Bola.com, Jakarta - Inter Milan mendapat suntikan keyakinan jelang leg kedua semifinal Coppa Italia usai meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Cagliari di Serie A. Hasil itu bukan hanya mengukuhkan posisi Nerazzurri di jalur Scudetto, tetapi juga mempertegas ambisi mereka memburu dua trofi musim ini.
Sorotan mengarah kepada Manuel Akanji, bek asal Swiss yang ikut mencetak gol dan tampil solid di lini belakang. Seusai laga, Akanji menepis anggapan bahwa Inter tampil berbeda di kompetisi domestik dibanding ajang lain, termasuk Coppa Italia.
Menurutnya, tim asuhan Cristian Chivu tetap bermain dengan mentalitas yang sama di semua kompetisi. Inter, kata dia, kini hanya fokus menjaga momentum demi mewujudkan target besar di pengujung musim.
Akanji menegaskan tidak ada dua versi berbeda dari Inter, sebagaimana sempat muncul dalam sejumlah penilaian terkait performa tim di berbagai ajang. Ia menyebut persepsi itu tidak mencerminkan realitas di lapangan.
“Saya tidak berpikir ada dua Inter yang berbeda. Kadang berjalan lebih baik, kadang sedikit kurang, tetapi kami selalu berusaha memberikan yang terbaik,” ujar Akanji.
Inter memang sedang berada dalam posisi ideal. Selain memimpin Serie A, mereka juga masih hidup di Coppa Italia dan berpeluang meraih double winners pada musim pertama Cristian Chivu bersama klub.
Akanji bahkan menyebut akan luar biasa jika Inter bisa menutup musim dengan dua gelar.
Pujian untuk Dimarco, Chivu Soroti Mentalitas Tim
Selain bicara soal ambisi tim, Akanji turut melontarkan pujian untuk Federico Dimarco yang kembali menjadi kreator penting. Umpan Dimarco berujung pada gol Akanji, melanjutkan kontribusi impresif sang bek sayap sepanjang musim.
“Dia mungkin salah satu yang terbaik yang pernah bermain bersama saya. Kaki kirinya luar biasa,” kata Akanji.
Di sisi lain, Cristian Chivu menilai kemenangan atas Cagliari berawal dari pendekatan yang tepat sejak awal. Ia menyebut Inter tidak boleh kehilangan intensitas, apalagi setelah melihat hasil para pesaing.
“Kami tahu yang tidak boleh dilakukan adalah menurunkan intensitas. Itu risikonya. Karena itu kami harus memulai dengan sikap yang tepat,” ujar Chivu.
Pelatih asal Rumania itu juga menyoroti chemistry antarpemain yang terus menguat sebagai modal besar menghadapi fase krusial musim ini.
Coppa Italia Jadi Fokus Berikutnya
Setelah menjaga jarak aman di puncak Serie A, fokus Inter kini beralih ke semifinal Coppa Italia melawan Como. Leg pertama berakhir tanpa gol, membuat peluang kedua tim masih sepenuhnya terbuka.
Akanji menilai posisi Inter di liga tidak akan banyak berarti bila gagal menjaga konsentrasi di ajang piala. Karena itu, ia meminta tim membawa mentalitas yang sama saat bermain di Coppa Italia.
Dengan performa yang terus menanjak, Inter kini bukan hanya menjaga mimpi Scudetto, tetapi juga mulai serius menatap kemungkinan menutup musim dengan dua trofi.