademi, itu berarti ada investasi besar di sana, baik dari sisi waktu, tenaga, maupun biaya,” tambahnya.

 


Pengembangan Usia Muda Tidak Murah

Ia menilai, pengembangan usia muda tidak murah. Namun harus dilakukan juga dengan benar karena tidak sekadar untuk klub semata, namun untuk perkembangan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Seandainya regulasi tersebut dihapuskan, atmosfer persaingan di EPA Super League juga akan berkurang karena para pemain muda bisa tidak semangat untuk bermain dan menunjukkan kemampuannya.

"Jika klub berhenti berinvestasi pada pemain muda, mungkin dalam 8 hingga 10 tahun ke depan kita akan merasakan dampaknya. Karena itu, penting untuk terus berinvestasi pada pemain, membangun mereka, dan memberi kesempatan tampil di tim utama,” tegasnya.

 

 


Sebuah Proses

Johnny Jansen, pelatih Bali United di BRI Super League 2025/26. (Dok. ileague.id)

Di balik itu semua, tentu ada konsekuensinya. Termasuk konsekuensi memainkan pemain muda. Bisa saja kondisi klub mengalami fluktuasi alias tidak selalu meraih kemenangan atau mendapatkan poin.

Namun pelatih berusia 50 tahun ini menganggap hal tersebut adalah bagian dari proses yang harus dijalani semua klub. Pada akhirnya, klub akan melihat perkembangan yang akan terjadi.

“Kami sendiri mengalami hal tersebut. Ada momen bagus, ada juga tantangan. Setelah jeda kompetisi, kami harus membangun ulang tim karena berbagai situasi. Tapi dari situ kami belajar dan terus berkembang,” tegasnya.

“Karena itu, saya percaya bahwa investasi pada pemain muda adalah hal yang sangat penting untuk masa depan tim dan sepak bola itu sendiri,” tutup Johnny Jansen.

 


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait